Inibaru.id – Di tengah gempuran konten digital, Ketua DPRD Jateng Sumanto justru makin kencang menjaga warisan leluhur. Berkat dedikasinya yang nggak main-main dalam melestarikan wayang kulit, dia baru saja dianugerahi gelar kehormatan sebagai "Satriyo Pelestari Budaya Ringgit Purwo" oleh Paguyuban Dalang Karanganyar.
Gelar spesial ini diserahkan langsung oleh Ketua Paguyuban Dalang Karanganyar, Ki Sulardiyanto Pringgo Carito, di sela-sela pagelaran wayang kulit yang digelar di kediaman Sumanto, Desa Suruh, Tasikmadu, belum lama ini.
Rutin Tanggap Wayang Tiap Selapan
Bukan tanpa alasan gelar itu diberikan. Ki Sulardiyanto menyebut Sumanto sebagai sosok pejabat yang konsisten. Bayangkan, eks Ketua DPRD Karanganyar ini rutin menggelar pentas wayang kulit setiap 35 hari sekali alias selapanan. Mantap banget, kan?
“Beliau ini bukan sekadar pejabat yang menonton, tapi sosok Satriyo yang mengayomi. Pak Manto ini konsisten mengadakan pagelaran wayang kulit setiap selapan. Ini menjadi bukti nyata bahwa beliau memegang teguh jatidiri bangsa,” ujar Ki Sulardiyanto.
Malam itu, warga disuguhi lakon Sadewa Kridha Brata yang dibawakan ciamik oleh dalang Ki Aang Wiyatmoko dan Ki Isna Indra Prasetyo. Ceritanya soal keteguhan hati Sadewa dalam menjalani laku prihatin demi menyelamatkan dunia. Penonton pun rela begadang semalam suntuk demi menyimak aksi sang dalang.
Sumanto sendiri merasa terhormat dengan gelar tersebut. Baginya, penghargaan ini jadi suplemen semangat buat terus nguri-uri budaya Jawa. Ia percaya wayang bukan cuma tontonan yang menghibur, tapi juga tuntunan hidup yang penuh filosofi.
Menariknya, agenda rutin ini juga jadi misi sosial Sumanto buat membantu para seniman lokal agar tetap bisa eksis dan mengasah skill mereka.
"Kegiatan ini akan kami adakan terus, biar para dalang yang belum begitu laku ditanggap jadi laku semua. Kan harus terus latihan agar kemampuan mendalang meningkat," ujar Sumanto.
Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan kalau para dalang dan seniman adalah penjaga moral bangsa. Di era sekarang, dukungan penuh untuk kesenian tradisional hukumnya wajib biar nggak tergerus zaman. (Administrator/E01)
