BerandaHits
Rabu, 9 Agu 2022 16:15

Cara Unik Memberi Nama di Dunia; Apa Arti 'Mc' pada McDonald?

Ilustrasi: Ternyata, 'Mc' dalam McDonald's ada artinya, lo! (AFP/Indranil Mukherjee)

Pernah terpikir nggak sih kenapa ada kata 'Mc' pada nama McDonald's atau untuk fan MU pada McFred? Beginilah cara unik memberi nama di dunia!

Inibaru.id – Pernahkah terlintas dalam pikiranmu, apa arti kata "Mc" dalam nama-nama seperti McDonald’s yang merupakan jenama gerai makanan cepat saji atau McFred yang jadi olok-olok para penggemar klub bola Manchester United akhir-akhir ini?

Selain kedua figur itu, ada banyak orang juga menyandang kata itu di tengah namanya, yang digabung dengan nama belakang alias keluarganya. Ambillah contoh misalnya Steve McManaman, Aiden McGeady, atau Alexis McAllister.

Untuk lidah orang Indonesia, kata tersebut cukup sulit dibaca karena nggak ada huruf vokalnya. Kita lalu mengejanya menjadi "mac", yang rupanya memang dibaca demikian. Mac diambil dari bahasa Gaelik yang berkembang di Skotlandia dan sekitarnya, yang berarti "anak dari".

Orang yang memakai kata "Mc" adalah orang Irlandia atau keturunannya. Kendati tinggal di negara lain, sebagian dari mereka biasanya akan tetap menyandang kata Mc yang diletakkan menyatu dengan nama keluarga.

Jadi, kata McDonald berarti anak dari Donald. Peran ini mirip dengan penggunaan "bin" atau "binti" di Arab. Bedanya, nama McDonald bisa jadi juga disandang ayah, kakek, buyut, dll; yang merupakan keturunan dari seorang nenek moyang bernama Donald.

Islandia Lebih Simpel

Nama-nama belakang orang Islandia punya aturan yang nggak biasa. (Eurosport/Getty Images)

Nama orang Irlandia agaknya dibuat untuk membuat orang ingat siapakah nenek moyangnya. Hal ini berbeda dengan orang Islandia yang lebih menonjolkan nama orang tuanya. Cara membuatnya pun sederhana, kendati sebetulnya bikin nama orang di sana justru terlihat unik.

Kalau kamu perhatikan, sebagian besar orang dari negara dingin yang berada di lingkar Kutub Utara itu memiliki nama berakhiran "-son". Contohnya adalah Gudmundsson, Kulason, Arison, Bjarnasson, hingga Sigurdsson.

Pembentukan nama ini patronomik, yakni menyematkan nama ayah dalam nama anak. Namun, yang dipakai adalah nama panggilan atau depan dari ayah. Untuk anak laki-laki, nama depan itu diberi akhiran "-son", sedangkan untuk perempuan adalah "-dottir".

Contoh, anak laki-laki Heidar yang bernama Jonas akan diberi nama Jonas Heidarson. Kemudian, saat Jonas memiliki anak perempuan, si anak akan bernama Sarah Jonasdottir. Cara ini juga dipraktikkan di negara Skandinavia lain seperti Norwegia, Swedia, dan Denmark, meski agaknya kurang konsisten.

Selain "son", orang Skandinavia juga banyak yang berakhiran "sen" dan "nen", yang artinya "anak dari". Namun, cara penamaannya nggak selalu sama dengan Islandia. Contoh, gelandang MU asal Denmark Christian Eriksen memiliki ayah bernama belakang Eriksen dan dua anak bernama Eriksen.

Indonesia Lebih Unik

Salah satu nama yang diperkirakan mengikuti aturan penamaan Suku Batak Karo. (Portal.dairikab.go.id)

Bicara tentang cara unik memberi nama, jangan lupakan Indonesia. Di negeri ini, kamu mungkin pernah mendengar nama Robot Simanulang, Welcome Sitepu, Meja Sembiring, atau Pilkita Sinulingga. Mereka adalah keturunan Batak Karo yang banyak mendiami wilayah Sumatra Utara.

Karena orang Suku Karo percaya bahwa benda-benda memiliki ruh, mereka memberi nama anak sesuai dengan benda apa yang saat itu dipikirkan kedua orang tuanya. Mereka meyakini, pikiran itu berasal dari ruh benda itu, yang nantinya ruh tersebut akan menjadi pendamping dan pelindung si anak.

Maka, jangan heran kalau orang tua di Karo memberi nama anaknya Televisi Pasaribu atau Samsung Pasaribu lantaran dia baru saja menonton televisi dan benda atau jenama televisi itu yang terlintas di kepalanya. Ha-ha. Superunik nggak, sih?

Oya, di tempatmu aturan baku untuk memberi nama nggak nih? Atau, kamu tahu cara unik memberi nama anak di dunia lainnya, Millens? (Kom/IB09/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: