BerandaHits
Kamis, 30 Okt 2024 13:01

Co-Parenting untuk Pasangan Bercerai: Sulit tapi Bisa

Ilustrasi: Co-parenting adalah ketika kedua orang tua yang sudah bercerai bekerja sama untuk mengasuh anak bersama. (Istimewa)

Perceraian orang tua adalah momentum yang berat bagi anak. Agar nggak semakin terpuruk, orang tua harus menerapkan co-parenting atau pengasuhan bersama. Ini memang terdengar sulit, tapi bisa diupayakan.

Inibaru.id – Sebagai sesama orang tua, kita tentu senang melihat cara pengasuhan Gisella Anastasia dan Gading Marten dalam mendampingi sang buah hati Gempita Nora Marten. Kita juga merasa adem ketika melihat Marshanda tampak kompak dengan Ben Kasyafani dalam merawat Sienna Ameerah Kasyafani. Padahal, seperti yang kita tahu, Gisela-Gading serta Marshanda-Ben sempat terikat pernikahan dan kemudian bercerai.

Hal yang sering kita jumpai di masyarakat adalah sebaliknya. Perceraian dua orang dewasa kerapkali memunculkan masalah baru, yakni perselisihan dalam mengurus anak. Karena merasa sudah bercerai, masing-masing individu merasa bisa mengasuh buah hati dengan caranya sendiri-sendiri yang nggak jarang menyebabkan perselisihan.

Pertikaian antara ibu dan ayah tentu saja buruk di mata anak. Dari situ anak bisa memiliki trauma, kebingungan, dan masalah psikologis lainnya. Sepertinya baik Gisela-Gading maupun Marshanda-Ben sama-sama nggak mau buah hatinya mengalami hal buruk itu. Oleh sebab itu, mereka kompak melakukan co-parenting.

Co-parenting adalah ketika kedua orang tua yang sudah bercerai bekerja sama untuk mengasuh anak bersama. Sistem pengasuhan ini mengesampingkan perasaan pribadi orang tua, tetapi berfokus pada kesejahteraan dan kepentingan anak.

Ya, anak-anak mungkin mengalami gejolak emosi ketika orang tuanya bercerai atau berpisah. Nah, parenting bersama ini bisa membantu meminimalkan efek perceraian. Harapannya dengan adanya co-parenting ini, tingkat stres dan kecemasan pada anak akan berkurang serta memberikan stabilitas mental mereka.

Tips Menjalankan Pengasuhan Bersama

Ilustrasi: Jika kamu dan mantan pasangan nggak saling berbicara, dingin satu sama lain, marah, maka emosi tersebut dirasakan akan berdampak negatif pada anak. (Istimewa)

Lalu, bagaimana caranya agar kita sebagai orang tua bisa menerapkan prinsip co-parenting yang tentu saja nggak mudah ini? Dikutip dari Halodoc, inilah tips parenting pada orang tua yang bercerai.

1. Berfokus pada Anak

Terlepas dari seberapa besar rasa suka atau nggak suka dengan mantan pasangan, kamu berdua harus sejalan dalam hal mengasuh anak. Hal itu termasuk memutuskan hal-hal baik, seperti perayaan, pesta, liburan, atau hal-hal yang lebih menantang, seperti perilaku, konsekuensi, dan lain-lain.

2. Komunikasi Langsung

Komunikasi yang bebas konflik, teratur, dan konsisten dengan mantan pasangan adalah komponen kunci keberhasilan parenting bersama. Jangan mengirim pesan kepada mantan pasangan melalui anak-anak. Berkomunikasilah secara langsung dengan mantan pasangan dan hindari meminta bantuan anak untuk berkomunikasi. Saat berkomunikasi, pertahankan fakta dan kebutuhan.

3. Kontrol Emosi

Anak-anak dapat merasakan energi. Jika kamu dan mantan pasangan nggak saling berbicara, dingin satu sama lain, marah, maka emosi tersebut dirasakan akan berdampak negatif pada anak. Bangun kerja sama meskipun sudah nggak lagi tinggal serumah. Lakukan yang terbaik untuk orang tua sebagai sebuah tim!

4. Kelola Ekspektasi

Mengelola ekspektasi penting dalam co-parenting karena membantu menghilangkan kemungkinan konflik yang nggak perlu. Pastikan ekspektasimu jelas dan terbuka terkait pengasuhan bersama

5. Aturan dan Jadwal Konsisten

Parenting bersama yang lancar dan sukses membutuhkan pengaturan dan perencanaan, termasuk menetapkan jadwal dan penyelarasan aturan, konsekuensi, dan disiplin. Ayah dan ibu juga perlu menetapkan jadwal rutinitas anak, seperti kapan mereka makan, mengerjakan tugas, hingga pembatasan waktu layar yang sama. Dengan begini, anak nggak kebingungan dan merasa nyaman di kedua rumah.

Begitulah tips-tips jika orang tua akan menjalankan co-parenting demi kebaikan anak. Sudah terlalu banyak anak sengsara akibat menjadi korban perceraian orang tuanya. Yuk, saatnya kita budayakan menjalankan pengasuhan bersama agar mental dan hati anak nggak terluka! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: