BerandaHits
Rabu, 7 Agu 2018 16:56

Ngegim Boleh, Berlebihan Jangan

Ilustrasi bermain gim. (Inibaru.id/Faidah Umu)

Bagi sebagian orang, gim adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Namun, bagi sebagian orang tua, gim adalah momok besar yang harus dijauhkan dari anak-anaknya. Bagaimana cara menyikapinya?

Inibaru.id – Selama ini, banyak orang yang tergila-gila dengan gim daring. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer atau ponselnya hanya untuk bermain gim. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang lupa makan dan istirahat sehingga jatuh sakit.

Gim daring diketahui sudah ada sejak 1969. Namun, gim benar-benar mulai berkembang pasca 1995 yakni saat pembatasan NSFNET (National Science Foundation Network) dihapus. Di Indonesia, gim daring mulai muncul pada 2001, tepatnya saat Nexia Online dirilis.

Pada awal kemunculannya, gim hanya bisa dimainkan lewat perangkat komputer. Namun, kini gim bisa dimainkan di berbagai jenis gawai seperti ponsel dan tablet sehingga tingkat mobilitasnya tinggi. Dengan demikian, pencinta gim pun semakin bertambah.

Yudhi Herdiansyah (20) salah satunya. Laki-laki asal Semarang itu mengaku sudah bermain gim sejak kelas 4 SD. Hingga saat ini sudah banyak gim yang dijajal Yudhi, mulai dari Point Blank, Crows Zero, Mobile Legend, Ninja Saga, AOV, Euro Truck Simulator, 18 WOS Haulin, UKTS, GTA San Andreas, sampai  GTA Vice City.

Dulu, Yudhi pernah menjadi maniak gim. Dia bahkan sempat bolos sekolah demi bermain gim.

“Dulu pernah bolos sekolah, bolos ngaji sampai ketahuan orang tua, terus pernah mecahin gelas juga," tutur Yudhi disusul tawa.

Yudhi mengungkapkan, dirinya jatuh hati dengan gim karena gim dianggap bisa mengasah otaknya.

“Gim bisa mengasah otak kita supaya bertindak dengan cepat. Terus bisa juga melatih kreativitas dalam menciptakan permainan dalam gim sehingga ketika ditonton menarik," jelasnya.

Namun, kini Yudhi sudah nggak semaniak dulu. Dalam sehari, dia mengaku menghabiskan waktu 2 hingga 5 jam untuk bermain gim. Mahasiswa Jurusan Sejarah Undip itu sudah mengubah pola pikirnya dan menganggap gim sebatas sarana hiburan.

"Sekarang udah berhenti sekitar setahun ini, kira-kira pas semester 3, soalnya udah bosen. Gantinya sekarang saya punya hobi baru touring dan traveling,” katanya.

Senada dengan Yudhi, Prima Nur Ramadan gamer asal Purbalingga ini melakoni hobinya sejak belia.

“Pertama main gim itu kira-kira tahun 2009 waktu zaman kelas satu SMP,” terangnya.

Sejak saat itu, Prima mulai kecanduan bermain gim. Dalam sehari, dia bisa menghabiskan 6-8 jam untuk bermain gim. Selama hampir sepuluh tahun menjadi gamer, Prima sudah menjajal lebih dari 10 macam gim baik gim komputer maupun gim android. Hm, banyak juga ya, Millens.

Laki-laki berambut keriting ini mengakui bila bermain gim sangat menyita waktunya. Dia juga merasa menjadi seseorang yang antisosial.

“Saya lebih nyaman berkomunikasi di dunia maya bersama kawan-kawan gamers yang lain dibandingkan bersosialisasi di dunia nyata,” ungkapnya.

Kendati merasakan dampak buruk, Prima enggan meninggalkan dunia gamers.

“Saya memang kurang aktif di dunia nyata, tapi dengan bermain gim dan ikut beberapa komunitas gim saya justru punya banyak teman dari berbagai daerah,” kata laki-laki 22 tahun ini.

Yap, semua hal pasti punya dampak baik sekaligus buruk ya, Millens. Dengan bermain gim, kamu bisa mengasah otak, melatih strategi perang, bahkan menambah teman. Namun, berlebihan bermain gim juga nggak bagus. So, kamu harus mengatur waktu sebaik mungkin agar gim nggak mengganggu aktivitasmu yang lain. (Faidah Umu/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: