BerandaPasar
Selasa, 18 Sep 2017 15:25

Tren Baru: Magang Dulu, Kerja Kemudian

Ilustrasi karyawan kerja (Foto: Dok Istimewa via Dream Careers)

Cara ini juga bisa menjadi langkah yang bagus bagi para pencari kerja nubie (belum berpengalaman) untuk mengetuk dunia kerja dan masuk ke dalamnya.

Inibaru.id – Ada banyak cara di kalangan perusahaan Indonesia untuk menyerap para pekerjanya. Kendati demikian, tren terbaru menunjukkan, perusahaan lokal kini memilih mengawali perekrutan dengan cara membuka pemagangan atau program internship.

Semula, kebiasaan ini banyak diaplikasikan perusahaan startup (rintisan) yang umumnya terkendala modal. Namun, tren itu perlahan juga menjangkiti perusaahan mapan, bahkan korporasi yang memiliki sumber pendanaan selangit.

Sebuah riset dari laman informasi pekerjaan, Jobplanet, menunjukkan, perekrutan karyawan melalui kerja magang mengalami tren yang terus menanjak selama periode April 2016 hingga Juni 2017. Penelitiannya sendiri dilakukan berdasarkan informasi lowongan pekerjaan yang ditampilkan aplikasi tersebut selama empat kuartal, yakni Q3, Q4 (2016), Q1, dan Q2 (2017).

Jobplanet menilai, tren perekrutan pegawai magang terus meningkat dalam tiap kuartal. Pada Q3 ke Q4, lowongan kerja magang bertumbuh 89,5 persen. Sementara pada Q4 ke Q1 (2017) jumlahnya meningkat hingga 191,7 persen. Sedangkan pada Q1 ke Q2, peningkatan hanya berkisar di angka 22,9 persen.

Baca juga: Kepincut Bikin Start Up Digital, Miliki Ini Dulu

Kendati berkembang signifikan, jumlah itu tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan banyaknya lowongan kerja nonmagang. Hal itu diungkapkan Chief Product Officer Jobplanet Kemas Antonius yang dilansir dari Beritagar.

Dalam empat kuartal, Jobplanet setidaknya menampilkan 71 ribu lowongan kerja dari pelbagai bidang kerja dan posisi. Dari jumlah tersebut, Kemal mengungkapkan, lowongan kerja magang hanya 0,4 persen saja.

Adapun industri-industri yang paling banyak membuka lowongan bagi pemagang adalah industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), manufaktur, ritel, perbankan, dan layanan jasa.

Industri TIK menjadi usaha yang paling banyak merekrut pemagang dengan 29,1 persen. Banyaknya bisnis startup di ranah ini barangkali yang menjadikan banyak perusahaan membuka program internship.

Berturut-turut di bawahnya adalah industri manufaktur (15,92 persen), ritel dan distribusi (13,29 persen), perbankan dan keuangan (10,73 persen), dan pelayanan (10,14 persen).

Sementara, pekerjaan yang paling banyak membutuhkan karyawan magang adalah bidang kerja administrasi, yang mencapai 16,14 persen. Menyusul kemudian bidang personalia dengan 11,07 persen.

Baca juga: Ahli Ekonomi dan Keuangan dari 189 Negara akan Berkumpul di Indonesia dalam AM 2018

Bidang keuangan dan akuntansi menempati urutan ketiga dengan 9,81 persen, sedangkan bidang pemasaran berada di urutan berikutnya dengan 7,91 persen. Dan terakhir, desain grafis juga menjadi bidang yang cukup banyak ditawarkan dengan 5,7 persen.

Program magang adalah cara terbaik mempertemukan perusahaan dengan mahasiswa tingkat akhir atau lulusan baru yang belum berpengalaman (nubie) tapi memiliki potensi. Cara ini juga bisa menjadi langkah yang bagus bagi para pencari kerja nubie untuk mengetuk dunia kerja dan masuk ke dalamnya.

“Rekrutmen model magang itu tidak hanya menguntungkan perusahaan, tapi juga para karyawan magang yang kebanyakan masih berstatus mahasiswa atau fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja," terang Kemas.

Lebih dari itu, merekrut karyawan magang juga memiliki risiko investasi yang lebih kecil. Namun begitu, model perekrutan seperti ini juga memiliki konsekuensi besar dalam melatih dan mempersiapkan mereka di dunia kerja profesional. (GIL/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: