BerandaHits
Rabu, 1 Mei 2018 16:45

Jadi Buruh atau Pengusaha, Semua Ada di Tangan Pemuda

Para lulusan mahasiswa yang akan memasuki dunia pekerjaan. (Arifrizal.wordpress.com)

Kaum "millenials" memiliki pandangan tersendiri mengenai buruh dan pekerjaan. Seperti apa ya?

Inibaru.id – Buruh kerap kali dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Mereka mengasosiasikan buruh dengan orang-orang yang memiliki “pekerjaan kasar”. Padahal, buruh adalah setiap orang yang bekerja dan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Bahkan, pada UU yang sama, buruh disejajarkan dengan pekerja.

Namun, masyarakat tetap saja mengangap kata buruh lebih rendah dari kata pekerja. Coba saja dicermati, untuk menyebut orang yang bekerja di pabrik, masyarakat lebih sering menggunakan kata buruh pabrik. Sementara itu, orang yang bekerja di kantor baik di level rendah hingga tinggi kecuali bos disebut pekerja kantoran.

Kendati begitu, nggak bisa dimungkiri sebagian besar masyarakat Indonesia berprofesi sebagai buruh, mulai buruh pabrik sampai buruh “berdasi”. Hal ini menandakan, peluang kerja sebagai buruh sangat terbuka lebar.

Nah, kaum millenials memiliki tanggapan yang berbeda-beda mengenai hal tersebut. Sebagian ada yang menjatuhkan pilihan sebagai buruh. Sebagian yang lain justru menolak menjadi buruh dan memilih membuka usaha secara mandiri. Namun, ada juga yang memilih keduanya.

Rizky Karunia Dhea, salah seorang yang memilih opsi ketiga. Perempuan yang kini masih berstatus mahasiswa itu mengungkapkan dirinya nggak masalah bila nantinya bakal menjadi buruh. Selain itu, dia juga mempunyai keinginan untuk membuka usaha secara mandiri.

“Kalau saya sih, mau jadi buruh atau nggak itu nggak masalah, yang penting saya bekerja sesuai dengan passion saya. Selama itu passion saya ya fine-fine saja,” ujar perempuan yang akrab disapa Dhea ini.

Menurut Dhea, hal yang berpengaruh untuk menentukan pekerjaannya nanti adalah pendidikan. Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan strata 1 itu juga menambahkan, bekal pendidikan itu harus dimaksimalkan agar biasa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginannya.

Lain Dhea, lain Dicky. Pemilik nama lengkap Dicky Pur Cahyono itu nggak mau menjadi buruh. Dia memilih mendirikan usaha secara mandiri agar bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di sekitarnya.

“Saya pengin jadi pengusaha, selain bisa membiayai hidup ya bisa mempekerjakan orang lain juga. Jadi, lebih berguna sih,” ujar mahasiswa Universitas 17 Agustus Surabaya itu.

Memiliki latar pendidikan hukum, Dicky lantas pengin menjadi seorang notaris. Dengan pekerjan itu, dia bisa memberdayakan orang lain.

Namun, untuk mencapai hal itu, saat ini Dicky bekerja di salah satu koperasi di Surabaya. Dia mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk mendirikan usaha kelak.

Yap, di era modern seperti saat ini, peluang kerja memang sangat terbuka lebar, Millens. setiap orang bebas menentukan pekerjaan yang bakal dia geluti. Pekerjaan pun kini lebih variatif. Kamu bisa bekerja di perusahaan/instansi yang ada atau mendirikan usaha baru dengan ide-ide yang segar. Selamat menentukan masa depan, Millens. (Hayyina Hilal/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: