BerandaAdventurial
Sabtu, 29 Jul 2022 17:05

Desa Wisata Ngawen dengan Candi Buddha sebagai Magnetnya

Di Desa Ngawen kamu bisa menemukan lima Candi Ngawen yang berdiri berjajar. (Rumah Pendidikan)

Desa Wisata Ngawen yang ada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merupakan desa wisata berbasis alam dan budaya. Di tempat ini, kamu bisa menemukan Candi Ngawen yang menjadi magnet utama wisatanya.

Inibaru.id – Kalau kamu tengah berkunjung ke Magelang, Jawa Tengah, coba deh mampir ke Desa Ngawen yang berlokasi kurang lebih 10 kilometer dari Candi Borobudhur. Desa wisata yang ada di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah punya banyak hal yang menarik untuk dikunjungi, lo, Millens.

Ada banyak paket wisata yang ditawarkan di desa ini seperti river tubing, outbond, jelajah desa, hingga wisata edukasi pertanian dan peternakan. Nggak hanya itu, di sana kamu juga bisa mengikuti kegiatan meronce bunga melati. Menarik kan?

Selain aktivitas-aktivitas wisata di atas, kamu juga bisa lo mengunjung Candi Ngawen. Yap, candi inilah magnet wisata utama dari desa tersebut.

Candi Ngawen Sebagai Ikon Desa Wisata Ngawen

Candi Ngawen terdiri atas dua candi induk dan tiga pewara. Masing masing bangunan diberi nama Candi Ngawen I, II, III, IV, dan V. Candi yang ditemukan pada 1874 ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke-9 atau 10 Masehi.

Candi Ngawen termasuk dalam candi Buddha, tapi bangunannya mirip candi Hindu. Soalnya, bentuk bangunannya meruncing ke atas. Tapi, jika dilihat dengan lebih seksama, candi ini punya stupa dan teras yang merupakan simbol khas candi Buddha. Selain itu, di sana juga ada Arca Dhyani Buddha Ratnasambhawa dan Arca Dhyani Buddha Amithaba.

Kegiatan meronce bunga melati ini bisa kamu temukan di Desa Ngawen. (Instagram/Desawisatangawen)

Keunikan lain dari Candi Ngawen adalah adanya lima buah candi yang berderet sejajar dari utara ke selatan. Seluruh bangunan candi juga menghadap ke timur dan memiliki denah bujur sangkar. Selain itu, pada setiap sudut Candi Ngawen II dan IV, ada empat buah arca singa.

Kondisi bangunan Candi Ngawen berbeda-beda. Hanya Candi Ngawen II yang dipugar pada 1927 yang masih utuh hingga ke bagian atap. Pada bagian kaki candi ini juga masih ada selasar dengan lebar 1,1 meter yang mengelilingi dinding utama. Sementara itu, pada bagian timur, ada pintu yang menghubungkan selasar dengan bilik candi.

Khusus untuk Candi Ngawen I, pemugaran pada 1927 tinggal menyisakan bagian kakinya saja. Meski begitu, pada bagian timur candi ada sepasang pipi tangga yang berhias Makara pada bagian ujung.

Arca singa menjadi keunikan milik Candi Ngawen. (Twitter/Yuki Aditya)

Kondisi Candi Ngawen III sama dengan Candi Ngawen I. Tapi, candi ini sama sekali nggak pernah dipugar. Pada candi ini, ada arca laki-laki yang berdiri dengan sikap tribangga dan relief perempuan kecil dengan pose menyembah di depannya.

Candi Ngawen IV baru dipugar pada 2011 lalu. Pada candi ini, kamu bisa menemukan relief gajah yang dilengkapi dengan sulur-sulur yang keluar dari jambangnya.

Candi terakhir, yaitu Ngawen V, cukup mengenaskan kondisinya karena hanya tersisa sebagian kaki pada sisi utara. Tapi, di sana ada relief arca laki-laki dan perempuan yang sedang bergandengan di sebuah relung.

O ya, Candi Ngawen III dan Candi Ngawen V sampai sekarang belum dipugar. Alasannya, batu bangunan aslinya masih belum ketemu sampai 70 persen.

Jadi, kapan nih kita main ke Desa Wisata Ngawen, Millens? (Rad, Can, Jad/IB32/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: