BerandaHits
Sabtu, 31 Okt 2025 11:01

Duh, Biaya Pajak Keberangkatan dan Visa ke Jepang Bakal Naik Per 2026

Ilustrasi: Biaya visa ke Jepang bakal naik tahun depan. (Baller)

Pengin menambah pemasukan tapi nggak mau membebani warga, pemerintah Jepang memutuskan untuk menaikkan biaya pajak keberangkatan sekaligus visa ke Jepang mulai 2026. Belum ada kepastian seberapa banyak kenaikan tersebut.

Inibaru.id – Sudah dua tahun Yuliana menabung untuk memenuhi satu impiannya, yaitu bisa berkunjung ke Jepang di musim sakura. Dia berharap bisa melakukannya pada musim semi 2026 nanti. Tapi, belakangan dia dikejutkan dengan adanya kabar bahwa pemerintah Jepang akan menaikkan biaya visa dan pajak perjalanan bagi wisatawan asing yang mau datang ke negara tersebut mulai tahun depan.

Sebagai pekerja yang bergaji UMR Kota Semarang, dia mengaku khawatir kenaikan biaya pajak tersebut bakal membuat impiannya tertunda. Maklum, bukan hal mudah baginya untuk menyisihkan uang setiap bulan demi hal ini.

“Sampai saat ini sih belum ada kabar resmi soal berapa banyak kenaikan pajak keberangkatannya. Takutnya kalau lumayan banyak dan aku harus menata ulang lagi perhitungan pengeluaran untuk main ke Jepang, bisa-bisa malah nggak dapat musim sakuranya,” ucap Yuliana di kantornya di kawasan Jalan Pemuda Kota Semarang pada Kamis (30/10/2025).

Tapi, memangnya ada apa sih kok sampai Jepang mau menaikkan biaya visa dan pajak keberangkatan untuk wisatawan asing?

Kenaikan Pertama dalam 40 Tahun

Dilansir dari Japan Today, pemerintah Jepang menetapkan hal ini sebagai penyesuaian setelah lebih dari empat dekade nggak ada perubahan harga. FYI aja nih, kali terakhir biaya visa Jepang direvisi adalah pada 1978.

Selama ini, visa sekali masuk ke Jepang masih dibanderol sekitar 3.000 yen atau setara Rp350 ribu, sedangkan visa multiple entry berada di kisaran 6.000 yen atau sekitar Rp700 ribu. Nah, pejabat Jepang mengungkapkan bahwa tarif baru nantinya akan disesuaikan dengan standar negara-negara anggota G7 dan OECD, yang dikenal memiliki biaya visa lebih tinggi.

Kenaikan ini disebut tak terhindarkan. Selain karena inflasi yang menekan perekonomian domestik, langkah tersebut juga mencerminkan kebijakan baru pemerintah Jepang yang berusaha menambah pemasukan tanpa membebani warganya sendiri. Alih-alih menaikkan pajak penduduk, wisatawan asing pun jadi target deh

Pajak Keberangkatan Naik, Pendapatan Negara Bertambah

Kenaikan biasa visa dan pajak keberangkatan ke Jepang disebabkan oleh kebijakan pemerintah setempat. (Travelingkejepang)

Selain biaya visa, Jepang juga akan menaikkan departure tax alias pajak keberangkatan. Selama ini, pajak tersebut sudah ditetapkan sebesar 1.000 yen (sekitar Rp 110 ribu) per orang dan otomatis termasuk dalam harga tiket pesawat.

Dengan kenaikan yang sedang disiapkan, pemerintah Jepang memperkirakan tambahan pemasukan bisa mencapai 300 miliar yen per tahun. Dana tersebut rencananya digunakan untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata dan layanan imigrasi.

Sebagai kompensasi bagi warga Jepang, otoritas setempat juga sedang mempertimbangkan untuk menurunkan biaya perpanjangan paspor agar kebijakan ini tak terlalu memberatkan masyarakat domestik.

Pemeriksaan Digital Baru untuk Wisatawan

Tak hanya urusan biaya, Jepang juga bersiap memperkenalkan sistem baru bernama Japan Electronic System for Travel Authorization (JESTA) pada 2028. Sistem ini akan berlaku bagi wisatawan dari negara-negara bebas visa, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Melalui JESTA, calon pelancong wajib mendaftar secara daring dengan mengunggah data paspor serta rincian perjalanan sebelum memasuki Jepang. Sistem ini dibuat untuk memperkuat keamanan dan mempermudah proses imigrasi di bandara.

Meski kebijakan baru ini masih akan berlaku tahun depan, banyak calon wisatawan seperti Yuliana yang mulai menimbang ulang rencana liburannya. “Kalau naiknya masih wajar sih nggak apa-apa. Tapi kalau bedanya jauh, mungkin aku bakal tunda dulu liburannya,” katanya sambil tersenyum pahit.

Ya, bagi pencinta budaya dan kuliner Jepang, 2026 tampaknya akan jadi tahun yang penuh perhitungan sebelum akhirnya bisa melihat sakura bermekaran di Negeri Matahari Terbit. Semoga saja kenaikannya nggak banyak ya, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: