Inibaru.id - Kalau pernah naik shinkansen, kamu pasti tahu sensasinya: cepat, tepat waktu, dan pemandangan yang lewat begitu saja. Nah, Kyushu menawarkan pengalaman yang berbeda soal naik kereta di Jepang.
Di pulau paling selatan Jepang ini, perjalanan kereta justru dibuat untuk dinikmati perlahan. Salah satu yang paling menarik adalah kereta wisata 36+3 milik JR Kyushu, kereta yang mengajak penumpang melihat Kyushu dengan ritme yang lebih manusiawi.
Kereta wisata memang bukan hal baru di Jepang, tapi Kyushu bisa dibilang juaranya. Dari kereta mewah Seven Stars yang harganya fantastis, sampai opsi yang lebih ramah kantong seperti kereta 36+3, semuanya punya daya tariknya sendiri.
Nama 36+3 sendiri merujuk pada Kyushu sebagai pulau terbesar ke-36 di dunia, ditambah dengan "tiga hal" yang dijanjikan kepada penumpang, yakni kejutan, kesan, dan kebahagiaan. Kalau dijumlahkan, 36+3 jadi 39, yang dalam pelafalan Bahasa Jepang adalah "san kyu" dan terdengar seperti “thank you”.
Perjalanan kereta ini biasanya dimulai dari Fukuoka sekitar pukul 10.00. Saat kereta hitam mengilap ini masuk ke Stasiun Hakata, nuansanya sudah terasa beda. Dari luar terlihat elegan dan serius, tapi begitu kamu melangkah masuk, suasananya justru hangat dan akrab.
Interiornya dipenuhi kayu, kain bermotif alam, detail kuningan, dan sentuhan tradisional Jepang. Beberapa gerbong bahkan menggunakan lantai tatami, membuat pengalaman naik kereta terasa seperti bertamu ke rumah Jepang tempo dulu.
Kereta ini tidak terburu-buru. Dalam perjalanan sekitar enam setengah jam menuju Kagoshima, 36+3 beberapa kali berhenti di “stasiun keramahtamahan”. Di Tamana, Prefektur Kumamoto, penumpang disambut pedagang lokal yang menjajakan jeruk mikan dan selai buatan rumahan. Waktu berhentinya memang singkat, tapi cukup bagi penumpang untuk merasakan denyut kehidupan lokal.
Di stasiun lain, sambutan bisa lebih meriah. Seorang pramugari kereta, Chika Sato, bercerita bahwa di Nakatsu, kerabatnya tampil membawakan tarian kagura anak-anak sebagai ucapan selamat datang. “Itu jadi kenangan seumur hidup bagi penumpang,” katanya sebagaimana dinukil dari Japantimes, Sabtu (3/1/2026). Hal-hal kecil seperti inilah yang membuat perjalanan terasa istimewa.
Soal makanan, penumpang tak perlu khawatir. Makan siang disajikan langsung di kursi penumpang, berupa bento dua tingkat berisi bahan-bahan lokal Kyushu mulai dari nasi maitake hingga daging yang dimasak perlahan. Sambil makan, pemandangan Laut Yatsushiro dan Laut China Timur sesekali muncul begitu dekat, seolah kereta sedang melaju di atas air.
Perjalanan berlanjut di Ushinohama, Kagoshima, dengan pemandangan perahu nelayan warna-warni dan camilan taiyaki hangat yang baru matang. Kamu juga bisa merasakan aktivitas seru di dalam kereta, seperti pengalaman meracik teh hijau Kyushu di gerbong lounge yang cerah dan artistik.
Saat tiba di Kagoshima-Chuo, perjalanan memang berakhir. Dengan latar Gunung Sakurajima yang disinari matahari senja, 36+3 membuktikan bahwa di Kyushu, perjalanan kereta bukan sekadar soal sampai tujuan, tapi tentang menikmati setiap detik perjalanan.
Jadi, apakah tertarik untuk naik kereta ini saat main ke Jepang dan mendapatkan pengalaman uniknya, Gez? Siapkan saja uang Rp2,2 jutaan untuk mendapatkan tiketnya yang bisa kamu cek di situs jrkyushu.co.jp. (Arie Widodo/E07)
