BerandaHits
Senin, 14 Sep 2025 13:01

Cerita di Balik Penetapan 27 September sebagai Hari Komedi Nasional

Ilustrasi: Tanggal 27 September ditetapkan sebagai Hari Komedi Nasional. (Instagram/abdurarsyad)

Hari Komedi Nasional resmi ditetapkan setiap 27 September bertepatan dengan kelahiran Bing Slamet, maestro lawak Indonesia yang dikenal sebagai komedian multitalenta.

Inibaru.id - Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang; slogan legendaris yang dipopulerkan oleh grup lawak kenamaan Warkop DKI ini sepertinya akan bertahan lebih lama di Indonesia. Alasannya, karena pemerintah baru saja menetapkan hari khusus untuk menghormati lelucon di negeri.

Yap, Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi menetapkan 27 September sebagai Hari Komedi Nasional. Surat Keputusan (SK) tersebut secara simbolis telah diserahkan kepada dua tokoh komedi nasional, Jarwo Kwat dan Komeng, saat perhelatan Anugerah Komedi Indonesia (Anukom) ke-5 di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Tanggal 27 September dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Bing Slamet, seniman legendaris Tanah Air yang serba bisa. Fadli menegaskan, Bing Slamet bukan hanya pelawak, tetapi juga penyanyi, musikus, sekaligus aktor dengan karya yang terus menginspirasi generasi setelahnya.

Gagasan menjadikan tanggal lahir Bing Slamet sebagai Hari Komedi Nasional sesungguhnya telah lama beredar. Persatuan Seniman Komedi Indonesia (Paski) di bawah pimpinan Jarwo Kwat menjadi salah satu pihak yang konsisten mendorongnya.

Wacana sejak 2024

Pada awal Desember 2024, Kemenbud sempat menggelar forum dialog bertajuk Ngopi Pagi bersama sekitar 40 komedian. Hadir dalam forum itu sejumlah nama populer seperti Denny Cagur dan Alfiansyah Bustami alias Komeng, Adi Bing Slamet, Jarwo Kwat, Cak Lontong, serta perwakilan Paski dan komunitas stand-up comedy.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli mengapresiasi usulan agar 27 September dijadikan Hari Komedi Nasional. Menurutnya, ide itu menarik. Tanggal tersebut bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk merayakan seni komedi Indonesia.

Setelahnya, diskusi pun terus bergulir, termasuk kajian singkat sebagai dasar pengajuan resmi yang dipersiapkan Paski. Dalam beberapa kesempatan, Denny Cagur yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR dan Komeng di DPD juga sempat membahas sekaligus mendukung wacana ini.

"Yang paling senior Bing Slamet. Ada Benyamin S, tapi beliau sudah punya jalan di Kemayoran," tutur Komeng dalam sebuah diskusi di kanal Youtube pada 2024 lalu. "Saya sudah ngomong sama keluarga Bing Slamet, yaitu Adi (Ferdinand Syah Albar). Boleh katanya."

Hari Lelucon Internasional

Bing Slamet dikenal sebagai maestro komedi Indonesia. (Wikipedia via Kompas)

Sedari awal, merumuskan hari khusus untuk komedi memang telah menjadi salah satu alasan Komeng terjun ke dunia politik. Dalam sebuah wawancara di CNN Indonesia, dia mengatakan bahwa semua hari di bidang seni sudah ada, kecuali komedi.

"Hari film dan musik sudah ada, tapi hari komedi ini belum ada,” terangnya. "Dari situlah wacana penetapan 27 September sebagai Hari Komedi Nasional muncul."

Nggak hanya di Indonesia, hari untuk merayakan lelucon sejatinya juga ada di berbagai negara, bahkan telah dikenal luas secara global, salah satunya adalah Hari Lelucon Internasional yang diperingati tiap 1 Juli. Penggagasnya adalah komedian dari AS, Wayne Reinagel, pada 1994.

Hari yang diperingati oleh sejumlah negara ini bertujuan utama untuk menebar kebahagiaan sekaligus berbagi lelucon. Kemudian, untuk tujuan yang sama, ada juga National Tell A Joke Day yang diperingati tiap 16 Agustus, dengan tradisi sederhana, yakni melontarkan lelucon sebanyak mungkin dari pagi hingga malam.

Mengenal Bing Slamet

Oya, untuk kamu yang belum mengenal Bing Slamet, dia adalah komedian yang hidup pada era awal kemerdekaan Indonesia. Lahir di Cilegon pada 27 September 1927, nama asliya adalah Ahmad Syech Albar. Bing Slamet adalah nama panggung yang mulai dipakainya sejak 1948.

Bing Slamet telah menapaki panggung hiburan sejak usia 17 tahun bersama rombongan sandiwara Pantja Warna. Dikutip dari Alinea, Japi Tambajong dalam Ensiklopedi Musik Jilid 2 (1992) menuliskan bahwa salah satu kebolehan Bing adalah meniru suara penyanyi terkenal seperti Bing Crosby dan Louis Armstrong.

Pada 1953, Bing dikenal luas sebagai salah satu komedian terbaik yang melucu dengan memadukan nyanyian, impersonasi suara, serta logat daerah. Setahun berselang, dia yang memenangkan sebuah lomba menyanyi pun kemudian populer pula sebagai penyanyi.

Bing Slamet sempat membentuk beberapa grup lawak, termasuk Kwartet Jaya bersama Ateng, Iskak, dan Eddy Sud pada pertengahan 1960-an. Pelantun Nonton Bioskop itu juga mulai membintangi sejumlah film layar lebar setelahnya, hingga tutup usia pada 17 Desember 1974.

Selain untuk mengenang sang maestro lawak, penetapan 27 September sebagai Hari Komedi Nasional semoga bisa menjadi pengingat bahwa komedi bukanlah sebuah kejahatan dan kebebasan berekspresi dijamin di negeri. Begitu kan maksudnya? Ha-ha. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: