BerandaTradisinesia
Minggu, 6 Jul 2019 08:42

Ching Pho Ling Gambarkan Pisowanan Demang kepada Adipati

Ching Pho Ling. (Beritapurworejo)

Ching Pho Ling dikenal sebagai tarian yang mencerminkan budaya pisowanan, yakni tradisi demang yang harus melapor ke adipati dengan menempuh perjalanan panjang.

Inibaru.id – Sembilan laki-laki berbaris laiknya iring-iringan pejabat zaman dulu lengkap dengan baju kebesaran mereka. Atribut berupa payung dan pedang disandang beberapa orang, sedang sisanya membawa alat musik. Sembari berjalan, mereka menari.

Itulah gambaran Kesenian Ching Pho Ling, tarian kuno dari Purworejo. Nggak banyak lagi yang mengenal kesenian yang merupakan paduan seni tari dan musik ini.

Zaman ketika kesenian ini masih masyhur, Ching Pho Ling dikenal sebagai tarian yang mencerminkan budaya pisowanan, yakni tradisi demang yang harus melapor ke adipati dengan menempuh perjalanan panjang.

Lantaran menggambarkan kaum priyayi, kostum yang digunakan dalam tarian ini biasanya berupa blangkon, beskap, celana hitam, serta hiasan lainnya. Sementara itu, properti yang mereka gunakan terdiri atas pedang, keris, dan bendera.

Kenapa Ching Pho Ling? Nama ini dipercaya berasal dari singkatan nama tiga orang prajurit atau pengawal Ki Demang, yaitu Buncing, Dipo, dan Keling.

Teori lain, ada pula yang menyebutkan bahwa Ching Pho Ling menggambarkan kejadian saat ada musuh di perjalanan pisowanan. Para Demang menghadapi mereka sampai akhirnya para musuh tersebut lari tunggang-langgang dalam bahasa Jawa “sak pol-pol e” bahkan sampai terkencing-kencing.

Ungkapan itu, entah kenapa, berupah menjadi Ching Pho Ling.

Sementara, ada pula yang mengatakan bahwa nama itu berasal dari bahasa Mandarin, yang berarti perintah untuk menjamin keamanan dan kejahatan.

Entahlah, mana yang benar. Namun, yang pasti, kesenian ini rawan punah. Tentu saja ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk melestarikannya. Kamu puny aide gimana caranya? (IB20/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: