BerandaHits
Minggu, 27 Jul 2024 09:30

Etika yang Harus Kamu Tahu saat Berlari di Lintasan

Ilustrasi: Berlari di track memberikan kenyamanan pada pelari, dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi, sehingga sikap tubuh dan kecepatan lari pun dapat terjaga. (Unsplash/jonathanchng)

Ada banyak lintasan lari yang dibuka untuk umum. Meski bersifat umum dan nggak ada biaya masuk, kamu tetap harus mematuhi etika berlari di lintasan agar nggak mengganggu kenyamanan orang lain.

Inibaru.id - Jogging atau lari-lari kecil sekarang ini sudah menjadi pilihan banyak orang untuk meningkatkan kebugaran fisik. Kamu bisa mengagendakan jogging sekali, dua kali, bahkan setiap hari dalam seminggu. Lokasi jogging juga nggak pakem karena bisa kamu lakukan di mana saja.

Tapi, jika ingin nyaman, fokus, penuh konsentrasi, dan kecepatan lari bisa terjaga, maka kamu bisa memilih berlari di lintasan atau trek, Millens. Lari di lintasan membuatmu nggak perlu memelankan kecepatan karena kondisi lalu lintas atau merunduk karena batang-batang pohon dan rintangan lainnya.

Namun, perlu kamu sadari bahwa lintasan bukan dirimu seorang yang menggunakannya. Maka dari itu, ada beberapa etika berlari yang mesti kamu tahu sehingga nggak mengganggu kenyamanan orang lain. Apa saja sih etika berlari di trek yang harus kamu patuhi?

1. Berlawanan Arah Jarum Jam

Aturan yang satu ini termasuk yang paling penting. Kamu harus mengelilingi trek berlawanan arah jarum jam. Meski trek sedang kosong, kamu tetap nggak disarankan untuk berlari searah jarum jam. Kalau di tengah kamu lari ada pelari lain yang datang, mereka bakal kebingungan dengan arah larimu yang kurang sesuai dengan etika.

2. Di Jalur Paling Dalam

Trek lari memiliki banyak jalur yang bisa saja membuatmu bingung. Ternyata etika lari di lintasan yang tepat adalah berlari di jalur yang paling dalam. Jalur terdalam memang dirancang untuk dipakai berlari.

Jalur paling dalam adalah jalur paling kiri jika kamu berlari berlawanan dengan arah jarum jam. Kalau ingin berjalan sejenak untuk istirahat, kamu disarankan menggunakan jalur yang lebih di luar.

Lalu bagaimana kalau jalur paling dalam sudah penuh dan kamu mau lari lebih cepat? Kamu boleh menggunakan jalur yang kedua atau ketiga yang mungkin lebih sepi.

3. Sadari Kemampuan Diri Sendiri

Ilustrasi: Pilih jalur yang sesuai dengan kemampuan lari, jangan memaksakan di luar kemampuan dan malah mengganggu pelari lainnya. (Getlost)

Biasanya, jalur 1 dan 2 atau jalur yang paling dalam digunakan untuk melatih kecepatan. Jadi nggak heran kalau kedua jalur itu diisi para pelari cepat. Jalur 3, 4 dan 5 juga diperuntukkan bagi pelari cepat hingga sedang.

Nah, kalau kamu mau lari santai dengan kecepatan lebih lambat dari pelari kebanyakan yang ada di trek saat itu, maka disarankan menggunakan trek 6, 7 dan 8. Ini berlaku kalau trek lagi ramai dan memang banyak pelari di trek berlatih sesuai etika. Pilih jalur yang sesuai dengan kemampuan lari, jangan memaksakan di luar kemampuan dan malah mengganggu pelari lainnya!

4. Jangan Berhenti Tiba-Tiba

Berhenti tiba-tiba dianggap salah karena berpeluang mengganggu pelari yang lain. Semua jalur di trek dirancang untuk orang yang bergerak, bukan untuk diam saja.

Saat tubuh terasa lelah atau sakit dan harus berhenti, pastikan kamu menepi dulu ke luar trek. Dengan begitu, kamu nggak akan mengganggu pelari lain. Penting untuk menghargai pelari lain dan menjaga kondisi trek supaya tetap nyaman.

5. Nggak Mendengarkan Musik dengan Suara Keras

Boleh saja berlari sambil memakai earphone untuk mendengarkan musik atau podcast favorit, asalkan volume-nya nggak terlalu keras. Jangan sampai saking kerasnya, kamu nggak bisa mendengar apa yang terjadi di sekitar.

Nggak sulit menjunjung tinggi etika lari di lintasan kan, Millens? Dengan tetap menghargai aturan berlari, maka kamu bisa tetap nyaman berlari di tempat yang mumpuni, mendapatkan kebugaran tubuh sesuai harapan, tanpa mengganggu kepentingan orang lain. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: