BerandaTradisinesia
Jumat, 28 Mar 2019 13:39

Dari Pahitnya Penjajahan, Lahirlah Topeng Ayu di Dewi Menari Tanon

Tari Topeng Ayu. (Ardyanta.com)

Semarang memiliki banyak kesenian menarik, salah satunya kesenian tari Topeng Ayu. Berawal dari perlawanan rakyat terhadap penjajah Belanda, tarian ini kemudian tercipta. Seperti apa kisahnya?

Inibaru.id – Ditarikan oleh sejumlah perempuan muda, tari ini menjadi tradisi yang cukup dikenal di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tari Topeng Ayu namanya. Kendati bernama Topeng Ayu, semula tari tersebut nggak berkaitan sama perempuan secara spesifik, lo!

Sebelum berganti menjadi Topeng Ayu, tarian ini semula bernama Topeng Ireng. Dalam bahasa Jawa, ireng berarti hitam. Kata hitam ini berasal dari kisah perjuangan warga Desa Ngrawang terhadap penjajah Belanda.

(Baca Juga: Rancak Menari Tunggangi Kuda-Kuda Debog di Desa Menari Tanon)

Lantaran nggak memiliki senjata yang kuat, warga mengalahkan para penjajah melalui strategi kamuflase. Dengan menaburkan “angus” dari pantat panci ke tubuh dan wajah, mereka bisa nggak terlihat pada malam hari. Nah, saat itulah warga menyerbu markas prajurit Belanda dan menjarah semua senjata.

https://2.bp.blogspot.com/-VACGNEps2fs/UU-06DAvfpI/AAAAAAAADd8/ltlkAofVR1k/s1600/_MG_6108.JPG

Penari Topeng Ayu. (Ardiyanta.com)

Seiring perkembangannya, tarian ini berganti nama karena para penarinya tampil menarik. Sebelum tari ini dipentaskan, warga akan berdiri melingkar untuk menyanyikan lagu “Desaku yang Ku Cinta” bersama-sama. Usai menyanyi, barulah para penari masuk.

Di tengah pertunjukan, para penari biasanya juga meminta penonton ikut menari bersama mereka.

Kalau kamu pengin mempelajari Tari Topeng Ayu, datang saja ke desa ini, lebih tepatnya ke Dusun Tanon. Di dusun tersebut, ada sebagian warga memang berprofesi sebagai penari

(Baca Juga: Betapa Menyenangkan Berwisata ke Dewi Menari Tanon di Lereng Gunung Telomoyo)

Kamu bisa belajar bersama wisatawan lain juga. Terus, ada para penari cilik yang lucu-lucu, lo! (IB15/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: