BerandaHits
Minggu, 19 Mar 2022 08:30

Dianggap Sebagai Simbol Maskulin, Rokok Ternyata Pernah Menyasar Konsumen Perempuan, lo

Merokok sejak dulu sudah dilibatkan dalam propaganda bisnis kecantikan dan kesehatan. (Boleh Merokok)

Di Indonesia, merokok sering dianggap sebagai aktivitas yang sangat laki-laki. Padahal, pada zaman dulu, kampanye merokok juga sempat menyasar perempuan dengan propaganda kecantikan, lo.

Inibaru.id – Rokok seringkali dianggap sebagai tanda maskulin seorang laki-laki. Padahal, rokok juga pernah dikampanyekan sebagai tanda kecantikan perempuan, lo. Hal ini terjadi pada 1920-an di Amerika Serikat.

Virginia Slims menjadi pelopor jenama rokok khusus perempuan pada tahun 1968 di San Fransisco, California. Nah, di balik kesuksesan rokok yang ditujukkan untuk perempuan itu adalah Philip Morris, salah satu perusahaan tembakau raksasa dunia.

Philip Morris memang juga berpartisipasi dalam gerakan pembebasan perempuan. Menurut perusahaan ini, perempuan adalah individu yang cerdas, kuat, dan mandiri. Nah, mereka juga mengampanyekan rokok agar bisa jadi bagian kehidupan perempuan dengan ciri-ciri tersebut.

Hanya dalam enam tahun, kampanye ini sukses besar. Jumlah perokok perempuan yang berusia 12 tahun ke atas meningkat hingga 110 persen pada saat itu.

Gaya Hidup Sehat yang Palsu

Kampanye Philip Morris lewat Virginia Slims sayangnya dipenuhi dengan kebohongan, tepatnya dengan memberikan cerita palsu kalau rokok bisa mendukung kesuksesan, kecantikan, dan kemandirian seorang perempuan. Padahal, sebagaimana kita ketahui, rokok tidak baik bagi kesehatan dan bisa membuat pengisapnya mengalami kecanduan.

Sayangnya, pada masa itu, informasi terkait dengan dampak buruk rokok sangatlah minim. Bukannya bisa membuat perempuan semakin cantik dan membantu menjaga berat badan sebagaimana dalam kampanye rokok pada zaman itu, sebenarnya para perokok perempuan malah rentan terkena berbagai masalah kesehatan.

Cetakan iklan rokok Virginia Slims pada tahun 1982. (Etsy)

J.P Pierce dan timnya dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) berjudul Smoking initiation by adolescent girls, 1944 through 1988. An association with targeted advertising yang dirilis pada 1994 menuliskan bahwa industri tembakau memang sempat menargetkan perempuan di negara berkembang. Maklum, di negara-negara tersebut, pemahaman seputar bahaya tembakau masih minim.

Nah, selain Phillip Morris dengan Virginia Slims, ada jenama lain yang ikut-ikutan menargetkan konsumen perempuan, yakni Camel No.9 dari perusahaan rokok Camel. Kalau yang ini, baru muncul pada 2006 lalu dengan branding rokok khusus bagi kaum hawa. Saking seriusnya promosi rokok ini, Camel sampai menyiapkan dana pemasaran dan promosi sampai 50 juta US Dollar, lo.

Camel No 9 punya kemasan yang menarik bagi kaum hawa karena dihiasi dengan warna pink atau teal di bagian logo. Nah, promosinya juga di majalah-majalan perempuan terkemuka seperti Vogue, Glamour, In Style, dan Cosmopolitan.

Perokok Wanita di Indonesia

Nggak hanya di luar negeri, lo. Ternyata, kampanye rokok untuk kaum perempuan juga sempat terjadi di Indonesia. Meski begitu, dampak kampanye ini nggak sekuat bagi kaum laki-laki. Bahkan, sampai sekarang, rokok seperti menjadi salah satu simbol kejantanan laki-laki.

Hal ini dibuktikan oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019-2021. Jumlah perokok perempuan Indonesia dengan usia kurang dari 18 tahun menurun dari 0,15 persen ke 0,09 persen. Dengan rentang usia yang sama, penurunan juga terjadi pada perokok laki-laki. Hanya, penurunannya baru dari 7,39 persen ke 7,14 persen.

Kini, di Indonesia justru marak kampanye bahaya merokok, khususnya bagi generasi muda agar mereka nggak tertarik untuk mencobanya. Kalau yang sudah tua atau dewasa dan sudah merokok sejak lama, agak susah karena mereka sudah kadung kecanduan, ya?

Omong-omong, kamu masih sering melihat perokok perempuan di Indonesia nggak, nih, Millens? (Nat, Tob, Bps/IB31/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: