BerandaHits
Selasa, 12 Jan 2026 15:13

Koperasi hingga Budi Daya Ikan, Upaya Pemkot Bantu Nelayan Semarang hadapi Paceklik

Jajaran Pemkot termasuk Wali Kota Semarang saat bertemu dengan nelayan Tambak Mulyo yang terdampak musim baratan. (Inibaru.id/ Sundara)

Pemkot Semarang mendorong nelayan mengembangkan budidaya ikan air tawar berbasis teknologi bioflok, sehingga mereka tetap produktif dan memperoleh penghasilan meski tidak melaut saat musim baratan.

Inibaru.id - Musim baratan sering dianggap sebagai masa panceklik bagi para nelayan di pesisir utara Jawa, nggak terkecuali di Kota Semarang. Musim yang berlangsung pada Desember-Januari ini acap diikuti dengan gelombang pasang yang kuat, sehingga sebagian besar nelayan memilih nggak melaut demi keselamatan.

Bagi mereka yang nggak punya pekerjaan sampingan, nggak melaut tentu saja membuat mereka nggak punya pendapatan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim baratan, mereka pun terpaksa berhutang ke bank titil (rentenir).

Kebiasaan yang acap memberatkan nelayan ini rupanya dibaca oleh Pemkot Semarang. Untuk mengurangi ketergantungan mereka pada lintah darat, Dinas Perikanan Kota Semarang menawarkan program budi daya ikan air tawar.

"Kami akan melatih nelayan untuk membudi daya ikan, sehingga mereka tetap bisa memperoleh penghasilan meski tidak melaut saat masa paceklik," ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Soenarto, saat ditemui Inibaru.id di kawasan Tambak Mulyo belum lama ini.

Baru Skala Kecil

Soenarto menyebut program budidaya ikan itu masih skala kecil dan bersifat percontohan. Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung terselenggaranya program tersebut.

Setiap nelayan akan menerima biaya sekitar Rp1,2 juta untuk pembuatan sarana dan kebutuhan lainnya. Meski masih berupa pilot project, program ini secara konseptual diharapkan memberikan dampak positif dan menjadi embrio bagi pengembangan skala yang lebih besar.

Dia mengatakan, Dinas Perikanan akan menerapkan sistem budi daya ikan air tawar model gorong-gorong beton untuk nelayan yang lahannya terbatas. Dengan cara ini, nelayan jadi bisa menempatkan kolam budi daya ikan langsung di depan rumah mereka.

"Di daerah sini, rumah nelayan relatif kecil, tapi dengan gorong-gorong beton mereka bisa budi daya ikan di depan rumah. Tidak perlu kompetensi khusus, yang penting menghasilkan ," papar Soenarto.

Bantuan Perbaikan Mesin

Nelayan Tambak Mulyo Kota Semarang saat sedang memperbaiki alat di tangkap dan memilih libur melaut ketika musim baratan. (Sundara/Inibaru.id)

Selain mengusulkan budi daya ikan air tawar, Pemkot Semarang juga akan membantu memperbaiki perahu nelayan yang terdampak gelombang pasang selama musim baratan, sebagaimana dikatakan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Mengunjungi kawasan kampung nelayan di Tambak Mulyo, Kecamatan Semarang Utara belum lama ini, Agustina mengatakan, ada nelayan yang curhat kepada dirinya tentang perahunya yang karam terhantam gelombang.

"Kapalnya tenggelam. Jadi, nanti kalau (kapal) sudah diangkat, kami akan carikan pembiayaan untuk memperbaiki mesinnya," ungkapnya.

Agar kejadian serupa nggak terulang, Agustina berharap nelayan nggak melaut dulu selama musim baratan. Kemudian, supaya tetap produktif, mereka bisa melakukan budi daya ikan air tawar sebagai alternatif. Ikan yang dibudi daya, dia menyebutkan, menggunakan teknologi biofolk yang adaptif terhadap lahan terbatas.

Pelatihan Keterampilan untuk Perempuan

Selain keterampilan budi daya ikan air tawar. Agustina mengatakan, Pemkot juga akan menginisiasi pelatihan keterampilan untuk perempuan, termasuk istri para nelayan, agar bisa memperoleh penghasilan sendiri. Keterampilan yang ditawarkan di antaranya adalah teknik mengolah kulit kerang dan hasil laut lainnya.

"Mereka (perempuan) akan dibekali pelatihan mengolah kulit kerang dan berbagai hasil laut lain menjadi kerajinan atau produk bernilai ekonomi yang dapat dijual, sehingga mereka bisa punya pendapatan," terangnya.

Dalam waktu dekat, Agustina menambahkan, Pemkot Semarang akan menyediakan koperasi nelayan yang saat ini tengah dalam tahap pembangunan. Meski untuk sekarang belum bisa maksimal, dia berharap inisiasi ini bisa menjadi alternatif bagi nelayan agar terhindar dari praktik lintah darat.

"Pemerintah tidak boleh hanya menunggu laporan di balik meja. Kami harus hadir, melihat realitas di lapangan untuk memastikan masyarakat tidak merasa berjuang sendirian saat menghadapi kesulitan," tukas Agustina.

Semoga upaya Pemkot Semarang untuk meringankan beban dan menjaga stabilitas ekonomi para nelayan ini tepat sasaran ya Gez! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: