BerandaHits
Selasa, 12 Jan 2026 11:01

Cara Naik Kereta 36+3 di Jepang yang Santai dan Kaya Pemandangan Indah

Kereta 36+3 yang melaju di rel di sisi lautan di Jepang. (JR Kyushu)

Pengin main ke Jepang dengan cara yang berbeda? Cobain deh naik kereta wisata di sana. Salah satu yang sangat direkomendasikan adalah kereta 36+3 milik JR Kyushu.

Inibaru.id - Kalau pernah naik shinkansen, kamu pasti tahu sensasinya: cepat, tepat waktu, dan pemandangan yang lewat begitu saja. Nah, Kyushu menawarkan pengalaman yang berbeda soal naik kereta di Jepang.

Di pulau paling selatan Jepang ini, perjalanan kereta justru dibuat untuk dinikmati perlahan. Salah satu yang paling menarik adalah kereta wisata 36+3 milik JR Kyushu, kereta yang mengajak penumpang melihat Kyushu dengan ritme yang lebih manusiawi.

Kereta wisata memang bukan hal baru di Jepang, tapi Kyushu bisa dibilang juaranya. Dari kereta mewah Seven Stars yang harganya fantastis, sampai opsi yang lebih ramah kantong seperti kereta 36+3, semuanya punya daya tariknya sendiri.

Nama 36+3 sendiri merujuk pada Kyushu sebagai pulau terbesar ke-36 di dunia, ditambah dengan "tiga hal" yang dijanjikan kepada penumpang, yakni kejutan, kesan, dan kebahagiaan. Kalau dijumlahkan, 36+3 jadi 39, yang dalam pelafalan Bahasa Jepang adalah "san kyu" dan terdengar seperti “thank you”.

Perjalanan kereta ini biasanya dimulai dari Fukuoka sekitar pukul 10.00. Saat kereta hitam mengilap ini masuk ke Stasiun Hakata, nuansanya sudah terasa beda. Dari luar terlihat elegan dan serius, tapi begitu kamu melangkah masuk, suasananya justru hangat dan akrab.

Interiornya dipenuhi kayu, kain bermotif alam, detail kuningan, dan sentuhan tradisional Jepang. Beberapa gerbong bahkan menggunakan lantai tatami, membuat pengalaman naik kereta terasa seperti bertamu ke rumah Jepang tempo dulu.

Wisatawan bisa berhenti di sejumlah stasiun dan membeli oleh-oleh khas wilayah setempat. (JR Kyushu)

Kereta ini tidak terburu-buru. Dalam perjalanan sekitar enam setengah jam menuju Kagoshima, 36+3 beberapa kali berhenti di “stasiun keramahtamahan”. Di Tamana, Prefektur Kumamoto, penumpang disambut pedagang lokal yang menjajakan jeruk mikan dan selai buatan rumahan. Waktu berhentinya memang singkat, tapi cukup bagi penumpang untuk merasakan denyut kehidupan lokal.

Di stasiun lain, sambutan bisa lebih meriah. Seorang pramugari kereta, Chika Sato, bercerita bahwa di Nakatsu, kerabatnya tampil membawakan tarian kagura anak-anak sebagai ucapan selamat datang. “Itu jadi kenangan seumur hidup bagi penumpang,” katanya sebagaimana dinukil dari Japantimes, Sabtu (3/1/2026). Hal-hal kecil seperti inilah yang membuat perjalanan terasa istimewa.

Soal makanan, penumpang tak perlu khawatir. Makan siang disajikan langsung di kursi penumpang, berupa bento dua tingkat berisi bahan-bahan lokal Kyushu mulai dari nasi maitake hingga daging yang dimasak perlahan. Sambil makan, pemandangan Laut Yatsushiro dan Laut China Timur sesekali muncul begitu dekat, seolah kereta sedang melaju di atas air.

Perjalanan berlanjut di Ushinohama, Kagoshima, dengan pemandangan perahu nelayan warna-warni dan camilan taiyaki hangat yang baru matang. Kamu juga bisa merasakan aktivitas seru di dalam kereta, seperti pengalaman meracik teh hijau Kyushu di gerbong lounge yang cerah dan artistik.

Saat tiba di Kagoshima-Chuo, perjalanan memang berakhir. Dengan latar Gunung Sakurajima yang disinari matahari senja, 36+3 membuktikan bahwa di Kyushu, perjalanan kereta bukan sekadar soal sampai tujuan, tapi tentang menikmati setiap detik perjalanan.

Jadi, apakah tertarik untuk naik kereta ini saat main ke Jepang dan mendapatkan pengalaman uniknya, Gez? Siapkan saja uang Rp2,2 jutaan untuk mendapatkan tiketnya yang bisa kamu cek di situs jrkyushu.co.jp. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Tanggapan Warga Terkait Kemungkinan Harga BBM Naik pada 1 April 2026

31 Mar 2026

Benar Nggak Sih Mengaktifkan Mode Pesawat Bikin Durasi Ngecas HP Jadi Lebih Cepat?

31 Mar 2026

April Mop atau April Panas? Intip Bocoran Cuaca BMKG Sepekan ke Depan!

31 Mar 2026

Stres Kok Sampai Meriang? Mari Kenalan dengan Demam Psikogenik

31 Mar 2026

Persiapan Menghadapi Fenomena Alam Godzilla El Nino pada Musim Kemarau Nanti, Apa Saja?

1 Apr 2026

Memakai BBM yang Ditimbun Lama, Berbahaya Buat Kendaraan Nggak, Ya?

1 Apr 2026

Legenda Azan Pitu di Cirebon; Kisah Para Muazin Melawan Ilmu Hitam

1 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: