BerandaHits
Minggu, 29 Nov 2025 11:01

Masih Perlu Nggak Sih Kebiasaan Memanaskan Mesin Mobil?

Ilustrasi: Memanaskan mesin mobil. (Momobil)

Banyak orang masih terbiasa memanaskan mesin mobil lama-lama di pagi hari sebelum dipakai. Apakah hal ini masih perlu dilakukan?

Inibaru.id - Kalau kamu termasuk orang yang setiap pagi menjalankan “ritual” memanaskan mobil, mungkin pernah kepikiran: masih perlu nggak sih memanaskan mesin mobil di zaman sekarang? Soalnya dari kecil kita sering melihat orang tua melakukan itu, jadi kebiasaan ini seperti otomatis perlu dilakukan.

Tapi, dengan teknologi mobil modern yang sudah lebih canggih, ternyata jawabannya nggak selalu perlu, lo.

Cukup nyalakan mesin sebentar, langsung siap jalan

Dilansir dari situs resmi Toyota, mobil keluaran terbaru sebenarnya sudah dirancang dengan material mesin yang presisi. Artinya, mesin-mesin ini sudah bisa mencapai suhu kerja optimal dengan cepat, bahkan tanpa perlu dipanaskan lama-lama. Jadi, kalau setiap pagi kamu menyalakan mobil lalu dibiarkan hidup 5–10 menit, itu sebenarnya cuma bikin boros bensin dan menambah polusi.

Namun, bukan berarti memanaskan mobil itu sepenuhnya salah. Ada kondisi tertentu yang memang bikin mesin mobil butuh pemanasan, misalnya mobil lama nganggur di garasi sampai beberapa hari. Dengan memanaskannya sebentar, aki jadi tetap terisi dan oli bisa bersirkulasi ke seluruh bagian mesin.

Berapa lama waktu ideal memanaskannya?

Untuk mobil masa kini, cukup 1–2 menit saja. Selagi mesin menyala, kamu bisa melakukan hal lain yang sering terlupakan seperti mengecek tekanan ban, mengecek apakah ada tanda peringatan di panel instrumen yang ada di dashboard mobil, atau menyiapkan e-money untuk kebutuhan jalan tol dan parkir. Jadi waktunya bakal berfungsi dengan efektif.

Kalau mesin mobil dipanaskan kelamaan, yang rugi kamu sendiri. Bahan bakar makin cepat habis dan karbon menumpuk di ruang bakar. Akibatnya, performa mesin bisa turun lebih cepat deh kalau sering-sering melakukannya.

Jangan injak gas saat mesin baru menyala

Mobil modern nggak perlu dipanaskan lama-lama. (Hondasolobaru)

O ya, ini kebiasaan klasik yang sebenarnya kurang tepat. Banyak orang langsung menekan pedal gas setelah mesin menyala, padahal oli belum sepenuhnya mengalir ke semua komponen. Gesekan dalam mesin jadi lebih tinggi dan mempercepat keausan. Selain itu, campuran udara dan BBM belum ideal, sehingga mobilmu bakal jadi lebih boros dan emisinya lebih kotor.

Lebih baik biarkan mesin stasioner beberapa detik tanpa disentuh gas, baru setelah itu kamu bisa menginjak gas secara perlahan.

Pastikan sirkulasi udara aman

Hal ini juga sering diremehkan. Mobil yang dipanaskan di garasi tertutup bisa menghasilkan penumpukan gas buang, terutama karbon monoksida (CO) yang nggak berbau dan sangat berbahaya. Kalau terhirup terus, bisa menyebabkan keracunan serius.

Makanya, sebaiknya panaskan mobil di area terbuka atau buka pintu garasi lebar-lebar biar udara tetap mengalir saat mesin mobil menyala.

Setelah dipanaskan, jangan langsung dipakai untuk ngebut

Terakhir, walaupun mesin sudah menyala, komponen lain seperti oli, rem, dan radiator juga butuh waktu menyesuaikan. Jadi, mulailah berkendara dengan pelan selama beberapa menit sejak kali pertama mulai jalan. Cara ini bikin mesin lebih awet dan performanya stabil.

Untuk mobil yang jarang dipakai, cukup panaskan tiga hari sekali, itu pun sebentar saja. Memanaskannya tiap hari malah bikin boros tanpa manfaat tambahan.

Kesimpulannya: mobil modern nggak perlu dipanaskan lama-lama. Hidupkan sebentar, cek kondisi, lalu jalan santai. Hemat bensin, ramah lingkungan, dan mesin pun tetap sehat, Gez. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: