BerandaHits
Selasa, 18 Jun 2018 10:10

6 Jurus Jitu Menaklukan Pertanyaan “Mematikan” Saat Reuni Lebaran

Menghadapi pertanyaan menjengkelkan. (Hallosehat.com)

Ada saja pertanyaan yang mampir di telingamu saat bertemu dengan orang yang sudah lama nggak jumpa. Nah, agar telingamu nggak panas, coba deh pakai enam jurus jitu berikut.

Inibaru.id – Lebaran memang jadi momen yang paling ditunggu-tunggu untuk berkumpul dengan keluarga jauh dan teman-teman yang sudah jarang bertemu. Selain dapat salam tempel dari keluarga dan bernostalgia dengan teman lama, terkadang momen ini justru bisa buat kamu kikuk. Salah satu alasannya adalah saat kamu harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang nggak kamu harapkan.  

Eits, nggak perlu khawatir, Millens. Inibaru.id punya jurus jitu yang bisa membantumu menghadapi pertanyaan “mematikan” itu. Simak ulasannya di bawah ini ya!

  1. Jawab Santai Saja, Nggak Perlu Emosi

Pertanyaan dari keluarga atau teman lama terkadang memang bikin jengkel, entah itu pertanyaan karena peduli atau sekadar basa-basi. Namun, momen silaturahmi itu tentu harus tetap dijaga agar nggak rusak.

Nah, bila kamu ditanya tentang hal-hal yang nggak kamu suka, jawab saja dengan santai dan penuh logika. Mereka akan mengerti kok!

Tante            : ”Skripsinya kok lama banget? Kapan selesai?”

Sobat Millens : “Iya, Tan, soalnya harus ada proses pengumpulan data, pengolahan informasi, dan penarikan kesimpulan”.

Tante            : “Temen-temen yang lain kok udah selesai?”

Sobat Millens : (Jawab dengan santai) “Ya, karena mereka sudah selesai pengumpulan data, pengolahan informasi, dan penarikan kesimpulannya, Tan”.

  1. Nggak Perlu Dibikin Pusing, Minta Doa Saja

Belum lama ini, hasil seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) telah diumumkan. Jangan heran kalau ada keluarga atau teman nyeletuk menanyakan hasilnya. Nah, kalau sudah begitu, kamu nggak perlu minder buat bilang belum diterima. Jawab saja minta doa, mereka pasti akan diam, dan bonusnya kamu didoakan.

Om-dari-jauh     : “Gimana pengumuman seleksinya? Keterima jurusan apa?”

Sobat Millens     : “Belum nih Om, doain ya biar cepat diterima.”

  1. Beri Jawaban Bijak

Kalau kamu punya waktu luang untuk menjawab, nggak ada salahnya kamu jawab dengan kata-kata bijak. Sesekali tindakan ini diperlukan agar mereka paham dan berhenti ikut campur urusan pribadimu.

Teman (Sudah menikah dan punya anak) : “Ayo dong, jangan lama-lama, kapan sebar undangan nikah?”

Sobat Millens (Masih jomlo)                     : “Di dalam Alquran sudah tertulis bahwa setiap manusia diciptakan Tuhan berpasang-pasangan, jadi nggak perlu khawatir karena jodoh akan datang pada waktunya. Tunggu saja kabar baiknya”.

  1. Tanggapi dengan Kelakar

Saat Lebaran, orang tua biasanya bakal menghadiri acara reuni dengan teman lamanya. Sebagai anak, kamu mungkin akan diajak untuk menemani mereka. Dalam situasi ini, kamu harus bersiap menerima pertanyaan-pertanyaan basabasi dari teman orang tuamu. Biar nggak canggung, jawab saja dengan kelakar!

Teman-SMA-Mama : “Iiih, ya ampun kamu udah gede ya sekarang? Makin cantik saja.”

Sobat Millens           : “Hehe, iya dong, Tante. Setiap hari aku makan sepuluh kali kok, masa nggak gede-gede.”

  1. Mengalihkan Pembicaraan

Cara ini juga bisa dikatakan ampuh bikin kamu nggak harus jawab pertanyaan “mematikan”. Siapkan jurus pengalihan terbaikmu agar mereka yang bertanya lupa pada apa yang mereka tanyakan.

Opung-lama-nggak-ketemu : “Mana calon kau? Opung tak sabar ingin dikenalkan!”

Sobat Millens                      : “Eh Opung, sudah lihat final Dangdut Aca Aca? Suara Fildun mantap kali macam burung kutilang bersiul-siul. Bah!”

  1. Pura-Pura Amnesia

Kalau yang ini bisa jadi senjata pamungkasmu melawan pertanyaan-pertanyaan mengganggu yang datang bertubi-tubi. Lakukan saja kalau kamu memang punnya mental dan niat yang kuat.

X : “Kapan kita dapat undangan nikah darimu?”

Y : “Iya, mau umur berapa punya anak? Nanti keburu tua.”

Z : “Kamu nggak kasihan sama mamamu? Dia pengin cepat nimang cucu tuh!”

Sobat Millens : “Kalian siapa? Aku di mana? THR ku mana?”

 Jadi, sobat Millens mau coba cara yang mana nih? (Verawati Meidiana/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: