BerandaHits
Sabtu, 16 Jan 2026 13:01

Kembali Didera Banjir, Warga Desa Wonorejo Memilih Bertahan di Rumah

Kondisi banjir di Desa Wonorejo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. (Inibaru.id/ Sekarwati)

Sebagaimana sebagian wilayah pantai utara Jawa Tengah yang banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama sepekan terakhir, beberapa titik di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, juga setali tiga uang. Namun, hingga kini warga memutuskan untuk bertahan di rumah.

Inibaru.id – Hujan deras yang mendera sebagian besar pantai utara Jawa Tengah dalam sepekan terakhir telah mengakibatkan banjir di sejumlah titik, termasuk di Kabupaten Demak. Salah satunya di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar.

Tingginya curah hujan membuat sungai dan saluran pembuangan di desa yang berdekatan dengan Kabupaten Kudus itu nggak mampu menampung air. Berdasarkan pantauan di lapangan, hujan dengan intensitas lebat disertai angin mengakibatkan genangan di jalan, bahkan hingga masuk rumah warga.

Nizam Khaerun, warga Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo mengatakan, banjir berasal dari limpasan air dari sungai di depan kampung yang bermuara ke Sungai Sipon. Dia menyebut, sungai mulai meluber pada Kamis (8/1/2026) dan terus menggenangi permukiman hingga masuk rumah pada Sabtu (10/1).

“Berhari-hari hujan terus, air semakin tinggi dan masuk rumah. Apalagi rumah-rumah yang bangunananya rendah, itu kemasukan air duluan sampai sekarang,” kata dia.

Ketinggian Air Terus Bertambah

Seorang warga menunjukkan ketinggian air di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Demak. (Inibaru.id/ Sekarwati)

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, ketinggian air di Demak mencapai 20-70 sentimeter. Sementara, di wilayah permukiman warga setinggi 10-15 sentimeter. Data itu terus menunjukkan tren kenaikan debit air dari hari ke hari.

Sepekan terakhir, ribuan keluarga tercatat terdampak langsung bencana banjir tersebut. Selain itu, akses transportasi di beberapa titik terputus, kantor layanan sosial jadi terhambat, dan sekolah terpaksa diliburkan.

Kepala TK Bina Putra 1 Wonorejo, Siti Arofah mengatakan, sekolahnya terpaksa diliburkan karena terdampak banjir. Dia telah meminta siswa untuk belajar di rumah karena akses menuju sekolah tergenang air cukup tinggi. Walaupun begitu, pihaknya mengaku tetap memantau kegiatan belajar siswa.

“Kami kan masih ada MBG, jadi orang tua masih datang ke sini. Kami bisa tahu kabar anaknya bagaimana, kondisinya gimana,” terangnya.

Warga Belum Mengungsi

Warga Desa Wonorejo masih bertahan di rumah meski banjir setinggi 60 sentimeter. (Inibaru.id/ Sekarwati)

Sedikit informasi, akses menuju sekolah yang tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 30-50 sentimeter memang nggak memungkinkan anak untuk berangkat sekolah karena bisa membahayakan mereka. Bahkan, sejumlah warga pun mulai mengeluhkan sulitnya akses tersebut.

Kendati begitu, hingga kini belum ada warga Wonorejo yang memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, sebagaimana dikatakan Sugondo, Ketua RT 3 Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo. Dia mengungkapkan, warga di tempatnya memang sudah cukup sering terdampak banjir.

"Warga baru akan mengungsi apabila kondisi semakin parah. Kalau seperti ini, mereka memilih tinggal di rumah," sebutnya. "Meski begitu, kami tetap berharap ada bantuan dan penangan serius dari pemerintah daerah, agar kejadian ini tidak terulang kembali."

Baik-baik, Warga Wonorejo! Kalau situasi mulai membahayakan, segera mengungsi ya, Gez! (Sekarwati/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

11 Jan 2026

Waroeng Sate Pak Dul Tjepiring, Tempat Makan yang Juga Museum Mini

11 Jan 2026

Bahaya yang Mengintai saat Anak Terlalu Cepat Diberi Gawai

11 Jan 2026

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

11 Jan 2026

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

11 Jan 2026

Musim Hujan Bikin Para Ibu Gampang Capek dan Baperan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

11 Jan 2026

Menilik Keindahan Curug Merak di Kabupaten Temanggung

12 Jan 2026

Cara Naik Kereta 36+3 di Jepang yang Santai dan Kaya Pemandangan Indah

12 Jan 2026

Belenggu Musim Baratan bagi Nelayan; Gagal Melaut dan Terjerat Lintah Darat

12 Jan 2026

Koperasi hingga Budi Daya Ikan, Upaya Pemkot Bantu Nelayan Semarang hadapi Paceklik

12 Jan 2026

3 Kode dari Tubuh Kalau Kamu Alami Intoleransi Gluten!

12 Jan 2026

Akses Jalan Mulai Terbuka, Desa Tempur Jepara Perlahan Bangkit Pascalongsor

12 Jan 2026

'Project Y', Film Korea Terbaru yang Duetkan Aktris Papan Atas Korea Han So-hee dan Jun Jong-seo

13 Jan 2026

Cerita Legenda Puncak Syarif di Gunung Merbabu

13 Jan 2026

Merti Sendang Curug Sari dan Kampanye 'Nggodog Wedang' Warga Pakintelan Semarang

13 Jan 2026

In This Economy, Mengapa Orang Masih Berburu Emas meski Harga Sudah Tinggi?

13 Jan 2026

Riset Ungkap Kita Sering Merasa Kebal dari Dampak Perubahan Iklim

13 Jan 2026

Bolehkah Makan Malam Cuma Pakai Buah?

13 Jan 2026

Sebenarnya, Boleh Nggak Sih Merokok di Trotoar Kota Semarang?

14 Jan 2026

Paradoks Memiliki Anak di Korea, Dianggap Berkah Sekaligus Kutukan Finansial

14 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: