BerandaTradisinesia
Sabtu, 6 Sep 2019 14:05

Temuan Situs Batu Dakon di Nusantara, Berhubungan dengan Permainan Congklak?

Situs Batu Dakon di Desa Onje Purbalingga. (Wisatareligi-onje.blogspot)

Papan congklak pada umumnya terbuat dari kayu atau plastik. Tapi ada yang berbeda dengan dua situs temuan di Indonesia ini. Bentuknya memang seperti papan dakon, tapi bahannya berasal dari batu dan tanah liat.

Inibaru.id - Congklak telah lama dikenal dunia, tentu saja dengan nama yang berbeda. Di AS, orang menyebutnya Kalah atau Mancala. Kemungkinan, permainan itu dibawa masyarakat Afrika yang mendiami Negeri Paman Sam. Sementara, di Indonesia, selain congklak, masyarakat juga menyebutnya dakon.

Mancala, "papan congklak" yang menjadi koleksi di Museum Brooklyn. (Brooklynmuseum)

Belum bisa dipastikan kapan congklak masuk Nusantara. Namun, sejak abad ke-17, permainan itu konon sudah dimainkan para anak bangsawan di sini. Bahkan, sejumlah situs di pelosok negeri menunjukkan ada peninggalan prasejarah berbentuk mirip papan dankon yang terbuat dari batu.

Di Kabupaten Purbalingga, tepatnya Desa Onje, Kecamatan Mbrebet, terdapat batu yang menyerupai dakon bernama Situs Batu Dakon. Ini diberikan karena pada bagian atas lempeng batu andesit sepanjang 70 sentimeter itu terdapat lubang-lubang yang menyerupai dakon berdiameter 10-15 sentimeter.

Congklak dari tanah liat di Banten. (Kompas)

Setali tiga uang, congklak kuno juga ada di Banten. Ditemukan pada 1983 di daerah Panjunan, congklak yang terbuat dari tanah liat ini ditemukan di antara ribuan fragmen tembikar. Situs yang diduga merupakan bekas pabrik tembikar tersebut diberi nama Congklak Terakota Banten. Kini, temuan ini disimpan di Museum Nasional.

Selain dua temuan tersebut, batu dakon juga sempat ditemukan di beberapa tempat lain seperti Bogor, Sukabumi, Pulau Samosir, Lampung, dan Kuningan.

Teori tentang Situs Batu Dakon

Jika masyarakat kiwari (zaman sekarang) menjadikan congklak sebagai papan permainan saja, gimana dengan yang ada di Situs Batu Dakon di Desa Onje, Kecamatan Mbrebet, Kabupaten Purbalingga, itu? Apakah masyarakat prasejarah telah bermain dakon?

Situs Batu Dakon di Purbalingga. (Sejarahsmapbg.wordpress)

Setidaknya ada dua pendapat arkeolog terkait situs batu dakon ini. Pertama, lubang-lubang pada batu tersebut sejatinya berfungsi sebagai tempat sesaji, misalnya biji-bijian dan kembang. Dugaan tersebut diperkuat dengan lokasi temuan batu congklak yang berdekatan dengan menhir dan punden berundak.

Nah, batu congklak itu diduga merupakan bagian dari alat pemujaan. Sementara, pendapat kedua menyebutkan bahwa batu congklak berfungsi sebagai proyeksi peta bintang seperti yang ada di dataran tinggi India.

Terlepas dari dua pendapat tersebut, warga Purbalingga percaya, Situs Batu Dakon Desa Onje berhubungan erat dengan leluhur mereka, yakni Adipati Onje II. Nah, batu tersebut diyakini sebagai peninggalan dukun bayi yang merawat Adipati Onje. Lubang itu merupakan medium untuk menghaluskan bahan jamu bagi Adipati Onje.

Perihal adakah hubungan antara situs dakon dengan permainan congklak, mungkin memang masih perlu dikaji ulang lagi ya, Millens! (MG28/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: