BerandaTradisinesia
Rabu, 12 Des 2017 23:56

Topeng Ireng , Tarian Silat, dan Syiar Islam

Sajian tari Topeng Ireng. (infoborobudur.com)

Dilarang latihan silat oleh Belanda, masyarakat mengemas silat sebagai tarian. Nggak hanya itu, tarian juga mengusung syiar Islam.

Inibaru.id – Masyarakat di lereng Gunung Merapi, tepatnya di sekitar Sendang Pundung, Muntilan, Kabupaten Magelang baru saja menyelenggarakan ritual jamasan Topeng Ireng. Jamasan dilakukan bertujuan untuk melestarikan dan mencari generasi baru para pengusung tarian Topeng Ireng.

Jenis kesenian seperti apa sih Topeng Ireng itu? Mengapa kesenian itu jadi salah satu ikon masyarakat di lereng Gunung Merapi?

Tahukah kamu, sejak tahun 1980-an di wilayah Kabupaten Magelang Jawa Tengah berkembang salah satu jenis kesenian kreasi baru yang dinamai Dayakan dan selanjutnya lebih dikenal sebagai Topeng Ireng.

Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, meskipun baru dikembangkan secara besar-besaran pada era 1980-an, kesenian Topeng Ireng sudah berkembang sejak zaman penjajahan Belanda. Tahun 1960-an pun sebenarnya sudah ada kelompok Topeng Ireng, tapi memang belum berkembang.

Kemunculannya pada saat zaman Kolonialisme Belanda merupakan reaksi masyarakat atas pelarangan untuk pelatihan silat di kalangan penduduk. Karena dilarang berlatih silat, masyarakat mengembangkan gerakan silat sebagai tarian.

Tarian itu diiringi musik gamelan dan tembang Jawa yang intinya berisi berbagai nasihat tentang kebaikan hidup dan penyebaran agama Islam. Setelah itu tarian dilakukan apabila umat Islam membangun masjid atau musala. Sebelum mustaka (kubah) dipasang maka mustaka tersebut akan diarak keliling desa. Kirab tersebut akan diikuti seluruh masyarakat di sekitar masjid atau musala dengan tarian yang diiringi rebana dan syair puji-pujian. Dalam perjalanannya kesenian tersebut berkembang menjadi kesenian Topeng Ireng.

Baca juga:
Jamasan Topeng Ireng untuk Regenerasi
Ngerebeg, Riasan Seram untuk Membersihkan Jiwa

Asal-usul Nama

Dinukil dari Wikipedia, nama Topeng Ireng berasal dari ungkapan Jawa “Toto Lempeng Irama Kenceng. Toto artinya menata, lempeng berarti lurus, irama berarti nada, dan kenceng berarti keras. Karena itu, dalam pertunjukan Topeng Ireng para penarinya berbaris lurus dan diiringi musik berirama keras dan penuh semangat. Tarian ini sebagai wujud pertunjukan seni tradisional yang memadukan syiar agama Islam dan ilmu beladiri atau pencak silat. Nggak heran, Topeng Ireng selalu diiringi dengan musik yang rancak dan lagu dengan syair islami.

Selain sebagai syiar agama Islam, pertunjukan Topeng Ireng juga menggambarkan tentang kehidupan masyarakat pedesaan yang tinggal di lereng Merapi Merbabu. Gerakannya yang tegas menggambarkan kekuatan fisik yang dimiliki oleh masyarakat desa saat bertarung maupun bersahabat dengan alam untuk mempertahankan hidup.

Sebelum dikenal dengan nama Topeng Ireng, seni pertunjukan ini dikenal dengan nama kesenian Dayakan. Ini lantaran kostum yang digunakan para penari, terutama bagian bawah menyerupai pakaian adat suku Dayak.

Sekitar tahun 1995, kata Dayakan dinilai mengandung unsur SARA, kemudian kesenian ini diubah menjadi kesenian Topeng Ireng. Namun, sejak tahun 2005 nama Dayakan dipopulerkan lagi sehingga menjadikan kesenian ini dikenal dengan dua nama, Topeng Ireng dan Dayakan.

Daya tarik utama yang dimiliki oleh kesenian Topeng Ireng tentu saja ada pada kostum para penarinya. Hiasan bulu warna-warni serupa mahkota kepala suku Indian menghiasi kepala setiap penari. Senada dengan mahkota bulunya, riasan wajah para penari dan pakaian para penari juga seperti suku Indian. Berumbai-rumbai dan penuh dengan warna-warna ceria. Adapun kostum bagian bawah seperti pakaian suku Dayak, rok berumbai-rumbai. Untuk alas kaki biasanya mengenakan sepatu gladiator atau sepatu bot dengan gelang kelintingan yang jumlahnya hampir 200 buah untuk setiap pemainnya. Itu sebabnya ketika mereka bergerak, tercipta suara riuh bergemerincing.

Dua Bagian Tarian

Pertunjukan Topeng Ireng terbagi menjadi dua jenis tarian. Yang pertama adalah Rodat yang berarti dua kalimat syahadat. Tarian ini ditampilkan dengan gerakan pencak silat sederhana serta diiringi lagu-lagu syiar Islami.

Jenis tarian satunya adalah Monolan yang melibatkan penari dengan kostum hewan. Tarian ini melibatkan unsur mistik serta gerak pencak silat tingkat tinggi. Durasi pertunjukan Topeng Ireng sangat fleksibel, tidak ada peraturan khusus mengenai lamanya tarian. Penampilan para penari bisa dibuat 15 menit, 10 menit, bahkan 5 menit saja.

Baca juga:
Raja pun Menanak Nasi
Berebut Berkah dalam Kirab Ancak Agung

Sebagai seni pertunjukan rakyat, pertunjukan Topeng Ireng biasanya dilaksanakan ketika sedang ada acara tertentu semisal upacara bersih desa, kirab budaya, festival rakyat, maupun acara-acara seni tradisi dan budaya lainnya.

Tempat dilangsungkannya pertunjukan ini tidak menentu. Namun, daerah yang paling banyak menampilkan pertunjukan Topeng Ireng adalah desa-desa yang terletak di lereng Merapi Merbabu, Jawa Tengah. Sekarang ini, selain di wilayah Magelang, Topeng  Ireng dan Dayakan telah berkembang di Kebumen dan Boyolali,Jawa Tengah. (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: