BerandaPasar Kreatif
Rabu, 7 Mar 2023 12:56

Tips Memelihara Burung Falk, si Parkit Australia Berharga Jutaan Rupiah

Warna-warni burung falk dengan jambulnya yang memesona. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Merawat burung Falk atau Parkit Australia yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah terbilang gampang-gampang susah. Biar nggak salah, berikut ini adalah tips memelihara burung hias bersuara merdu tersebut!

Inibaru.id - Burung paruh bengkok seperti parkit atau kakaktua banyak disukai pehobi karena selain suaranya yang rancak dan bulunya yang molek juga dikenal cerdas dan suka bertingkah lucu. Salah satu burung yang belakangan sedang populer adalah Falk (Nymphicus hollandicus).

Di kalangan pencinta burung hias, parkit asli Australia itu juga dikenal sebagai kakaktua mini lantaran jambulnya yang tegak seperti kakaktua, tapi berukuran lebih kecil. Di luar negeri, khususnya Australia, falk dikenal sebagai kokatil (cockatiel), weero, atau quarrion.

Burung lincah yang bisa hidup hingga 14 tahun dalam penangkaran itu mempunyai beragam warna bulu, tapi umumnya didominasi warna cerah seperti lutino (kuning cerah), abu-abu, atau biru muda. Falk mudah dikenali dengan bulatan orange kemerahan di pipinya, yang membuatnya mirip blush-on atau tompel.

Nafis Nurul Fajri, breeder falk asal Kabupaten Pati mengatakan, falk tergolong burung hias yang cukup pricey. Seekor falk berusia tiga minggu dijualnya dalam kisaran harga Rp350 ribu-400 ribu. Bahkan, bisa mencapai Rp650 ribu untuk jenis yang langka.

"Kalau falk dewasa, harga jual antara Rp1 juta hingga 2,5 juta," kata pemuda 24 tahun yang tinggal di Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso, tersebut.

Dengan harga yang lumayan mahal, Nafis mengakui, merawat burung herbivora ini nggak bisa asal-asalan. Falk membutuhkan perhatian khusus agar tetap sehat. Namun demikian, bukan berarti burung tersebut sulit dirawat, kok.

Tips Pertama: Sabar dan Telaten

Nafis, peternak burung falk, sedang menyiapkan pakan untuk burung bertompel orange kemerahan itu . (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Sebagaimana kebanyakan paruh bengkok, Nafis mengungkapkan, falk juga dikenal sebagai burung yang pintar. Selain mampu menirukan suara, burung yang suka bermain ini juga bisa dilatih "free fly" yang membuatnya bisa kembali ke sang pemilik saat dilepas di alam bebas.

"Falk juga terbilang mudah dirawat. Yang penting sabar dan telaten; nggak jauh beda dengan merawat manusia," kelakar pemuda berambut cepak tersebut seraya memamerkan koleksi falk kepunyaannya yang dia letakkan di belakang rumah.

Dia pun menggambarkan, merawat falk lebih mudah ketimbang lovebird (Agapornis), salah satu burung hias terpopuler di Tanah Air. Berbeda dengan lovebird yang perlu dibuatkan sarang dalam glodokan (rumah-rumahan) sebelum bertelur, falk hanya butuh glodokan.

Kelebihan lain, (falk) makannya lebih irit (dibanding lovebird)," beber Nafis. "Kalau makan juga langsung habis. Bersih. Nggak seperti lovebird yang makanannya selalu tercecer."

Tips Kedua: Rutin Memberi Makan

Pakan burung falk terdiri dari biji-bijian dan sayuran. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Sebagai herbivora, makanan utama falk adalah biji-bijian dan sayuran. Untuk anakan falk usia tiga minggu, Nafis memberi makan secara rutin sebanyak empat kali sehari, yakni pukul 07.00, 11.00. 17.00, dan menjelang tidur. Sementara, falk dewasa cukup diberi makan sehari sekali.

Terlihat mudah. Namun, Nafis menggarisbawahi, pemberian pakan harus dilakukan secara rutin agar kondisi kesehatan mereka tetap prima dan fit. Terkait hal ini, mahasiswa jurusan Perbankan Syariah ini mengaku pernah punya pengalaman buruk.

“Dulu, karena sibuk dengan kegiatan kampus, kadang saya lupa kasih makan; terus mati. Sedih sih, duit ratusan ribu melayang, deh,” kenangnya.

Kemudian, untuk menu makannya, Nafis memaparkan, falk sebaiknya diberi pakan milet putih dan canary seed. Jagung dan kangkung juga wajib diberikan setiap hari, tapi dengan porsi kecil. Sedangkan untuk makanan selingan, dia sering memberi beras merah dan kuaci.

“Falk juga perlu diberi batu bata merah yang sudah digerus, yang berfungsi memperlancar pencernaan dan memperkuat cangkang telur,” jelas Nafis sembari menunjuk bahan makanan falk yang dia sediakan.

Tips Ketiga: Beri Kehangatan

Anakan falk cukup sensitif pada hawa dingin sehingga perlu perlu diberi kehangatan khusus dengan mendekatkan lampu atau menyelubungi kandang dengan kain. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Satu periode bertelur, falk bisa menghasilkan 3-6 butir dengan waktu pengeraman atau inkubasi selama 18-21 hari. Nafis biasanya langsung memisahkan anakan falk dari induknya begitu menetas. Anakan itu kemudian diberi makan dengan disuapi (diloloh) menggunakan tangan.

Nah, selama tiga minggu pertama, anakan falk terbilang sangat sensitif terhadap hawa dingin. Karenanya, peternak wajib memberikan perawatan khusus seperti memberi kain penyelubung atau lampu penghangat.

"Biar bisa tumbuh dengan baik, kandang anakan falk harus ditutup kain dan diberi lampu. Saya pakai lampu 5 watt. Kalau sering hujan dan hawa lebih dingin, posisi lampu bisa lebih didekatkan agar lebih hangat," tandasnya.

Oya, selain kehangatan dalam arti harfiah, merawat falk juga butuh kehangatan lain yang nggak kalah penting, yakni cinta dan kasih sayang. Tanpa keduanya, mana mungkin mereka bisa tumbuh menjadi falk yang riang dan berbakti, bukan? Ha-ha. (Rizki Arganingsih/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: