BerandaHits
Rabu, 22 Nov 2022 11:00

Daya Rusak Gempa Cianjur, Bukti Rendahnya Edukasi Gempa di Indonesia

Kerusakan akibat gempa Cianjur. (Infoka)

Nyatanya, sebagian orang di Indonesia masih belum memahami struktur bangunan yang aman dalam menghadapi gempa. Pemahaman tentang potensi gempa, sesar aktif, hingga prosedur penyelamatan diri juga masih rendah. Edukasi terkait hal ini sepertinya memang perlu ditingkatkan.

Inibaru.id – Sebagai warga Kota Semarang yang dikenal jarang dilanda gempa, pengalaman merasakan goyangan gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022) pukul 13:21 WIB cukup membuat saya merasa ngeri. Apalagi, saya sedang berada di lantai 12 sebuah gedung bertingkat.

Kursi yang saya duduki bergerak maju dan mundur, sejumlah gantungan terlihat bergoyang, lalu, sejumlah rekan berteriak karena melihat adanya retakan kecil pada tembok. Kami kemudian berlarian menuju tangga darurat untuk keluar gedung bersama dengan ratusan orang lainnya.

Apa yang kami lakukan sepertinya sudah cukup benar. Tapi, jika kita menilik ke prosedur penyelamatan diri saat gempa, ternyata salah. Yap, ternyata berlarian dan memenuhi tangga darurat untuk keluar gedung saat ada gempa sangat tidak disarankan.

“Ini salah kaprah. Orang kalau ada gempa langsung turun ke tangga darurat. Padahal, struktur tangga darurat didesain untuk kebakaran, bukannya antisipasi gempa,” ujar pemerhati konstruksi Endy Budyanto sebagaimana dilansir Detik, Kamis (3/8/2009).

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta menyarankan pemilik atau otoritas gedung nggak langsung meminta penghuni melakukan evakuasi begitu ada gempa. Alih-alih evakuasi, dia menyarankan penghuni gedung mencari perlindungan seperti di bawah meja dan menunggu guncangan gempa selesai.

“Tidak semua orang bisa bergegas berlarian ke tangga. Bagi para lansia misalnya, bisa jadi mereka akan terjatuh atau bahkan terkena serangan jantung jika harus melakukannya,” ucap Davy sebagaimana dilansir dari Kompas, Jumat (28/1/2022).

Berlarian ke tangga darurat saat gempa menerjang ternyata tidak benar. (Kompas/Bernard Hermant)

Nggak hanya itu, ternyata tangga adalah salah satu bagian dari bangunan dengan konstruksi paling lemah dari gedung. Jika ratusan orang berada pada tangga saat gempa berguncang, bisa jadi tangga tersebut akan ambruk karena beban yang berlebihan. Hal ini tentu akan memakan korban, bukan?

“Seharusnya tetap di tempat sampai gempa berhenti, baru keluar gedung,” saran Endy.

Tidak Semua Orang Memahami Sesar-Sesar Gempa Aktif

Dari pemahaman tentang prosedur penyelamatan diri saat gempa saja, terlihat jelas jika kita, termasuk saya, masih memiliki pemahaman yang rendah. Padahal, kita tinggal di negara dengan frekuensi gempa yang cukup tinggi di dunia. Yang lebih ironis, kebanyakan orang di Tanah Air sepertinya juga baru kali ini mengerti tentang Sesar Cimandiri, sesar yang menjadi pemicu gempa yang menurut laporan Solopos, Selasa (22/11) dini hari sudah memakan korban jiwa 162 orang tersebut.

“Diduga (gempa Cianjur) merupakan pergerakan dari Sesar Cimandiri,” ucap Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati sebagaimana dilansir dari Detik, Senin (21/11).

Sejumlah sesar gempa darat yang bisa menerjang Pulau Jawa. (Times Indonesia/Dokumentasi Pusat Studi Gempa Nasional)

Kebanyakan orang yang tinggal di Pulau Jawa berpikir jika potensi gempa dan tsunami hanya bakal terjadi di pesisir selatan saja. Padahal, gempa-gempa darat berpotensi terjadi dan memicu kerusakan sebagaimana yang terbukti di Cianjur dan sekitarnya.

Masalahnya, apakah masyarakat Jawa Barat sebelumnya sudah tahu keberadaan Sesar Cimandiri yang memanjang dari Pelabuhan Ratu sampai Padalarang ini? Selain itu, apakah warga Bandung dan sekitarnya juga tahu tentang Sesar Lembang yang juga berpotensi menyebabkan gempa besar di kemudian hari?

Memang, selepas gempa Cianjur menerjang, Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan kepada warga untuk segera melakukan pengecekan struktur bangunan demi mencegah kerusakan parah andai gempa kembali lagi. Tapi, sampai kapan imbauan ini bakal diseriusi dengan cara pembuatan aturan yang tegas?

Apalagi, sejumlah pakar sudah memastikan bahwa dua kota besar di Jawa, yaitu Bandung dan Jakarta, dilewati sesar yang menyimpan bom waktu yang bisa meledak kapan saja, yaitu Sesar Baribis dan Sesar Lembang. Tanpa adanya edukasi, mitigasi, serta persiapan yang tepat, bisa jadi skala kerusakan yang terjadi dan jumlah korban yang berjatuhan bakal mengerikan jika gempa yang dikhawatirkan tersebut benar-benar terjadi.

Gempa besar bukan hal yang jarang terjadi di Tanah Air. Bahkan, bisa dikatakan, setiap tahun kita mengalami hal ini. Sudah saatnya pemahaman tentang bencana ini perlu diseriusi semua pihak, karena pada tahun-tahun yang akan datang, gempa siap kembali menerjang tanpa permisi. (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: