BerandaHits
Sabtu, 15 Des 2023 13:04

Kontroversi Peternak di Serang, Jadi Tersangka karena Melawan Pencuri

Muhyani (kanan), ditetapkan jadi tersangka karena melawan pencuri di Serang, Banten. (Kompas/Rasyid Ridho)

Kasus peternak di Serang yang jadi tersangka karena melawan pencuri jadi sorotan banyak pihak. Apakah memang kita nggak boleh melakukan perlawanan kalau ada pencuri?

Inibaru.id – Apes benar nasib Muhyani, seorang peternak yang berdomisili di Serang, Banten. Maksud hati melawan pencuri yang akan mengambil ternak-ternaknya, kini dia malah ditetapkan jadi tersangka oleh polisi karena melawan pencuri tersebut.

Kejadian ini sebenarnya sudah sangat lama, yaitu pada 23 Februari 2023. Kala itu, laki-laki berusia 58 tahun itu memergoki Waldi dan Pendi mau mencuri hewan ternaknya. Tatkala Waldi mengeluarkan golok, Muhyani langsung melakukan perlawanan. Dengan gunting, dia menusuk dada Waldi sampai terluka. Sang pencuri akhirnya tewas saat melarikan diri di tengah persawahan.

Meski Muhyani melakukannya untuk membela diri, polisi menetapkannya jadi tersangka atas kasus penganiayaan yang membuat tewasnya seseorang sesuai dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP. Kasus ini pun mendapatkan sorotan banyak pihak, termasuk dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyebut meski penetapan status tersangka kepada Muhyani terkesan nggak adil, kasus ini memang harus diproses di meja hijau. Di persidangan inilah, hakim yang memutuskan apakah Muhyani memang bersalah atau tidak.

“Ini kewenangan hakim untuk menentukan apakah tesangka melakukan pembelaan terpaksa (noodweer) atau pembelaan terpaksa yang melampaui batas (nooedwer exces),” jelas Poengky sebagaimana dilansir dari Kompas, Kamis (14/12/2023).

Polisi sendiri menyebut memiliki alasan kuat menetapkan Muhyani sebagai tersangka. Soalnya, mereka sudah memeriksa delapan orang saksi, termasuk saksi ahli pidana. Penyidik menilai tindakan Muhyani yang menusuk pencuri kambing bukan upaya pembelaan diri karena keselamatannya terancam.

“Saudara M melakukannya pas nggak dalam kondisi terdesak. Dia punya kesempatan melarikan diri dan meminta pertolongan orang lain saat Wahdi mengeluarkan golok, tapi nggak dia lakukan,” ungkap Kapolresta Serang Kota Kombes Sofwan Hermanto.

Ilustrasi: Melakukan perlawanan terhadap pencuri. (Kabarjombang)

FYI aja nih, Muhyani memang punya keahlian bela diri, Millens. Tapi, bukan berarti dia nggak berada dalam kondisi terdesak saat memergoki pencuri. Apalagi, kondisinya sudah kalah jumlah dan satu orang pencuri sudah mengeluarkan golok.

Kalau menilik informasi yang diungkap Hukumonline, (20/9/2012), di Pasal 49 KUHP, ada penjelasan tentang seseorang nggak bisa dihukum jika memang membela diri atau orang lain dalam keadaan darurat saat dirinya atau hartanya dalam ancaman.

Apalagi jika ada ancaman serangan yang sangat dekat dan melawan hukum atas kehormatan kesusilaan, harta benda diri sendiri atau orang lain, dan ancaman atau serangan itu bisa menyebabkan keguncangan jiwa yang hebat.

Nah, jika pembelaan diri sampai membuat orang yang melakukan ancaman tewas, harus ada unsur bahwa pembelaan diri memang sangat diperlukan dan nggak ada jalan lain lagi. Selain itu, pembelaan dilakukan jika memang harus ada kepentingan yang harus dibela atau serangannya (pihak pencuri) saat itu benar-benar mengancam.

Yang pasti, kalau ada pencuri sudah ketahuan dan jumlahnya kalah dari orang yang sudah memergokinya, apalagi sampai nggak melakukan perlawanan, sebaiknya nggak dihakimi, ya, Millens. Kalau sampai dihakimi, yang melakukannya malah bisa jadi tersangka.

Nah, khusus untuk kasus peternak di Serang ini, meski kontroversial, semoga saja pengadilan bisa memberikan keputusan seadil-adilnya. Apalagi terungkap fakta bahwa sebelum Muhyani mengambil gunting, pihak pencuri yang tewas sudah mengeluarkan golok terlebih dahulu.

Hm, tapi kalau menurutmu, apakah pas melihat pencuri sebaiknya melarikan diri dan minta tolong saja atau melakukan perlawanan? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: