BerandaAdventurial
Sabtu, 1 Jan 2021 12:00

Menakar Kabupaten Ende dari Fasilitas Internet di Kawasan Danau Kelimutu

Nggak semua wilayah di kawasan Taman Nasional Kelimutu terjangkau internet. (Dok. Youtube Metro TV)

Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, punya berbagai potensi wisata dan alam yang memesona. Sayangnya, keterbatasan jaringan internet jadi kendala yang nggak bisa dihindari. Lalu, bagaimana optimisme mereka menghadapi hal ini?

Inibaru.id – Pagi hari jadi waktu yang tepat untuk menyusuri indahnya Danau Kelimutu yang berlokasi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Punya lanskap yang indah, nggak heran danau dengan tiga warna dan berubah-ubah pada waktu tertentu ini jadi wisata andalan Kabupaten Ende.

Karena berlokasi di perbukitan, jangan lupa untuk mengenakan jaket atau pakaian tebal agar tubuhmu nggak membeku, Millens! Selain menikmati telaga yang diyakini sebagai tempat bersemayam arwah para leluhur ini, kamu juga dapat menyusuri hamparan tumbuhan endemik di taman nasionalnya.

Oya, jangan buru-buru pulang sebelum mengunjungi taman edelweiss dan wisata petik buah stroberi yang ada di lingkungan TN Kelimutu ini ya. Nggak cuma cocok untuk berfoto, kamu juga bisa memetik bunga edelweiss yang sengaja dibudidayakan oleh pengelola di sini.

TN Kelimutu memang begitu menawan. Sayang, tempat tersebut belum dilengkapi dengan jaringan internet yang memadai. Hal ini seperti diungkapkan Kepala Balai TN Kelimutu Agus Sitepu. Menurutnya, jaringan internet yang kurang baik cukup menyulitkan komunikasi di sana.

“Tidak terlalu baik, pilihan tidak ada dan jaringannya belum sampai ke perdesaan, hanya sampai Kota Ende," terang Agus.

Inovasi di Tengah Keterbatasan

Di kawasan oarkiran dan oleh-oleh, oengunjung bisa menikmati internet. (Dok. Youtube Metro TV)

Untungnya keterbatasan jaringan internet di wilayah Danau Kelimutu ini dapat diatasi dengan hadirnya jaringan khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup yang dikembangkan oleh pengelola Taman Nasional Kelimutu pada 2017.

Menurut Kepala Resort TN Kelimutu Robert, jaringan tersebut hanya bisa dipakai di lingkup taman nasional untuk keperluan pemantauan kondisi danau dan pengunjung. Dengan aplikasi Sao Ria Kelimutu, segala informasi terkait hal tersebut dapat dilaporkan dan dipantau setiap saat, Millens!

“Di sini belum ada jaringan yang memadai dan ini hanya lokal Taman Nasional Kelimutu saja. Jaringan kita bikin sendiri dan memanfaatkan Aplikasi Sao Ria Kelimutu utuk melaporkan perubahan danau, pemantauan pengunjung, hingga CCTV,” ungkap Robert.

Ke depannya, Robert berharap agar jaringan internet dapat menyentuh seluruh wilayah Ende tanpa terkecuali untuk memudahkan pengunjung dan peneliti, khususnya di TN Kelimutu.

Selain Sao Ria Kelimutu, ada pula inivasi para pengelola Badan Usaha Milik desa (Bumdes) di Desa Detusoko, Kecamatan Ende. Melalui Dapurkita.mumdesmart.id, mereka memasarkan berbagai produk pertanian asal desa tersebut secara daring.

Masyarakat meyakini internet dapat membawa keajuan bagi berbagai potensi Ende. (Dok. Youtube Metro TV)

Menurut salah satu anggota Bumdes Angela Patricia Eka, aplikasi tersebut sudah menggandeng para masyarakat dari tiga kecamatan atau delapan desa.

“Sayur dari masyarakat desa, ada juga kami bekerja sama dengan tiga kecamatan, ada delapan desa, kami beli sayurnya,” ungkapnya.

Nggak heran, inovasi ini sempat masuk dalam nominasi Bumdes digital nasional oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Mengetahui hal tersebut, kami yakin, kehadiran internet dari program Bakti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat membantu kebangkitan berbagai sektor di Kabupaten Ende. Hal ini turut ditegaskan oleh Kadis Kominfo Kabupaten Ende, Rando R.

Menurutnya, dari 259 desa di Ende, masih ada 59 desa yang blank spot. Namun, dia menargetkan seluruh wilayah dapat dijangkau internet, setidaknya pada 2021.

“Tahun ini semoga sesuai janji presiden. Kami dapat bantuan 59 BTS, maka 2021 akan zero blank spot,” ungkapnya optimistis.

Semoga optimisme dan semangat berinovasi para pasyarakatnya membuat Kabupaten Ende semakin bangkit dan mendunia dengan segala potensinya ya, Millens! (IB27/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: