BerandaHits
Minggu, 18 Nov 2023 09:31

Festival Keadilan; Ajak Masyarakat Memilih Capres yang Peduli Lingkungan

Fertival Keadilan mengangkat tema 'Demak Menolak Tenggelam' digelar di Sanggar Halaman Belajar (SHB) Jalan Sultan Trenggono, Katonsari, Demak, beberapa waktu lalu. (Inibaru.id/ Ayu Sasmita)

Festival Keadilan adalah forum tur yang diadakan oleh YLBHI dalam mengumpulkan suara-suara rakyat pinggiran. Mengangkat tema 'Demak Menolak Tenggelam' YLBHI mengajak masyarakat Kabupaten Demak untuk selalu berjuang melawan krisis iklim di sana.

Inibaru.id - Kondisi iklim yang kian menggerogoti wilayah Kabupaten Demak menjadi pembahasan yang seharusnya tidak berhenti dibicarakan di tingkat lokal saja, melainkan menjadi perhatian serius oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu, siapa pun nanti yang jadi presiden, haruslah sosok yang nggak mengabaikan permasalahan serius ini.

Seperti yang sudah kita tahu, KPU RI telah menetapkan tiga pasangan capres dan cawapres, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sebagai calon pemilih, kita harus jeli dalam membedah visi misi mereka.

Festival Keadilan yang diselenggarakan di Sanggar Halaman Belajar (SHB) Jalan Sultan Trenggono, Katonsari, Demak beberapa hari lalu mencoba mengangkat isu tersebut. Pada kesempatan itu, hadir beberapa narasumber diantaranya Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), tokoh masyarakat, aktivis Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan aktivis nelayan perempuan. Mereka mengajak warga setempat berkumpul dan bekolektif merefleksikan kondisi di Demak.

Dirut YLBHI Asfinawati mengatakan, permasalahan lingkungan yang terjadi di Demak seharusnya menjadi komitmen politik nasional untuk menyelamatkan warga. Salah satunya dengan mengurangi proyek strategis nasional.

Ia menilai, hubungan politik dengan pembangunan memiliki keterikatan kuat. Hukum menjadi produk pemerintah oligarki dalam mengeksploitasi sumber daya alam dan lingkungan. Sehingga penting bagi masyarakat selektif dalam memilih pemimpin yang akan membawa keberlangsungan bangsa untuk lima tahun ke depan.

"Pentingnya momen pilpres ini untuk bertanya kepada para calon presiden, mengenai komitmen melestarikan ekologis," katanya.

Jangan Tergiur Politik Uang

Peserta diskusi dalam Festival Keadilan meliputi masyarakat setempat, aktivis lingkungan, dan mahasiswa di Sanggar Halaman Belajar (SHB) Jalan Sultan Trenggono, Katonsari, Demak. (Ayu Sasmita)

Tidak hanya Asfinawati, dua pemateri lainnya turut menyoroti krisis iklim yang menimpa Demak. Dua diantaranya Koordinator Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Fatia Maulidiyanti dan penulis terkemuka Eko Prasetyo.

Pada kesempatan itu, Fatia mencoba mengajak masyarakat untuk merefleksikan diri dan tidak terbius dengan momen politik. Terutama dengan keberadaan politik uang dan politik identitas masih menjadi alat pada calon dalam mendapatkan banyak suara. Masyarakat akan lebih terdampak dan terkena imbas dari praktek itu.

Untuk itu, dia ingin masyarakat saling bersolidaritas dan menyatukan suara dalam menyuarakan krisis iklim. Melalui suara-suara pinggiran dan kolektif bersama.

"Kita harus bersolidaritas, masalah akan terus terjadi jika tidak kita hentikan," ujarnya.

Begitu pula dengan Eko Prasetyo dalam pemaparannya. Dalam hidup membutuhkan perjuangan untuk melawan ketamakan penguasa. Masyarakat tidak bisa selamanya sengsara karena imbas dari produk-produk pemerintah oligarki.

"Hidup itu berjuang, melawan, dan optimis. Sudah banyak yang susah, mari bersolidaritas. Jika sudah bersama ayo memperjuangkan bersama!" terangnya.

Pertemuan diakhiri dengan foto bersama dan pengambilan gambar kampanye "Demak Menolak Tenggelam." Meskipun membahas persoalan yang berat, masyarakat tampak menikmati dan semakin optimistis dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

Jadi, sekarang kita sudah punya satu kriteria penting dalam memilih calon presiden ya, Millens? Yap, pilihlah tokoh yang aware dengan isu lingkungan! (Ayu Sasmita/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: