BerandaTradisinesia
Rabu, 10 Feb 2026 13:11

Merayakan Harmoni Toleransi dan Kebersamaan di Pasar Imlek Semawis 2026

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat membuka Pasar Imlek Semawis. (Humas Pemkot)

Pasar Imlek Semawis bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga ruang bersama yang merefleksikan nilai toleransi dan kebersamaan warga Kota Semarang.

Inibaru.id - Kota Semarang memiliki dua agenda keagamaan penting pada Februari 2026 ini. Untuk menyambut Ramadan, Pemkot menggelar Festival Pasar Rakyat Dugderan. Di tempat yang berdekatan, mereka juga menyelenggarakan Pasar Imlek Semawis untuk memperingati Tahun Baru Imlek.

Sebagaimana Pasar Dugderan, rangkaian kegiatan Pasar Semawis juga dimulai pada Sabtu, 7 Februari 2026; diawali dengan Tradisi Ketuk Pintu di Klenteng Tay Kak Sie sebagai simbol permohonan doa, keselamatan, dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, tradisi Ketuk Pintu juga menjadi penanda harmoni lintas budaya yang telah mengakar di Kota Lunpia. Menurutnya, Pasar Imlek Semawis bukan sekadar perayaan budaya, tapi juga ruang bersama yang merefleksikan nilai toleransi dan kebersamaan warga.

“Pasar Imlek Semawis menjadi ruang perjumpaan warga dari berbagai latar belakang. Di sinilah kita melihat bahwa keberagaman di Kota Semarang hidup, dirawat, dan dirayakan bersama secara alami,” ujar perempuan yang akrab disapa Agustin tersebut.

Kuda Datang, Sukses Menjelang

Agustin menegaskan, Pemkot Semarang akan terus mendukung kegiatan budaya yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kohesi sosial. Kolaborasi komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah adalah fondasi penting dalam menjaga Semarang sebagai kota yang inklusif dan harmonis.

"Tahun ini Pasar Imlek Semawis mengusung tema 'Kuda Datang, Sukses Menjelang, sesuai dengan perayaan Imlek yang memasuki shio Kuda Api," sebutnya. "Kegiatan akan berlangsung pada 13–15 Februari di ruas Jalan Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur, Kawasan Pecinan Semarang."

Sementara itu, Ketua Komunitas Pecinan untuk Pariwisata (KOPI) Semawis, Harjanto Halim menegaskan, sejak awal dibuat, pihaknya memang merancang Pasar Imlek Semawis sebagai ruang perjumpaan budaya yang terbuka bagi seluruh masyarakat, karena keberagaman adalah bagian dari keseharian warga Semarang.

“Bunga mawar itu tidak perlu dipuji, keluarnya merah dan wangi. Keberagaman itu, ya kayak bunga, dia mau dipuji, mau nggak, ya tetap mekar. Saya berharap Kota Semarang juga begitu. Tanpa harus dipuji, tanpa harus ditonton, keberagaman itu sudah menjadi perilaku sehari-hari,” kata Harjanto.

Hadirkan Berbagai Atraksi Budaya 

Harjanto mengungkapkan, Pasar Imlek Semawis 2026 menjadi agenda yang pantang dilewatkan karena akan menghadirkan berbagai atraksi budaya seperti Wayang Potehi, Barongsai, Catur Gajah, Tarot Reading, Kaligrafi Mandarin, dan Sketsa Postcard.

Pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan opera Sun Go Kong, sosok dalam "Perjalanan ke Barat" yang dikenal luas masyarakat Indonesia, hingga cosplay budaya yang mendorong pengunjung untuk mengenakan kebaya, busana adat Nusantara, dan kostum lintas budaya.

"Nanti juga bakal ada perjamuan makan bersama di atas meja panjang bernama 'Tuk Panjang' sebagai simbol kebersamaan antara warga Pecinan, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah," paparnya.

Harjanto berharap, masyarakat dari manapun berada dapat turut meramaikan serta berpartisipasi dalam Pasar Imlek Semawis 2026. Nggak cuma untuk menikmati kuliner dan hiburan, tapi juga merasakan langsung nilai toleransi, keberagaman, dan harmoni yang telah menjadi identitas Kota Semarang.

Tradisi yang menarik ya, Gez? Karena venue Festival Pasar Rakyat Dugderan dengan Pasar Imlek Semawis berdekatan, kayaknya bisa dijangkau dua-duanya, sih! (Murjangkung/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Tragedy of the Commons; Alasan Hutan dan Sumber Daya Bersama Mudah Rusak

16 Mar 2026

Tahayul Dunia Percintaan di Jepang yang Unik dan Lucu

16 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Bukit Lintang Sewu di Yogyakarta

16 Mar 2026

Arus Mudik Mulai Terasa, Puluhan Ribu Kendaraan Masuk Jateng via Tol Kalikangkung

16 Mar 2026

Kenapa Nggak Ada Mamalia Warna Ungu? Ternyata Ini Rahasia Evolusi di Baliknya!

16 Mar 2026

Mudik Jarak Jauh? Ini Posisi Kursi Pesawat Paling 'Wenak' buat Tidur

16 Mar 2026

Candi Muncar Wonogiri, Telaga Sejuk di Lereng Pengunungan Lawu Selatan

17 Mar 2026

Mengenal Fitur 'Safe Mode' Di HP Android, Apa Fungsinya, Ya?

17 Mar 2026

Bukan Cuma Kurang Olahraga, Ternyata Ini Alasan Ilmiah Lemak Perut Susah Banget Hilang!

17 Mar 2026

Manisan Berlapis yang Hangatkan Perayaan Idulfitri di Turki: Baklava!

17 Mar 2026

Ini Rekomendasi Outfit Anti-Pegal buat Penerbangan Jarak Jauh

17 Mar 2026

Panduan Mudik IDAI; Tetap Aman Bepergian bersama Anak

18 Mar 2026

Apa Sih Makna Makna Jumlah Bintang pada Hotel?

18 Mar 2026

Mudah Didaki Tapi Cantik, Puncak Argopuro di Gunung Lasem Cocok Buat Pendaki Tektok

18 Mar 2026

Perjuangan Ardit Erwandha dan Peran Arga dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'

18 Mar 2026

Awas 'Ketiduran' Sedetik Bisa Fatal! Kenali Tanda Microsleep saat Mudik dan Cara Mengatasinya

18 Mar 2026

Mengenal Kerbau Rawa: Si Perenang Tangguh dari Kalsel yang Jago Nyelam!

18 Mar 2026

Indikator Bensin Menyala, BBM Mobil Masih Sisa Berapa?

19 Mar 2026

Mencicipi Kelezatan Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi Solo yang Melegenda

19 Mar 2026

Jangan Kalap! Tips Aman Santap Menu Lebaran buat Si Diabetes & Hipertensi

19 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: