BerandaHits
Selasa, 5 Mei 2025 14:45

Kena Mental dan Jadi Sasaran Kekerasan Seksual, Nasib Perempuan Jadi Korban Terbanyak Pinjol Ilegal

Perempuan jadi korban terbanyak pinjol ilegal. (iStock/Yongyuan)

Menurut data Komnas Perempuan, sebagian besar korban pinjol ilegal adalah perempuan. Nggak hanya diteror habis-habisan, banyak yang sampai jadi korban kekerasan seksual lo. Salah satu korban menceritakan pengalamannya terkait hal ini.

Inibaru.id - Meski kejadiannya sudah berlalu 2 tahun yang lalu, Zafira Handayani masih ingat betul nasib malang yang dia alami gara-gara pinjaman online (pinjol) ilegal. Lantaran nggak cermat saat melakukan peminjaman uang, dia diteror habis-habisan oleh debt collector dan bahkan terpikir untuk bunuh diri.

Awalnya, Zafira meminjam uang yang terus berbunga hingga Rp15 jutaan. Sebagai pelayan restoran dengan gaji nggak sampai UMR, angka itu tentu sangatlah besar. Apalagi, jika nggak kunjung dibayar, bunganya terus naik sehingga membuatnya makin panik.

"Untungnya ada keluarga yang mau meminjamkan uang dan bernegosiasi dengan debt collector-nya agar bunganya dihapus. Meski dengan teror luar biasa, saya akhirnya melunasi sejumlah uang tersebut," ceritanya pada Senin (5/5/2025).

Terornya adalah panggilan telepon yang datang berkali-kali saat bekerja, saat beristirahat, dan waktu lain. Data ponselnya yang sudah tersedot tatkala mendaftar pinjol membuat debt collector bahkan ikut-ikutan menelepon atau mengirim pesan WA dan SMS ke teman-teman dan keluarganya dengan isi memaksa Zafira harus segera menyelesaikan utang.

"Yang ngeri, ada yang ngirim fotoku diedit jadi gambar porno gitu. Walau jelas banget editannya, tetap bikin mental kena. Beneran kapok banget saya sama pinjol," lanjutnya.

Dia mengaku terpaksa meminjam uang di pinjol karena terdesak kebutuhan membayar tagihan dan mengira bakal bisa menyelesaikannya begitu gajian tiba. Sayangnya, dia nggak cermat membaca soal bunga yang dikenakan. Sempat mengabaikannya, dia panik karena terus ditagih debt collector dengan teror yang mengerikan. Dari situlah, selama kurang lebih 1 bulan, dia kelimpungan dengan masalah ini.

Kebanyakan korban pinjol adalah perempuan

Banyak korban pinjol ilegal terkena mentalnya sampai pengin bunuh diri. (Pixabay)

Zafira hanyalah satu dari sekian banyak perempuan yang jadi korban pinjol, khususnya pinjol ilegal di Indonesia. Kebanyakan motif mereka terpaksa meminjam ke sana nggak jauh beda, yaitu karena mencoba mengatasi kebutuhan mendesak.

"Yang lebih banyak jadi korban malah perempuan yang sudah menikah, mereka meminjam karena terdesak kebutuhan keluarga, bukan untuk kebutuhan konsumtif," ungkap Wakil Ketua Komnas Perempuan Sondang Frishka Simanjuntak pada Senin (28/4/2025).

Apa yang diungkap Sondang sesuai dengan data Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Per 1 Januari sampai 31 Maret 2025 saja, setidaknya ada 1.081 korban pinjol ilegal dengan presentase 61 persen di antaranya adalah perempuan.

Sudah jatuh tertimpa tangga, nggak hanya dikejar-kejar debt collector sampai sakit mental, ada yang jadi korban kekerasan seksual sebagaimana yang diceritakan Zafira.

"Ada yang sakit, jadi korban KDRT, korban kekerasan seksual, dan banyak yang pengin bunuh diri," lanjut Sondang.

Melihat masih tingginya kasus pinjol ilegal di Indonesia, Komnas Perempuan pun berharap Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KemenPPPA) membentuk unit siaga bagi korban pinjol, khususnya bagi kalangan perempuan sebagai tempat di mana mereka bisa mengadu jika sampai terjerat masalah ini.

Lebih dari itu, Sondang juga meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) lebih ketat dalam melakukan pengawasan sehingga nggak ada lagi layanan pinjol ilegal yang berkeliaran dan mencari korban baru.

Yap, meski nggak sebanyak atau seheboh beberapa tahun lalu, tetap saja, korban pinjol ilegal masih banyak yang muncul. Semoga saja masalah ini bisa segera diatasi, ya, Millens? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: