BerandaHits
Rabu, 20 Mei 2025 09:01

Klarifikasi Eks Menkominfo Budi Arie setelah Disebut Terlibat dalam Kasus Judol

Ilustrasi: Persidangan kasus mafia judol menyebutkan adanya dugaan keterlibatan eks Menkominfo Budi Arie. (Istimewa)

Dugaan keterlibatan eks Menkominfo Budi Arie dalam kasus mafia judol yang tengah memasuki meja hijau dengan tegas dibantah yang bersangkutan. Apa dalih dan bagaimana bentuk klarifikasinya?

Inibaru.id - Nama Budi Arie Setiadi, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang kini menjabat sebagai Menteri Koperasi, mencuat dalam persidangan kasus mafia akses judi online (judol).

Dia disebut memberikan arahan kepada salah seorang terdakwa yakni Adhi Kismanto untuk melakukan perlindungan terhadap laman perjudian agar nggak diblokir.

Informasi ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Rabu, 14 Mei 2025. Empat orang menjadi terdakwa dalam kasus ini, yaitu Zulkarnaen Apriliantony (teman Budi Arie), Adhi Kismanto (pegawai Kemenkominfo), Alwin Jabarti Kiemas (Dirut PT Djelas Tandatangan Bersama), dan Muhrijan alias Agus (utusan direktur Kemenkominfo).

Nama Budi Arie muncul saat jaksa menjelaskan peran Zulkarnaen Apriliantony. Disebutkan bahwa Budi Arie meminta Zulkarnaen untuk merekrut orang yang bertugas mengumpulkan data situs judol. Nggak hanya itu, jaksa juga menyebut Budi Arie mendapat "jatah" dari praktik tersebut.

Surat dakwaan menyatakan bahwa Budi Arie pernah bertemu dengan dua terdakwa, Zulkarnaen dan Adhi Kismanto, di rumah dinas menteri di kompleks Widya Chandra, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 19 April 2025.

Budi Arie Bantah Terima Uang

Merespons pemberitaan tersebut, Budi Arie membantah keras tuduhan bahwa dia menerima 50 persen uang hasil perlindungan situs judi online yang dilakukan oleh sejumlah oknum pegawai Kementerian Kominfo (kini Kementerian Komunikasi dan Digital).

"Itu adalah narasi jahat yang menyerang harkat dan martabat saya pribadi. Itu sama sekali tidak benar," tegas Budi Arie dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/5/2025).

Dia menegaskan bahwa klaim dirinya menerima 50 persen uang dari praktik perlindungan judi online hanyalah hasil "kongkalikong" antartersangka, bukan inisiatif atau permintaannya.

"Jadi, itu omon-omon mereka saja bahwa Pak Menteri nanti dikasih jatah 50 persen. Saya tidak tahu ada kesepakatan itu. Mereka juga tidak pernah memberi tahu. Apalagi aliran dana. Faktanya tidak ada," ujarnya.

Budi Arie bahkan mengklaim bahwa dirinya justru aktif memberantas situs judol selama menjabat sebagai Menkominfo. "Justru ketika itu saya malah menggencarkan pemberantasan situs judol. Boleh dicek jejak digitalnya," tambahnya.

Kesiapan untuk Membuktikan

Budi Arie dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk membuktikan ketidakterlibatannya dalam kasus mafia judol. (Kemenkop)

Budi Arie juga menyatakan kesiapannya untuk membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses hukum. Menurutnya, ada tiga poin penting yang membantah keterlibatannya:

  1. Para tersangka tidak pernah memberitahunya soal pembagian uang 50 persen. Menurutnya, orang-orang tersebut nggak akan berani bilang langsung kepada dirinya karena tahu bahwa dia justru akan melakukan proses hukum.
  2. Dia mengaku tidak tahu menahu praktik tersebut dan baru mengetahuinya setelah kasus ini diselidiki polisi.
  3. Tidak ada aliran dana dari para tersangka ke dirinya. "Ini yang paling penting. Bagi saya, itu sudah sangat membuktikan," tegasnya.

Budi Arie berharap publik tidak terjebak dalam narasi negatif dan meminta penegak hukum bekerja secara profesional untuk menyelesaikan kasus ini.

Projo Bela Budi Arie: Ini Framing Jahat!

Sebelumnya, bantahan atas keterlibatan Budi Arie dalam kasus ini telah lebih dulu dilontarkan oleh organisasi Projo. Sekretaris Jenderal DPP Projo Handoko meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan dan memeriksa fakta secara utuh.

"Saya menanggapi agar berita tersebut tidak menjadi bahan framing jahat atau bahkan persepsi liar bahwa Budi Arie Setiadi, yang juga Ketua Umum DPP Projo, terlibat dan menerima sogokan duit haram judi online," kata Handoko pada Minggu, (18/5).

Dia menekankan bahwa surat dakwaan tidak menyebutkan Budi Arie mengetahui atau menerima uang sogokan tersebut. Faktanya, dia menambahkan, Budi Arie tidak tahu soal pembagian sogokan itu, apalagi menerimanya baik sebagian maupun keseluruhan.

Handoko menuding isu ini sengaja dikembangkan untuk merusak citra Budi Arie, lalu digabungkan dengan informasi-informasi yang nggak berkaitan dengan inti permasalahan. Tujuannya, agar khalayak mengikuti atau mengamini kemauan aktor pembuat framing.

"Hormati proses hukum yang sedang berjalan!" tegas Handoko. "Stop narasi sesat dan framing jahat untuk mendiskreditkan siapa pun, termasuk bagi Budi Arie Setiadi."

Saat ini proses persidangan kasus ini masih berlangsung. Masyarakat juga sebaiknya nggak mudah tersulut dengan narasi yang mungkin menyudutkan salah satu pihak serta menghindari spekulasi yang tidak berdasar. Kita boleh bereaksi keras jika putusan sudah ditetapkan. Sepakat, Millens? (Siti Khatijah)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: