BerandaHits
Jumat, 12 Feb 2026 17:20

Antisipasi Lonjakan Harga Pasar saat Ramadan, Gubernur Jateng: Pantau Distribusi!

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta tak boleh ada permainan harga jelang lebaran. (Humas Jateng)

Menurut Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, kebutuhan masyarakat akan meningkat saat Ramadan dan Idulfitri. Karena itu, pengendalian harga harus dilakukan sejak awal. Salah satunya dengan memantau distribusi; jangan sampai ada sumbatan!

Inibaru.id – Pengendalian harga pangan akan menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menjelang datangnya Ramadan dan perayaan Idulfitri 2026. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta kepala daerah di Jateng untuk mengawasi potensi lonjakan harga karena distribusi atau permainan pasar.

“Tidak boleh ada sumbatan distribusi, tidak boleh ada permainan harga. BUMD harus hadir,” tegasnya dalam forum High Level Meeting (HLM) di Semarang, Rabu (11/2/2026).

Dalam HLM bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris) Jateng, dia mengingatkan potensi meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri.

“Kebutuhan meningkat, kenaikan harga juga tak terhindarkan. Ini harus dikendalikan para bupati dan wali kota di wilayah masing-masing,” ujarnya. "Maka, pengendalian harga harus dilakukan sejak awal, terutama untuk komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, beras, dan minyak goreng."

Dashboard Harga Komoditas

Luthfi juga meminta setiap daerah untuk memasang dashboard (papan pantau) harga komoditas di pasar-pasar besar atau induk yang rutin diperbarui, agar masyarakat dapat memantau langsung perkembangan harga.

“Dashboard harga itu harus ada di pasar dan terus di-update. Biar masyarakat tahu, transparan, dan tidak ada permainan harga. Itu tanggung jawab pemerintah setempat,” tegasnya. Distribusi harus dikawal, jangan sampai daerah sentra produksi malah kekurangan pasokan."

Selain pengendalian inflasi, Luthfi menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian melalui percepatan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Saat ini, sekitar 1,3 juta hektare lahan pertanian di Jateng harus dipertahankan.

“Lahan pertanian harus kita pertahankan. Produksi pangan harus kita tingkatkan, teknologi pertanian harus kita dorong,” ujarnya.

Inflasi Relatif Terjaga

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jateng Mohamad Noor Nugroho mengatakan, inflasi Jateng pada Januari 2026 tercatat 2,83 persen secara tahunan atau year on year (YoY) dengan deflasi 0,35 persen secara bulanan atau month to month (MtM).

“Inflasi Jawa Tengah masih berada dalam rentang sasaran dan relatif terjaga. Deflasi Januari terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seiring dengan masuknya masa panen dan normalisasi permintaan pasca-Nataru,” kata Nugroho.

Kendati demikian, dia tetap mengingatkan risiko kenaikan harga yang biasanya terjadi pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan atau lebaran. Menurutnya, situasi tersebut tetap perlu diantisipasi.

“Secara historis, komoditas seperti beras dan aneka cabai sering menjadi penyumbang inflasi saat Ramadan dan Idulfitri. Karena itu, penguatan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi kunci,” tutupnya.

Permintaan pasar yang meningkat memang berpotensi mengatrol harga komoditas-komoditas tertentu di kalangan masyarakat. Begitulah mekanisme pasar berlaku. Maka, hanya para pemangku kebijakanlah yang mampu mengintervensinya. (Murjangkung/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: