BerandaCoffreak
Minggu, 6 Apr 2019 15:57

Lencoh, Kopi Liar yang Dibawa Belanda pada ke Indonesia pada Masa Kolonial

Kopi Lencoh. (Titiktemu)

Kopi Lencoh di Desa Lencoh, Boyolali merupakan kopi dengan aroma dan rasa yang khas. Ternyata, penjajah Belanda-lah yang kali pertama membawa tanaman ini ke desa di ketinggian 1.600 mdpl itu. Bagaimana kisah di balik kopi ini?

Inibaru.id – Dukuh Plalangan di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, memiliki kopi khas yang disebut kopi Lencoh. Kopi ini memiliki rasa yang khas karena ditanam di dataran dengan ketinggian 1.600 mdpl.

Biasanya, kopi ditanam di ketinggian 1.200 mdpl. Inilah yang membedakan kopi Lencoh dengan kopi-kopi lain.

Penjajah Belanda membawa biji kopi ke Dukuh Plalangan sekitar 1935. Warga setempat mengelolanya dengan baik sehingga produksi kopi Lencoh meningkat. Sayang, produksi yang melimpah nggak bikin warga bisa menikmati hasilnya. Harga kopi ini juga murah saat dijual di Eropa.

http://3.bp.blogspot.com/-KAHVw3lCzTA/U6pl6qAycJI/AAAAAAAACIk/ufJHzTSAcwk/s1600/P6210152.jpg

Kopi Lencoh. (Iqbalkautsar)

Akibat kebijakan itu, warga kemudian menebang sebagian besar kopi Lencoh. Saat penjajahan berakhir, warga nggak fokus merawat kopi itu lagi. Tanaman setinggi enam meter ini baru mendapatkan perhatian kembali saat seorang petani bernama Wondo merawat dan mengembangbiakkannya.

Dibandingkan kopi Arabika dengan varietas Kartika Katimur, kopi Lencoh memiliki biji yang ukurannya lebih besar. Ranting dan jumlah bijinya juga lebih sedikit. Menurut Wondo, setiap cabang kopi Lencoh rata-rata memiliki empat ranting. Kalau jumlah rantingnya lebih banyak, ini juga berpengaruh pada rasa kopi.

O ya, kopi Lencoh sudah dijual ke pelbagai wilayah, lo. Kalau pengin mendapatkan kopi ini, kamu juga bisa membelinya secara daring. Hm, kalau sudah datang, ambil cangkir dan seduh, yuk! (IB15/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: