BerandaTradisinesia
Senin, 20 Okt 2019 08:39

Tari Aplang Khas Banyumasan: Menari sekaligus Menyebarkan Ajaran Islam

Tari Aplang. (Banjarwisataku.blogspot)

Wilayah Banyumasan memiliki puluhan tarian yang memesona mata. Di antara banyaknya kesenian dari wilayah yang terkenal sebagai Republik Ngapak ini, Tari Aplang jadi salah satu kesenian yang membanggakan. Muncul sejak 1951, tarian ini juga jadi media penyebaran Islam di sana, lo.

Inibaru.id - Daerah Banyumasan memiliki banyak kesenian menarik untuk dipelajari. Salah satu kesenian yang menarik dipelajari adalah Tari Aplang.

Tari ini berasal dari Kabupaten Banjarnegara dan digunakan pada masa penyebaran Islam. Sebelum dikenal sebagai tari aplang, kesenian ini lebih dulu dikenal dengan nama Dhaeng.

Aplang berasal dari kata "Ndhaplang". Kata ini diambil berdasarkan gerakan merentangkan tangan ke kanan dan kiri yang banyak dilakukan dalam tarian ini.

Tari Aplang. (Twitter)

Nah, sembari menari, kamu bakal mendengarkan lantunan syair-syair dari kitab Barjanzi, Millens.

Awal kemunculannya pada 1951, Aplang ditarikan laki-laki. Dua tahun kemudian, tarian ini mengalami perubahan karena dimainkan perempuan. Tari Aplang biasanya digelar di pelbagai acara mulai dari hajatan pribadi hingga penyambutan pejabat.

O ya, supaya menambah kesan Islami, terompah yang merupakan sandal khas dataran Arab digunakan para penari.

Tari Aplang. (Budayajawa.id)

Menarik kan? Kalau punya renjana dalam menari, tari aplang sebaiknya juga kamu pelajari.

Selain tari aplang, Banjarnegara masih punya banyak kesenian lain yang perlu dilestarikan. Jangan sampai kesenian lokal tergerus oleh kesenian asing ya! (IB15/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: