BerandaHits
Senin, 23 Feb 2025 06:28

Haruskah Ikut Campur Jika Teman Mengalami Kekerasan dalam Hubungan?

Apa yang harus dilakukan ketika mengetahui teman mendapat tindak kekerasan pasangannya? (via Alodokter)

Pernahkah kamu di posisi melihat teman mengalami kekerasan oleh pasangannya, tapi bingung apa yang harus dilakukan?

Inibaru.id - Ketika mengetahui teman mengalami kekerasan dalam hubungan, kita mungkin dihadapkan pada dilema: apakah harus segera ikut campur atau menunggu hingga mereka berbicara lebih dulu? Kekerasan dalam hubungan, baik fisik maupun emosional, bukanlah perkara sepele.

Di sisi lain, menutup mata bisa membuat korban semakin terjebak, sementara ikut campur tanpa pertimbangan bisa memperburuk keadaan. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan?

1. Jangan Langsung Menghakimi

Jika melihat tanda-tanda teman mengalami kekerasan, hindari langsung menuding atau menyalahkan mereka. Banyak korban yang tetap bertahan dalam hubungan karena alasan kompleks, seperti tekanan emosional, finansial, atau bahkan rasa takut terhadap pasangan mereka.

2. Beri Ruang dan Dukungan

Sebagian korban mungkin belum siap untuk berbicara. Daripada memaksa, tunjukkan bahwa kita adalah tempat yang aman untuk berbagi. Kalimat seperti "Aku di sini kalau kamu butuh seseorang untuk bicara" bisa lebih efektif daripada mendorong mereka untuk segera bertindak.

3. Bantu Mereka Menyadari Situasi

Jika teman tampak tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dalam hubungan yang berbahaya, ajak mereka berdiskusi secara perlahan. Misalnya, tanyakan bagaimana perasaan mereka tentang hubungan tersebut dan apakah mereka merasa aman serta bahagia.

4. Tawarkan Bantuan Nyata

Jika teman sudah mulai terbuka, tanyakan apakah mereka butuh bantuan, seperti mencari tempat aman, berkonsultasi dengan profesional, atau melaporkan kejadian tersebut. Hindari memaksa mereka mengambil keputusan tertentu, tetapi beri informasi yang bisa membantu mereka berpikir jernih.

5. Segera Bertindak Jika Situasi Darurat

Jika mengetahui teman berada dalam bahaya langsung, seperti mengalami kekerasan fisik yang membahayakan nyawa, segera cari bantuan. Hubungi pihak berwenang atau cari cara untuk mengevakuasi teman ke tempat aman, tentunya dengan mempertimbangkan keselamatan mereka.

Ada Kalanya Mereka Menyangkal

Bagaimana jika mereka menyangkal? (Shutterstock)

Situasi mungkin bertambah rumit jika mereka mengelak telah menjadi korban kekerasan. Jika teman kita mengelak atau menyangkal, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan tanpa membuat mereka merasa terpojok atau semakin menutup diri.

1. Jangan Paksa, Tapi Tetap Ada untuk Mereka

Sangat mungkin teman kita belum siap mengakui bahwa mereka mengalami kekerasan, baik karena rasa takut, malu, atau bahkan karena masih mencintai pasangannya. Jika mereka mengelak, jangan memaksa atau terus menekan mereka untuk mengaku. Sebaliknya, tunjukkan bahwa kita tetap peduli dan ada untuk mereka kapan pun mereka butuh.

2. Perhatikan Bahasa Tubuh dan Tanda-Tanda Lainnya

Meski mereka berkata "Aku baik-baik saja," coba perhatikan apakah ada tanda-tanda lain, seperti luka yang tidak masuk akal, perubahan perilaku drastis, atau ketakutan berlebihan saat pasangannya disebutkan. Tanda-tanda ini bisa menjadi bukti bahwa mereka mungkin sedang menyangkal atau berusaha menyembunyikan sesuatu.

3. Tanyakan dengan Cara yang Lebih Halus

Daripada bertanya langsung "Apakah dia menyakitimu?", cobalah cara yang lebih lembut seperti:

"Aku perhatikan akhir-akhir ini kamu terlihat lebih murung, ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan?"

"Aku di sini kalau kamu butuh tempat untuk berbagi, kamu nggak sendirian."

Kadang, dengan pendekatan yang lebih empati, mereka akan lebih nyaman untuk berbicara.

4. Jangan Meremehkan atau Menghakimi

Jika mereka berkata, "Dia nggak sengaja, aku juga yang salah," hindari meremehkan atau menyalahkan mereka. Banyak korban yang nggak sadar bahwa mereka sedang berada dalam hubungan beracun. Daripada berkata "Kamu bodoh kalau masih bertahan," lebih baik katakan, "Kamu pantas diperlakukan dengan baik, kalau ada yang bikin kamu sakit hati atau takut, itu bukan salahmu."

5. Tetap Dekat dan Jangan Menjauh

Mungkin mereka belum siap untuk mengaku sekarang, tapi jika kita tetap ada di sekitar mereka, suatu hari nanti saat mereka siap, mereka akan tahu harus ke siapa meminta bantuan. Jangan sampai kita malah menjauh karena merasa kesal atau frustasi atas penyangkalan mereka.

6. Siapkan Bantuan Jika Dibutuhkan

Walaupun teman kita belum mengaku, tetap siapkan informasi dan bantuan yang mungkin mereka perlukan suatu saat nanti. Misalnya, informasi tentang layanan bantuan bagi korban kekerasan, nomor kontak lembaga yang bisa membantu, atau bahkan tempat aman jika mereka butuh kabur dari situasi berbahaya.

Mengetahui teman mengalami kekerasan bukan berarti kita harus diam dan menunggu mereka berbicara lebih dulu, Millens. Yang terpenting, pastikan teman kita tahu bahwa mereka nggak sendirian dan ada jalan keluar dari hubungan yang berbahaya. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: