BerandaHits
Rabu, 2 Sep 2025 21:02

Diam di Dasar Laut, Spons Simpan Rahasia Antikanker

Spons laut menyimpan potensi obat antikanker. (The Daily ECO)

Meski tampak sederhana dan sering disangka tumbuhan, spons laut ternyata menyimpan potensi luar biasa. Hewan purba ini mampu menghasilkan senyawa bioaktif yang bisa membuka jalan bagi penemuan obat-obatan penting, termasuk antikanker.

Inibaru.id -Kalau kamu pernah snorkeling atau melihat dokumenter bawah laut, mungkin pernah melihat makhluk berbentuk tabung, vas, atau gumpalan berwarna cerah yang diam saja menempel di batu karang.

Banyak orang mengira itu tumbuhan laut. Padahal, ia adalah hewan spons, makhluk multiseluler paling primitif di bumi yang justru menyimpan potensi besar untuk masa depan manusia.

Dalam dunia biologi, spons masuk dalam Phylum Porifera, yang berarti “pembawa pori.” Tubuhnya memang penuh lubang kecil tempat air laut masuk dan keluar. Hewan ini nggak punya organ maupun jaringan sejati seperti hewan pada umumnya. Meski sederhana, mereka punya peran penting di ekosistem laut.

Spons hidup menempel di karang, batu, atau dasar laut. Cara makannya unik, yakni sebagai filter feeder. Air laut yang mengandung plankton, bakteri, dan partikel organik disedot lewat pori-porinya, lalu disaring oleh sel khusus bernama koanosit. Bayangkan, satu spons berukuran sekitar satu meter bisa menyaring ribuan liter air per hari! Nggak heran kalau mereka disebut pembersih alami laut.

Keunikan spons nggak berhenti di situ. Mereka juga menghasilkan senyawa bioaktif untuk bertahan hidup. Senyawa ini terbukti punya sifat antibakteri, antivirus, hingga antikanker.Hal inilah yang membuat Prof. Dr. rer. nat. Edwin Setiawan, Guru Besar ITS, menaruh perhatian besar pada hewan purba ini.

Menurutnya, Indonesia yang kaya akan biodiversitas laut punya peluang besar memanfaatkan spons untuk dunia farmasi. “Kemampuan spons menghasilkan senyawa kimia bisa dimanfaatkan sebagai bahan antikanker,” tegasnya.

Tantangan: Jangan Sampai Punah Sebelum Dikenal

Sayangnya, Indonesia lambat untuk memanfaatkan biota laut ini. (Mongabay)

Sayangnya, Indonesia masih tertinggal dalam bioprospeksi, sebuah upaya mengenali dan meneliti potensi spons. Minimnya identifikasi membuat banyak spesies belum terdokumentasi dengan baik. Akibatnya, kita berisiko kehilangan spesies spons sebelum sempat diteliti. Padahal, bisa jadi di dalam tubuh spons itu tersimpan senyawa berharga yang mampu menyembuhkan penyakit mematikan.Karena itu, Prof. Edwin mendorong riset lebih serius dan masif.

Selain demi ilmu pengetahuan, penelitian ini juga menyimpan peluang ekonomi besar bagi Indonesia.Spons laut mungkin terlihat sederhana, diam, dan tak banyak bergerak. Tapi di balik tubuhnya yang penuh pori, tersimpan rahasia yang bisa jadi kunci bagi dunia medis dan farmasi. Indonesia, dengan laut yang luas, punya modal besar untuk mengungkap misteri hewan purba ini.

Pertanyaannya, apakah kita mau bergerak cepat sebelum terlambat, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: