BerandaHits
Sabtu, 3 Apr 2020 12:21

Amankan Isolasi Mandiri, Pocong dari Sukoharjo Disorot Media Korea Selatan

Viral pocong yang jaga kampung saat isolasi mandiri COVID-19 di Sukoharjo, Jawa Tengah. (Solopos/Anjar Panca)

Aksi warga Sukoharjo, Jawa Tengah disorot media Korea Selatan. Ini lantaran aksinya yang mengamankan isolasi mandiri di desanya dengan mengenakan kostum hantu pocong.

Inibaru.id - Dalam rangka menjalankan isolasi mandiri demi mencegah penyebaran virus COVID-19, sejumlah pemerintah desa berusaha menertibkan warganya dengan berbagai cara. Namun, cara yang dipakai warga Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini nggak biasa. Mereka mengamankan isolasi mandiri dengan mendandani dua warganya menyerupai pocong.

Dua warga itu memakai kain kafan lengkap dengan talinya yang diikat pada bagian atas dan tengah. Sementara, tali bagian bawah tidak diikat agar bisa dipakai berjalan.

Ide tersebut dilakukan warga Kepuh pada akhir Maret lalu. Namun, ide ini baru diketahui warganet empat hari belakangan.

“Senin (30/3/2020) kami mulai berdandan pocong tapi hanya di jalan kampung. Kami bermaksud untuk membantu pemerintah dalam menertiban masyarakat agar tidak keluar rumah,” ujar Anjar, salah satu warga desa Anjar.

Meskipun begitu, banyak orang salah paham dengan berita ini. Mereka menganggap aksi unik ini dilakukan oleh warga Purworejo, bukannya Sukoharjo.

Disorot Media Korea Selatan

Ide unik warga Kepuh ini disorot sejumlah media di Korea Selatan. Televisi Korea Selatan seperti MBC dan JTBC memberitakannya. Media televisi sekaligus daring, SBS juga melakukan hal yang sama.

Berita viral tentang penjaga berkostum pocong di Sukoharjo diberitakan di media Korea Selatan, SBS. (capture/sbs-int.com)

Media-media ini menjelaskan tentang ide unik masyarakat Indonesia dalam melakukan isolasi mandiri. Mereka juga menjelaskan dengan detail tentang pocong yang memang nggak dikenal di sana.

“Prosedur pemakaman Islam di Indonesia itu dengan membungkus mayat dari atas sampai bawah memakai selembar kain. Kain tersebut diikat di enam tempat dari kepala hingga kaki. Sebelum dimakamkan, petugas pemakanan harus melepas talinya dulu. Bila tidak dilepas, maka mayat itu akan jadi setan yang dinamai pocong,” tulis SBS, Selasa (31/3).

Wah, ada-ada saja ya idenya. Kalau di desamu ada yang menyamar jadi pocong begini, kamu bakal takut atau malah buat video nih, Millens? Haha. (Kum/IB03/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: