BerandaHits
Senin, 31 Jul 2022 13:05

Berdamai dengan Rasa Takut pada Panggilan Telepon, Telefobia

Pengidap telefobia akan merasa cemas, otot menegang, sesak napas saat harus berbicara di telepon. (Adobestock)

Saat ponselmu berdering, kamu akan langsung mengangkatnya atau butuh waktu untuk berdamai dengan rasa takut pada panggilan telepon itu? Jika yang kedua, mungkin kamu mengidap telefobia!

Inibaru.id – Dihubungi atasan untuk urusan kantor di luar jam kerja pastilah bikin cemas. Penginnya nggak mengangkat telepon, apalagi kalau kamu sedang menjalani “ritual” me-time. Namun, ada orang yang merasakan kecemasan serupa saat harus mengangkat telepon tanpa peduli siapa yang melakukan panggilan.

Mereka adalah pengidap telefobia atau ketakutan pada panggilan telepon. Nggak hanya untuk menerima, mereka juga takut melakukan panggilan. Mirip gejala demam panggung, telefobia membuat si penderita merasa cemas, otot menegang, bahkan sesak napas, saat harus berbicara di telepon.

Gangguan kecemasan yang akrab disebut phone anxiety ini sebagian besar diderita kaum milenial. Sebuah survei kepada para karyawan kantor di Inggris pada 2019 menunjukkan, sekitar 76 persen generasi milenial cemas saat telepon berdering dan 61 persen dari mereka mencoba menghindarinya.

Lantas, apa yang membuat generasi yang lahir antara 1981 hingga 1996 mengalami rasa takut pada panggilan telepon?

Takut Berinteraksi Langsung

Sebagian besar pengidap telefobia memilih berinteraksi via pesan teks ketimbang percakapan suara secara langsung. (Betterup)

Melansir dari The Conversation, sebagian besar pengidap telefobia memilih berinteraksi via pesan teks alih-alih melalui percakapan suara secara langsung. Alasannya, chatting memberi mereka cukup waktu untuk memilih kata-kata, berbeda dengan via telepon yang harus memberikan jawaban secara langsung.

Selain itu, mereka juga merasa cemas dengan panggilan langsung, khususnya yang berasal dari nomor asing, lantaran banyaknya kasus scam atau hipnotis lewat telepon. Alasan lain, mereka takut bersikap kasar, kurang suka mendengar suara mereka sendiri, atau khawatir mengganggu lawan bicara.

Namun begitu, ada garis batas yang cukup jelas antara telefobia dengan keinginan untuk menghindari percakapan di telepon. Seorang pengidap telefobia umumnya merasa cemas berlebih saat harus berbicara via telepon, hal yang belum tentu dialami orang yang sekadar nggak pengin mengangkat telepon.

Penyebab Telefobia

Perasaan takut gagal, dihakimi, ditolak, dan dinilai negatif oleh orang lain menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami fobia telepon. (Thehoneycombers)

Pada level tertentu, seorang pengidap telefobia bisa mengalami gangguan yang cukup fatal. Sekurangnya ada empat penyebab utama yang membuat seseorang mengalami telefobia.

1. Takut gagal di depan orang

Perasaan takut gagal, dihakimi, ditolak, dan dinilai negatif oleh orang lain menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami fobia telepon. Meski belum mencobanya, mereka sudah rendah diri dan merasa bakal gagal dan justru akan mempermalukan diri sendiri.

2. Kepribadian yang tertutup

Seorang introver atau yang memiliki kepribadian tertutup umumnya akan menghindari obrolan ringan yang terkesan basa-basi. Mereka juga lebih menyukai komunikasi via pesan teks dan sangat menghindari percakapan langsung yang nggak memberi mereka waktu untuk berpikir sebelum menanggapi.

3. Depresi

Saat seseorang mengalami depresi, umumnya dia akan menarik diri dari lingkungan sosial, termasuk menghindari panggilan langsung via telepon dari orang-orang.

4. Mendengar peristiwa traumatis

Peristiwa traumatis yang berhubungan dengan panggilan telepon seperti menerima kabar duka atau vonis dokter nggak jarang akan memunculkan telefobia.

Bisakah Berdamai dengan Telefobia?

Jika kamu mengalami fobia telepon, cobalah untuk memberanikan diri melakukan panggilan telepon secara berulang. (Unsplash/Marilia Castelli)

Kalau kamu mengalami fobia panggilan telepon, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan melakukan panggilan telepon. Kamu harus melawan ketakutan itu dan memberanikan diri melakukan panggilan atau mengangkat telepon secara berulang.

Mulailah dengan menelepon sahabat baik atau keluarga terdekat, lalu berlanjut ke lingkup yang lebih luas seperti teman kerja atau saudara jauh. Setelahnya, barulah menelepon orang asing, misalnya untuk reservasi hotel atau pesan makanan.

Jika cara-cara tersebut nggak berhasil, nggak ada salahnya kamu berkonsultasi ke psikolog atau ahli terapi kejiwaan.

Untuk para pengidap telefobia (baca: telefonofobia) semoga kamu bisa segera berdamai dengan rasa takut pada panggilan telepon ya, Millens! (Idn,Conv/IB20/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT