BerandaHits
Sabtu, 15 Mar 2024 13:00

Boho Chic, Eksplorasi Kebebasan Dalam Gaya Fashion

Gaya Boho chic sangat pas untuk musim panas. (via Fratinardi)

Boho chic merupakan style fashion yang dipopulerkan oleh kaum hippie di tahun 1960 - 1970-an. Cri yang menonjol dari tampilan ini yaitu kombinasi warna cerah, unstructured silhouettes, head band hingga open toe sandal.

Inibaru.id - Pada awal 2000-an, dunia fashion menyaksikan munculnya tren yang memukau, yaitu gaya Boho Chic. Sebuah gaya yang mencerminkan kebebasan, eksplorasi, dan kreativitas.

Boho Chic menggabungkan unsur-unsur dari budaya bohemian dengan sentuhan modern yang memikat, menciptakan sebuah estetika yang menawan dan berbeda dari yang lain.

Asal-usul Boho Chic

Boho Chic lahir dari semangat bohemia, yang terinspirasi oleh gaya hidup para seniman, musisi, dan pengembara bebas di abad ke-19. Gaya ini menggabungkan elemen-elemen dari berbagai budaya seperti India, Afrika, dan Timur Tengah dengan sentuhan vintage yang khas.

Namun, pada tahun 2000-an, Boho Chic mengalami reinkarnasi yang menarik, menjadi salah satu tren fashion paling ikonik pada era tersebut.

Ciri Khas Boho Chic

Gaya etnik adalah khas boho. (Femina)

1. Pola dan Warna Etnik

Boho Chic dikenal karena penggunaan pola etnik yang kaya dan warna-warna yang mencolok. Batik, paisley, ikat, dan tribal prints seringkali menjadi pusat perhatian dalam gaya ini, menciptakan kesan yang unik dan berani.

2. Layering yang Mengalir

Salah satu ciri khas paling mencolok dari Boho Chic adalah layering yang mengalir dan longgar. Gaun maxi dengan potongan longgar, rompi rajutan, cardigan panjang, dan syal besar adalah beberapa contoh pakaian yang sering dikenakan dalam gaya ini.

3. Aksesoris Berlebihan

Boho Chic tidak pernah berlebihan ketika menyangkut aksesori. Topi fedora, kalung panjang, gelang bersuku-suku, ikat pinggang pinggul, dan tas ransel vintage adalah beberapa aksesori yang sering dijumpai dalam gaya ini. Semua itu menambahkan sentuhan personal dan kreativitas pada setiap penampilan.

4. Bahan Alami dan Tekstur

Penggunaan bahan alami seperti katun, linen, sutra, dan rajutan adalah salah satu aspek penting dari gaya ini. Tekstur yang kasar dan terasa alami menambah dimensi pada pakaian, menciptakan tampilan yang organik dan autentik.

Pengaruh Boho Chic pada Budaya Pop

Tren Boho Chic tidak hanya tercermin dalam fashion, tetapi juga memengaruhi industri musik, seni visual, dan gaya hidup secara keseluruhan. Musik folk, festival musik, dan perayaan alam semesta menjadi bagian integral dari gaya hidup Boho Chic. Selain itu, popularitas Boho Chic turut memunculkan minat baru terhadap kerajinan tangan, perdagangan adil, dan gerakan ramah lingkungan.

Intinya, Boho Chic adalah sebuah perayaan kebebasan dan ekspresi diri melalui fashion. Dengan menggabungkan unsur-unsur etnik, vintage, dan alamiah, gaya ini mengajak individu untuk menjelajahi kreativitas mereka dan merayakan keunikan setiap individu.

Meskipun tren ini mungkin telah mencapai puncaknya pada awal 2000-an, estetika Boho Chic tetap menjadi inspirasi yang kuat dalam dunia fashion dan budaya pop modern, mengingatkan kita akan keindahan dari kebebasan dan eksplorasi.(Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: