BerandaHits
Sabtu, 17 Okt 2025 15:16

15 Juta Anak Fatherless; Saatnya Meninjau Ulang Peran Ayah di Rumah!

Ilustrasi: Keberadaan ayah secara fisik dan emosional memiliki peran penting dalam proses utama pembelajaran anak. (Pixabay/Deborah Jackson)

Dengan lebih dari 15,9 juta anak tumbuh tanpa kehadiran ayah secara fisik maupun emosional, fenomena fatherless di Indonesia perlu mendapatkan perhatian serius.

Inibaru.id - Sejak suaminya kena PHK sekitar enam bulan lalu, kondisi keluarga Nisa (nama samaran) kian terpuruk. Namun, perempuan 29 tahun asal Pekalongan itu belum berani menerima tawaran pekerjaan dari temannya yang mampir dua bulan setelahnya.

Alasannya, dia masih sulit meninggalkan anaknya yang kini sudah berusia tiga tahun. Meski ada suaminya di rumah, Nisa mengatakan, anaknya hanya mau diurusi oleh dirinya, mulai dari makan, mandi, hingga bermain.

"Jangankan bekerja, ditinggal pergi ke pasar dekat rumah saja dia sudah nangis histeris. Memang sejak lahir sampai sekarang nempelnya sama saya, nggak mau sama bapaknya," tutur Nisa via pesan telpon, Jumat (17/10/2025).

Menurutnya, ketidakhadiran suaminya dalam pengasuhan membuat buah hatinya itu merasa asing saat berada di dekat ayahnya sendiri. Meski tiap 1-2 minggu bertemu, Nisa menilai, sosok ayah nggak benar-benar melekat dan menjadi bagian darinya.

"Awalnya saya kasihan karena bukan keinginan dia (suami) untuk jauh dari kami. Tapi, sekarang jadi sebal karena ternyata setelah LDR juga dia nggak bisa menjalin kedekatan dengan anak; sibuk dengan dunianya sendiri," serunya, ketus.

Merugikan Pasangan

Nggak hanya buruk anak, menurut Nisa, dalam kasus dirinya, ketidakhadiran ayah atau yang populer disebut fatherless adalah fenomena yang juga merugikan dirinya sebagai pasangan.

"Sebelum punya anak, saya kerja; terus resign untuk mengasuh anak. Sekarang kebalik, saya ada tawaran pekerjaan, sedangkan suami di rumah, tapi ternyata peran itu (mengasuh anak) belum bisa diambil suami," ucapnya dengan nada pelan, pasrah.

Perlu kamu tahu, situasi yang dialami Nisa ini juga banyak dialami perempuan lain di Indonesia. Sebagaimana kita tahu, fenomena ketidakhadiran sosok ayah dalam keluarga masih menjadi persoalan sosial yang pelik di Indonesia.

Berdasarkan data terbaru, sekitar 15,9 juta anak Indonesia tumbuh tanpa kehadiran ayah dalam kehidupan mereka. Dari jumlah tersebut, 4,4 juta anak hidup tanpa ayah sama sekali. Sementara, 11,5 juta anak memiliki ayah yang terlalu sibuk bekerja sehingga nggak bisa hadir secara emosional dalam keseharian.

Padahal, menurut para ahli, peran ayah sangat penting dalam membentuk kepercayaan diri, moralitas, dan kecerdasan emosional anak. Kehadiran ayah bukan hanya sebatas fisik, tetapi juga keterlibatan emosional dalam proses tumbuh kembang anak.

Karena Tuntutan Pekerjaan

Ilustrasi: Anak membutuhkan figur orang tua yang lengkap. (Pixabay/Mabel Amber)

Dikutip dari laman resmi UGM, Dekan Fakultas Psikologi UGM Rahmat Hidayat mengatakan, ketidakhadiran ayah seringkali disebabkan oleh tuntutan pekerjaan yang membutuhkan mobilitas tinggi. Padahal, keberadaan mereka dibutuhkan dalam proses utama pembelajaran anak; yakni observasional, behavioral, dan kognitif.

Dalam pembelajaran observasional, anak belajar dengan meniru perilaku orang lain. Karena itu, ayah berperan penting sebagai role model yang akan ditiru anak.

“Anak belajar melihat, mengamati, dan menirukan. Proses ini sudah ada sejak masa kecil dan berlanjut seterusnya. Karena itu, penting siapa yang menjadi role model-nya,” jelas Rahmat, dikutip Jumat (17/10).

Sementara, dalam pembelajaran behavioral, anak belajar melalui kebiasaan dan penguatan perilaku lewat reward dan punishment. Di sini, ayah menjadi sosok otoritatif yang menetapkan batasan, memberi penghargaan, atau melakukan koreksi terhadap perilaku anak.

"Adapun dalam pembelajaran kognitif, ayah berperan sebagai pengarah berpikir dan pembentuk nilai melalui dialog dan komunikasi yang hangat untuk membantu anak memahami nilai moral dan berpikir kritis," tegasnya.

Anak Butuh Figur yang Lengkap

Rahmat menjelaskan, ketiga elemen belajar ini membutuhkan figur yang lengkap. Artinya, ketiadaan sosok ayah akan menghilangkan satu model peran penting dalam proses belajar anak. Secara terbatas, peran ini mungkin bisa digantikan oleh sosok lain seperti ibu, guru, atau keluarga besar, tapi nggak bisa maksimal.

"Penting bagi ayah untuk menjaga hubungan emosional dengan anak, terutama jika keduanya terpisah jarak. “Ayah yang tidak bisa membersamai anak karena urusan pekerjaan justru bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak, asalkan hubungan keduanya tetap hangat."

Menurutnya, fenomena fatherless saat ini nggak bisa dilepaskan dari akar struktural. Kurang meratanya lapangan kerja membuat para ayah acap terpaksa LDR dengan buah hatinya.

“Kehadiran ayah secara emosional sangat bergantung pada stabilitas sosial dan ekonomi keluarga. Ketika tekanan ekonomi tinggi dan pekerjaan menuntut mobilitas besar, interaksi emosional antara ayah dan anak cenderung berkurang,” tandasnya.

Perlu diketahui, menikah dan memiliki anak bukanlah fase alamiah yang semua orang bisa menjalaninya tanpa perlu belajar. Butuh kesiapan, kerja sama, dan pemahaman peran masing-masing untuk menghadapi fase yang akan menentukan masa depan buah hati kita ini, bukan? (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: