BerandaFoto Esai
Senin, 20 Jun 2021 10:52

Guru Honorer dengan Usaha Sampingan Bisnis Anggrek Beromzet Ratusan Juta

Dibandingkan gajinya yang sebagai guru honorer, agrobisnis anggrek yang dijalankannya agaknya jauh lebih menjanjikan. Namun, lelaki bernama lengkap Ikhsan Nur Wicaksono ini tetap melakoni perannya sebagai guru olahraga dan menjadikan bertani anggrek sebagai bisnis sampingan.<br>

Inibaru.id - Ikhsan masih mengenakan seragam guru kebesarannya saat menyemprotkan pupuk ke ribuan bunga anggrek di green house kepunyaannya. Tampaknya, lelaki berjambang ini begitu menikmati kedua profesi yang kini digelutinya ini, yakni sebagai guru olahraga dan petani anggrek.

Untuk profesi terakhir, Ikhsan mengaku baru menjalaninya pada 2017. Namun, siapa menyangka usahanya itu telah menangguk keuntungan cukup besar. Dengan lima green house yang dimilikinya saat ini serta ratusan reseller-nya yang tersebar di Jateng dan Jatim, dia bisa mendapatkan ratusan juta per bulan.

Nggak hanya menanam dan menjual anggrek, Ikhsan Nur Wicaksono kini juga tengah merambah ke bisnis jasa pembuatan green house. Kliennya berasal dari berbagai daerah.

“Dalam sepekan, alhamdulilah 1.000-2.000 bunga anggrek bisa terjual. Kalau ditambah bisnis pembuatan green house, omzetnya sekitar Rp 500-750 juta sebulan,” terangnya kepada Inibaru.id di green house-nya yang berlokasi di Desa Sidomulyo, Candimulyo, Kabupaten Magelang, belum lama ini.

Bukan tanpa alasan Ikhsan memilih bertani anggrek sebagai bisnis sampingannya. Menurut lelaki berkacamata ini, selain bunganya yang molek dan cocok untuk dijadikan tanaman hias, sejak lama anggrek telah menjadi salah satu tanaman yang dibanderol mahal.

“Anggrek itu punya nilai estetika yang luar biasa untuk orang Indonesia. Bahkan, memiliki anggrek kerap dianggap bisa menaikkan strata sosial,” aku Ikhsan, menerangkan peluang agrobisnis anggrek yang membuatnya tergiur.

Dia menambahkan, bisnis anggrek yang digelutinya itu mungkin nggak bisa sebesar sekarang kalau alumnus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu nggak melakukan kerja sama dengan importir anggrek dari Jakarta.

Mulai 2018, dia mengaku berkongsi dengan lima perusahaan swasta yang mendatangkan tanaman anggrek dari Taiwan. Sebagai distributor, dia kemudian memasarkan anggrek-anggrek itu ke sekitar Jateng dan Jatim, di antaranya ke Solo, Klaten, Ponorogo, dan Jember.

Sukses dengan bisnis anggrek, beberapa orang kini tampak mulai melihat peluang bisnis pada tanaman anggrek dan berniat mengembangkannya sendiri. Peluang ini juga nggak luput dari pengamatan Ikhsan. Hasilnya, dia membuka jasa pembuatan green house yang segera diminati orang.

Selama 2021, dia sudah dapat tujuh klien yang minta dibuatkan green house. Para klien itu berasal dari sekitar Jateng seperti Solo dan Klaten, hingga luar Jawa kayak Denpasar. Untuk green house seluas 800 meter persegi, Ikhsan memasang tarif Rp 200 juta.

Kekuatan Reseller

Selain kejelian melihat peluang dan keuletannya mengembangkan bisnis, kekuatan para reseller agaknya juga menjadi bagian penting dalam kesuksesan Ikhsan. Mereka yang tersebar di berbagai wilayah ibarat perpanjangan tangannya yang kian membuat bisnis Ikhsan kian menguntungkan.

Nggak melulu dirinya, kesuksesan yang diraih Ikhsan ini rupanya juga dirasakan para reseller-nya. Suhartono, salah seorang reseller anggrek asal Salatiga, mengaku juga meraup keuntungan yang lumayan besar dari berjualan anggrek.

Dia yang semula mengaku hanya coba-coba berjualan anggrek yang dibelinya dari Ikhsan, justru kini keterusan setelah melihat ada keuntungan yang bisa didapatkan dari tanaman bernama latin Orchidaceae tersebut.

“Paling laris Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) dan Dendrobium, Mas. Harganya enteng di kantong, kecantikanya luar biasa,” ujar Suhartono saat menyetok tanaman anggrek di green house milik Ikhsan.

Suhartono mengaku menjual anggrek mulai dari bibit yang harganya masih puluhan ribu rupiah hingga anggrek dewasa yang bunganya sudah mekar seharga ratusan ribu rupiah. Agrobisnis anggrek, menurut Suhartono, lumayan untuk mengisi waktu luang sekaligus menambah uang jajan.

Wah, kisah yang menarik nih! Peluang memang bisa muncul dari mana saja, tentu saja bagi mereka yang jeli melihatnya. Ha-ha. (TriawandaTirta Aditya/E03)

Ikhsan memamerkan anggrek jenis Dendrobium seharga jutaan rupiah di green house miliknya.<br>
Pembeli bisa datang lansung untuk melihat lihat.<br>
Anggrek Dendrobium bewarna ungu ini harganya sampai jutaan rupiah. loh.<br>
Salah satu green house berisi bunga anggrek yang ada di Kopeng, Kabupaten Semarang.<br>
Proses packing bunga anggrek untuk dikirim ke luar kota.<br>
Pengiriman bunga anggrek harus menggunakan truk supaya bisa mengangkut ribuan unit.<br>
Bibit bunga anggrek ditanam di atas pot kecil.<br>
Dalam satu green house biasanya terdapat ribuan bibit Anggrek.<br>
Pemupukan dilakukan seminggu sekali.<br>
Dalam green house harus ada pendingin ruangan agar anggrek bisa tumbuh dengan maksimal.<br>

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: