BerandaHits
Kamis, 3 Jul 2024 13:24

Korban Perdagangan Orang Bermodus 'Jadi ABK' Sudah Dipulangkan

Sebanyak 49 korban TPPO di Pemalang yang digagalkan berhasil digagalkan kini telah dipulangkan. (Istimewa)

Sebanyak 49 orang korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bermodus 'jadi ABK' sudah dipulangkan ke rumah masing-masing oleh Disnakertrans Jateng.

Inibaru.id - Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bermodus "Jadi ABK" yang diduga dilakukan sebuah perusahaan di Pemalang telah dipulangkan ke rumah mereka. Hal itu sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Ahmad Aziz.

"Korban kami fasilitasi pulang kampung. Sebanyak 46 orang (berasal) dari Sulawesi Utara, dua orang dari Maluku Utara, dan satu sisanya dari Gorontalo," jelasnya, Selasa (2/7/2024).

Para korban diantar ke Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak pada Selasa (2/7) dilanjutkan dengan Kapal Laut KM Dorolanda tujuan Surabaya-Bitung. Aziz mengungkapkan, jika sesuai jadwal, kemungkinan mereka bakal tiba di rumah mereka masing-masing sekitar 7 Juli mendatang.

Kepulangan para korban ini menandakan berakhirnya saga panjang kasus perdagangan orang yang diungkap Polda Jateng pada 17 Mei 2024 lalu. Sebanyak 49 orang berhasil diselamatkan setelah tujuh bulan terkatung-katung tanpa kepastian.

Para korban sebelumnya dijanjikan akan dijadikan anak buah kapal (ABK) di luar negeri oleh sebuah perusahaan di Pemalang, tapi nggak kunjung diwujudkan. Korban yang diselamatkan pun ditampung di Panti Sosial Margo Widodo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Ahmad Aziz. (Istimewa)

Sementara itu, Pemprov Jateng terus menjalin hubungan dengan pemda tempat asal korban. Setali tiga uang, mereka juga berkomunikasi dengan PT Klasik Jaya Samudra yang diduga menjadi dalang TPPO ini melalui komisaris perusahaan, mengingat direktur utama mereka saat ini telah ditahan.

"Pemulangan korban butuh biaya Rp90 juta. Sebanyak Rp50 juta berasal dari PT Klasik Jaya Samudra; untuk biaya kapal dan uang saku," terangnya.

Selain pihak pemda dan perusahaan terkait, kepulangan para korban juga didanai Direktorat Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kemenaker RI, sebesar Rp9,5 juta untuk sewa bus.

"Kekurangan biaya transportasi dan komunikasi ditanggung Pemprov Jateng melalui anggaran Korpri," pungkas Aziz. (Danny Adriadhi Utama/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: