BerandaTradisinesia
Sabtu, 10 Okt 2025 17:11

Tentang Tepo Seliro, Tenggang Rasa yang Jadi Kunci Harmonis dengan Tetangga

Jika semua orang punya tepo seliro, nggak akan ada kasus pertengkaran dengan tetangga. (Pexels)

Kasus pertengkaran antarwarga yang viral belakangan ini seolah menjadi cermin bahwa nilai tepo seliro mulai memudar. Padahal, falsafah Jawa ini mengajarkan pentingnya menempatkan diri di posisi orang lain agar hidup lebih rukun dan penuh empati.

Inibaru.id - Beberapa waktu terakhir, jagat maya diramaikan oleh berita tentang warga yang ribut dengan tetangganya. Ada pengusaha rental mobil di Malang yang memarkirkan mobil di depan pagar rumah orang, hingga warga di Semarang yang menutup akses jalan umum dan membuat penghuni kompleks kesulitan keluar masuk rumah. Sekilas tampak sepele, tapi dua kasus ini menyingkap hal penting yang mulai luntur dalam kehidupan masyarakat: tepo seliro.

Dalam falsafah Jawa, tepo seliro atau tepa salira dalam ejaan KBBI, bukan cuma soal sopan santun. Ia adalah ajaran hidup yang mengajarkan kita untuk memahami perasaan orang lain, menempatkan diri pada posisi mereka, dan menjaga hubungan dengan rasa hormat. Seperti yang termuat dalam Serat Wedotomo karya Gusti Mangkunegoro IV, nilai tepo seliro menjadi penuntun agar manusia bisa hidup dengan bijaksana, tahu kapan berbicara, kapan bertindak, dan kapan menahan diri.

Kalau ajaran ini benar-benar dihayati, tentu nggak akan ada cerita tentang orang yang parkir seenaknya di depan rumah orang lain, atau menutup jalan demi kepentingan pribadi. Sebab, orang yang punya tepo seliro akan berpikir, “Bagaimana kalau aku yang diperlakukan begitu?”

Sayangnya, di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan individualistis, nilai-nilai seperti tepo seliro sering tergeser oleh ego. Orang lebih mudah menuntut haknya ketimbang menimbang perasaan orang lain. Padahal, dalam ajaran Jawa, menjaga harmoni bukan tanda kelemahan, tapi bukti kedewasaan batin.

Tepo seliro merupakan kunci hidup rukun dan harmonis dengan tetangga. (via Cantika)

Belajar dari tepo seliro berarti belajar menata hati, menundukkan ego agar ucapan, pikiran, rasa, dan laku tetap selaras. Hidup jadi lebih ringan, hubungan antarwarga lebih damai, dan lingkungan terasa lebih manusiawi.

Kalau saja semua orang mau berlatih sedikit tepo seliro, mungkin berita tentang “ribut dengan tetangga” bisa berubah jadi “gotong royong dengan tetangga”. Karena pada akhirnya, kunci rukun bukan sekadar aturan, tapi rasa saling memahami. Itulah hakikat tepo seliro yang sesungguhnya. Sebuah warisan leluhur yang selalu relevan, dari kampung kecil di Jawa hingga kompleks perumahan modern hari ini.

Yuk, mulai hari ini coba hidup dengan tepo seliro dengan sedikit menahan ego dan sedikit lebih memahami orang lain agar harmoni dan rasa rukun tumbuh kembali, Gez. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jateng Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Media Lokal di Era Digital

21 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Peluang “Godzilla El Nino” 2026 di Indonesia Relatif Kecil, Ini Kata BRIN

25 Mei 2026

Jadi Wisudawan Terbaik UNRIYO, Pemuda Asal Semarang Ini Ingin Ciptakan Banyak Peluang Kerja

25 Mei 2026

Sebelum Nasi Mendominasi, Leluhur Kita Sudah Diversifikasi Pangan Sejak Dulu

26 Mei 2026

5 Tradisi Iduladha di Indonesia yang Unik, Sarat Makna, dan Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

28 Mei 2026

Congklak, Permainan Tradisional Tertua yang Kini Mulai Dilupakan

29 Mei 2026

Mengenal Thudong, Perjalanan Spiritual Para Biksu yang Selalu Mencuri Perhatian Saat Waisak

2 Jun 2026

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: