BerandaHits
Minggu, 2 Jan 2021 09:54

Duh, Produsen Tempe-Tahu di Jakarta Mogok Kerja, Apa Penyebabnya?

Produksi tempe dan tahu di Jakarta mogok kerja. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tergabung Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta memutuskan untuk mogok memproduksi tahu dan tempe. Apa penyebabnya, ya?<br>

Inibaru.id - Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tergabung Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta memutuskan untuk mogok memproduksi tempe dan tahu. Setidaknya, 5000 pelaku usaha akan melakukan mogok kerja sampai 3 Januari 2021.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Puskopti DKI Jakarta Handoko Mulyo di Jakarta, Jumat (1/1/2021). Katanya, aksi itu sebagai bentuk proses terhadap kenaikan harga kedelai dari Rp 7.200 menjadi Rp 9200 per kilogram (kg).

"Mulai hari ini, tanggal 1 Januari 2021 sampai 3 Januari 2021 para pengrajin tempe tahu berhenti produksi," kata Handoko.

Handoko menambahkan, aksi mogok ribuan produsen tahu-tempe itu telah disampaikan melalui surat nomor 01/Puskopti/DKI/XII/2020 yang dikeluarkan Puskopti DKI Jakarta pada 28 Desember 2020.

Mogok kerja sebagai bentuk kenaikan harga yang melonjak tinggi. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>

Selain itu, aksi mogok produksi tahu dan tempe juga telah disampaikan Handoko kepada jajaran pengurus di wilayah Provinsi Jawa Barat. Keputusan untuk menghentikan sementara proses produksi telah disepakati jajaran pengurus Puskopti pada Kamis (31/12).

"Malam Sabtu sampai malam Ahad tanggal 2 Januari 2021 semua tidak berjualan. Malam Senin tanggal 3 Januari 2021 sudah ada penjualan di pasar," ujarnya.

Selain mogok, Puskopti berpesan kepada seluruh anggota untuk menaikkan harga jual tahu dan tempe minimal 20 persen dari harga awal untuk mengantisipasi kerugian.

"Kami juga sudah berkomunikasi dengan jajaran pengurus di Jawa Barat agar kenaikan harga dilakukan secara kompak," katanya.

Selama aksi mogok kerja, seluruh anggota dilarang untuk berbuat anarkis atau melanggar aturan hukum. Apabila ada yang terbukti melakukan pelanggaran, hukum akibat perbuatan itu akan ditanggung sendiri.

Belum jelas apakah aksi mogok yang nggak begitu lama ini bisa kembali menurunkan harga kedelai atau tidak. Selain itu, mungkin nggak ya pasokan tahu dan tempe bakal terganggu? (Rep/IB28/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP 2026

9 Okt 2026

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal hingga 2028

21 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: