BerandaHits
Jumat, 7 Nov 2019 10:51

Dianggap Merekayasa Kasus Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan Dilaporkan ke Polisi

Novel Baswedan. (Rommy Pujianto/Media Indonesia)

Politisi PDI-P, Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan ke polisi. Dewi Menganggap Novel merekayasa kasus penyiraman air keras yang dialaminya.

Inibaru.id – Politikus PDI Perjuangan, Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya dengan dugaan menyebarkan berita bohong lewat media elektronik. Dewi menyebut penyidik KPK ini merekayasa kasus penyiraman air keras yang dialaminya pada 11 April 2017 silam.

Kompas, Rabu (6/11/2019) menulis, Dewi menganggap kasus ini penuh dengan kejanggalan.

“Banyak sekali yang janggal dari kasus ini. Nggak hanya rekaman CCTV, bentuk luka, perban yang ada di kepala, tapi yang mengalami masalah malah mata,” ungkap Dewi di Polda Metro Jaya pada Rabu (6/11).

Dewi juga menyebut kondisi Novel sangat berbeda dengan korban siraman air keras lainnya.

“Orang yang tersiram air keras reaksinya akan langsung terduduk atau jatuh berguling, bukannya tetap berdiri. Di rekaman nggak ada reaksi ini,” lanjut Dewi.

Dewi bahkan menuding Novel merekayasa luka pada matanya karena di kulit wajahnya tidak mengalami dampak air keras.

“Faktanya kan kulit Novel nggak apa-apa, hanya matanya,” ujarnya.

Tak hanya melaporkan ke polisi, Dewi juga nggak percaya dengan hasil rekam medis yang berasal dari rumah sakit di Singapura tempat Novel dirawat. Untuk itu dia meminta dokter untuk mengungkap hasil rekam medis penyidik KPK tersebut.

Menanggapi hal ini, pihak PDI-P, Hasto Kristiyanto memberikan klarifikasinya. Menurut Sekjed PDI-P ini, tindakan Dewi merupakan atas nama pribadi dan nggak terkait sama sekali dengan partai.

“Dia memang salah satu caleg kami tapi tindakan ini nggak terkait dengan partai. Nggak ada instruksi partai untuk melakukan pelaporan ini,” ucap Hasto.

Sementara itu, KPK langsung melakukan pembelaan terhadap Novel.

“Konferensi pers dari Polri saja sudah jelas menyebut seperti apa jenis dan dampak dari air keras yang disiramkan pada Novel. Novel itu korban, jangan dituduh yang nggak-nggak begini,” ucap Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah.

Semoga kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum dan jangan sampai berlarut-larut ya, Millens! (IB09/E06)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: