BerandaHits
Rabu, 12 Sep 2023 11:49

Deteksi Calon Pasangan yang Berpotensi Melakukan KDRT Setelah Menikah

Ilustrasi: Kasus KDRT yang memakan korban jiwa. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Dalam beberapa pekan belakangan, muncul kasus KDRT yang memakan korban jiwa. Yang lebih memilukan, kasus KDRT di Indonesia juga cenderung meningkat dalam 18 bulan terakhir. Harus bagaimana ya agar bisa mendeteksi calon pasangan yang berpotensi melakukan KDRT?

Inibaru.id – Belum hilang kegeraman masyarakat atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menewaskan AA (22) warga Sendangguwo, Kota Semarang pada 28 Agustus 2023 lalu, muncul kembali kasus KDRT yang memakan korban jiwa. Nando (25), warga Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi membunuh istrinya Mega Suryani Dewi (24) pada Kamis (7/9/2023).

Yang lebih memilukan, sang istri sempat melaporkan kasus KDRT beberapa bulan sebelumnya ke polisi namun entah bagaimana keduanya bisa kembali tinggal serumah. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Mega juga mengungkap curahan hatinya terkait dengan kasus KDRT yang dia alami di media sosial.

“Beberapa bulan sebelum kejadian ini, Mega sudah sempat alami KDRT dan membuat pengaduan ke kantor polisi. Sudah visum juga. Tapi entah bagaimana bisa satu rumah lagi. Kabar terakhir yang saya tahu, Kamis malam Mega kerja dan suaminya ngojek. Kayaknya pas pulang cekcok dan tetangga sempat dengar Mega teriak ‘gue capek bayarin utang lu’ terus ada suara tembok dan kemudian hening,” ungkap kakak Mega, Deden sebagaimana dilansir dari Detik, Selasa (12/9).

Kasus KDRT Meningkat

Kasus Mega dan AA yang jadi korban tewas akibat KDRT bisa diibaratkan puncak gunung es dari maraknya kasus KDRT di Indonesia. Kalau menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), per Senin (4/9), dalam 18 tahun belakangan, ada 15.921 kasus kekerasan dengan korban kaum perempuan. Sebagian besar kasus kekerasan tersebut adalah KDRT.

“Sekarang yang penting adalah bagaimana para korban ini mau speak up, mau bicara agar bisa mendapatkan bantuan serta pertolongan untuk mengatasi trauma. Selain itu, pelakunya harus bisa diberi efek jera,” ujar Asisten Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan dalam Rumah Tangga dan Rentan, Eni Widiyanti menanggapi tingginya kasus kekerasan ini sebagaimana dikutip dari Beautynesia, Selasa (5/9).

Pentingnya Mengenal Calon Pasangan

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kasus KDRT adalah mengenali pasangan lebih baik sebelum menikah. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Lebih dari itu, sejumlah pihak juga kini meminta banyak anak muda, khususnya yang akan menikah, untuk nggak terlalu dibutakan rasa cinta dan mengenali pasangannya lebih dalam. Jadi, mereka bisa tahu apakah nantinya partner seumur hidupnya berpotensi melakukan KDRT atau tidak.

Yang harus kamu tahu, tabiat buruk bukan jadi kekurangan yang harus bisa kamu terima. Tapi kenyataannya, menurut pakar kesehatan psikologi klinis dan forensik Surabaya Riza Wahyuni, masih banyak anak muda yang berpikir jika tabiat calon pasangan bisa berubah setelah menikah atau punya momongan. Pola pikir ini harus diubah.

“Banyak kasus baru menikah beberapa bulan lalu nggak kuat karena ternyata pasangannya ringan tangan. Harus dikenali dulu calon pasangannya, latar belakang keluarganya. Sekarang, problemnya adalah banyak yang baru menikah langsung ekspektasi tinggi ke pasangannya. Padahal, kehidupan rumah tangga sehari-hari sangatlah berbeda,” ucap Riza sebagaimaan dikutip dari Detik, Jumat (13/1).

Satu hal yang pasti, Riza menekankan bahwa pelaku kekerasan kesulitan mengontrol emosi dan berpotensi akan terus mengulanginya jika dia nggak meminta bantuan psikolog untuk mengendalikan emosinya.

Jadi, jika sudah ada tanda-tanda seseorang ringan tangan sebelum menikah, calon pasangan harus waspada, bukannya menganggap enteng dan hanya menganggap tanda-tanda mencurigakan itu sebagai "ujian sebelum pernikahan".

Psikolog klinis lainnya Anggiastri Hanantyasari Utami dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta juga menekankan pentingnya mengenal calon pasangan sebelum menikah, khususnya dalam hal bagaimana cara menyelesaikan masalah, menghadapi perbedaan pendapat, atau berada dalam kondisi yang menguras emosi.

“Yang pertama cek dulu bagaimana interaksinya dengan keluarga. Ketahui juga bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah, apakah bisa dengan baik atau malah melibatkan agresivitas fisik maupun verbal.

Calon pasangan juga harus berdiskusi dan deal terlebih dahulu tentang masalah yang berpotensi muncul dalam rumah tangga seperti keuangan, pengasuhan anak, pembagian pekerjaan rumah tangga dan lain-lain,” saran Anggi sebagaimana dikutip dari Republika, Selasa (11/10/2022).

Anggi juga menyarankan calon pasangan untuk melakukan konseling pranikah sehingga mereka bisa tahu cara menyelesaikan permasalah rumah tangga sekaligus mencegah terjadinya KDRT saat sudah mengarungi kehidupan rumah tangga.

Yap, apa yang disarankan para pakar psikologi ada benarnya. Bagi kamu yang pengin menikah, pastikan untuk mengenal pasanganmu lebih baik ya. Bucin boleh, tapi tetap logika harus tetap waras. Ingat, menikah artinya akan hidup bersama dengan seseorang seumur hidup, Millens. (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: