BerandaAdventurial
Rabu, 8 Agu 2023 15:16

Dari Sari Tebu Jadi Manisnya Gula Tumbu

Gula tumbu di Kandangmas terbuat dari sari tebu yang dimasak. (Inibaru.id/ Hasyim Asnawi)

Di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe Kudus ada pabrik pembuatan gula merah, atau di sana lebih dikenal dengan gula tumbu. Gula merah berkualitas inilah yang menjadi bahan pembuatan kecap manis.

Inibaru.id - Produksi kecap manis berkaitan dengan ketersediaan gula merah berkualitas. Penasaran dengan bagaimana bahan pembuat kecap ini diproduksi, beberapa hari lalu saya mengunjungi tempat pembuatan gula tumbu atau gula merah di Kudus.

Dengan mengandalkan peta di ponsel, saya berkendara cukup jauh ke Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe. Dari pusat Kota Kudus, butuh waktu 30 menit untuk bisa sampai ke sana, sebuah desa di kaki Gunung Muria.

Sampai di desa tujuan, hidung saya jelas menghirup aroma cairan gula yang sedang dimasak. Bergegas, saya mencari tempat produksi gula merah yang sudah terkenal di Kudus dan sekitarnya ini. Suara gilingan tebu dan kepul asap membantu saya menemukan lokasi gudang produksi gula merah yang oleh masyarakat setempat disebut gula tumbu.

FYI, tumbu adalah bakul berukuran besar yang terbuat dari anyaman bambu. Disebut gula tumbu karena gula merah yang sudah jadi dituangkan ke dalam tumbu-tumbu.

Dari Sari Tebu Asli

Tebu yang sudah tua digiling untuk diambil sarinya. (Inibaru.id/ Hasyim Asnawi)

Produksi gula yang saya datangi adalah milik Khoirul Anaf yang ada di Dukuh Sekandang. Gudang untuk pembuatan gula miliknya berukuran kisaran seribu meter persegi. Kebetulan saat saya ke sana, beberapa karyawan sedang sibuk menggiling tebu, bahan utama pembuatan gula tumbu.

Khoriul Anaf mengatakan gula tumbu yang dia produksi murni dari tebu yang baru dipanen. Kebetulan bulan Agustus adalah musim panen. Jadi proses produksi masih berjalan lancar.

"Dari tebu yang sudah tua, digiling untuk diambil sarinya. Kemudian dimasak dengan dicampur gamping dan air secukupnya," kata Anaf.

Fungsi gamping yang ditambahkan ke dalam kawah (tempat memasak gula) menurut Anaf adalah untuk mengeraskan. Jika tidak, gula akan sulit dan lama untuk padat.

"Iya saya tambahkan gamping supaya lebih cepat padat dan kering," ujarnya.

Tujuh Kawah dengan Api Menyala

Gamping atau semen putih menjadi bahan yang ditambahkan untuk memadatkan gula tumbu. (Inibaru.id/ Hasyim Asnawi

Memasak gula tumbu memerlukan api yang terus menyala. Bahan bakarnya dari ampas tebu yang sudah digiling dan dikeringkan. Sementara untuk proses memasaknya, Anaf memindahkan dari kawah satu ke kawah sebelahnya. Berurutan mendekati sumber api di tungku.

"Memasaknya itu berurutan dari kiri ke kanan. Paling kanan itu proses terakhir karena apinya dari sana. Sementara kawah paling kiri lambat laun juga akan mendidih," jelas Anaf, sembari membersihkan sisa kotoran di kawah dengan alat khusus.

Seorang pekerja sedang memindahkan cairan gula dari kawah satu ke kawah lainnya. (Inibaru.id/ Hasyim Asnawi)

Lantas, berapa waktu yang dibutuhkan untuk memasak gula tumbu? Anif menjelaskan, perlu waktu dua sampai tiga jam memasak sari tebu menjadi gula tumbu. Dalam sehari, dia dan pekerjanya memasak gula tumbu sekitar tiga sampai empat lapisan. Ada 24 tumbu berukuran besar miliknya dan butuh waktu tujuh sampai delapan hari agar tumbu-tumbu itu terisi penuh oleh gula.

"Kita mulai masak sekitar jam 7 pagi. Memasak gula itu berlapis-lapis. Jadi biar bisa padat, setelah dituangkan di atas tumbu, gula diaduk dulu dan ditunggu kering," terangnya.

Saat saya ke sana, terlihat tumbu-tumbu di gudang gula milik Anaf hampir penuh. Dia menaksir butuh 2-3 hari lagi dan gula siap dijual ke pengepul atau pabrik kecap. Satu tumbu dengan berat sekira 170 kilogram dihargai Rp8.450 per kilogram.

"Harga gula tumbu saat ini masih sedang-sedang saja, tidak rendah tidak juga tinggi. Tapi kami tetap berharap agar harganya bisa naik lagi," ujarnya.

Panas di sekitar gudang berasal dari asap dan cairan gula di kawah yang sudah mendidih. (Inibaru.id/ Hasyim Asnawi)

Ya, akhirnya saya tahu bagaimana proses pembuatan gula merah atau gula tumbu. Produksinya nggak mudah dan membutuhkan tenaga yang mumpuni. Pegawai di sana tentunya memiliki kondisi fisik yang kuat dan tahan dengan panas api. Saya berharap, usaha pembuatan gula tumbu di Desa Kandangmas ini akan selalu berjalan lancar. (Hasyim Asnawi/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: