BerandaPasar Kreatif
Jumat, 21 Des 2017 04:10

Robita, Tas Incaran Sosialita Jepang dari Indonesia

Sunny Kamengmau dan tas-tas produksinya (finansialku.com)

Berkualitas tinggi, tas Robita jadi incaran sosialita Jepang. Tas keren itu handmade seorang mantan tukang kebun.

Inibaru.id - Siapa saja bisa meraih sukses asal mau berusaha dan pantang menyerah. Itulah yang dilakukan Sunny Kamengmau.

Lelaki asal Nusa Tenggara Timur itu sukses sebagai pemasok tas kulit merek Robita yang diakui eksklusif banget di Jepang. Tas itu jadi incaran para sosialita di Jepang.  Bahkan, tas mewah itu pernah muncul pada halaman utama Yahoo Jepang selama 24 jam secara cuma – cuma.

Menukil laman finansialku.com, memiliki latar belakang hanya lulusan SMP, kesuksesan Sunny nggak dia dapatkan dengan instan. Semuanya berawal ketika pada usia 18 tahun, dia merantau ke Bali. Berbekal ijazah SMP, Sunny bekerja sebagai buruh cuci mobil dan buruh renovasi rumah sebelum di Un's Hotel di Legian, Kuta. Bekerja sebagai tukang kebun pada 1994, setahun kemudian Sunny menjadi satpam hotel yang dia jalani selama empat tahun.

Akhirnya peluang baik itu datang. Tapi kedatangannya nggak seperti durian runtuh lo, Millens.

Sunny belajar bahasa Inggris dan bahasa Jepang secara autodidak. Tujuannya jelas: bisa berkomunikasi dengan para tamu hotel dari berbagai negara. Pada 1995, kemampuan berbahasa Jepang yang dia miliki membuatnya akrab dengan Nobuyuki Kakizaki yang memiliki perusahaan Real Point Inc.

Ketika berteman dengan Nobuyuki, pria kelahiran 12 September 1975 itu sering diajak berbelanja kerajinan tangan dan aksesori di toko. Dari temannya itu, dia pun belajar bagaimana cara memilih barang berkualitas hingga cara mengirimnya ke Jepang. Akhirnya setelah lima tahun berteman, pengusaha asal Jepang itu menawari Sunny untuk memasok tas kulit buatan tangan ke Jepang. Meski nggak punya pengalaman berbisnis, Sunny menerima tawaran itu dan memutuskan berhenti bekerja sebagai satpam pada 2000.

Pada tahun-tahun awal, produk yang dibuatnya gagal dan bahkan nggak ada pesanan. Dengan berbagai upaya, Sunny yang saat itu hanya memiliki seorang pengrajin tas akhirnya bisa membuat tas yang memuaskan Nobuyuki.

Baca juga:
Cilok Kekinian Kaya Saus
Kesuksesan Riezka, Kesuksesan Es Pisang Ijo

Pesanan lalu sedikit demi sedikit datang. Pada 2003, Sunny mempunyai 20 karyawan dengan produksi produksi antara 100-200 tas per bulan. Di tahun itu pula, Sunny dan Nobuyaki membentuk CV Realisu dengan brand tas Robita.

Kenapa Robita? Karena partner bisnisnya, Nobuyuki, menyukai karakter tokoh Nobita di film kartun Doraemon.

Sangat diminati pasar Jepang, bentuk anyaman tas Robita natural, warnanya bagi orang Jepang juga terbilang antik. Selain itu prosesnya yang handmade semua sangat disukai orang Jepang dan membuatnya dihargai sangat mahal. 

Setiap kali pergi ke Jepang, Sunny mencari tahu kebutuhan dan minat pasar Jepang. Jadi, saat kembali ke Tanah Air, dia segera membuat produk tas yang sesuai dengan kebutuhan pasar di Jepang.

Dalam proses pembuatannya, Sunny menerapkan kebijakan yang cukup ketat. Mulai dari produksi, kualitas, hingga bahan baku harus bagus karena standar kualitas yang ketat di Jepang. Produk tas yang dibuatnya harus sedemikian sempurna mulai dari jahitan, jenis kulit yang digunakan hingga tempelan manik-manik aksesori tas. Hal ini dilakukan Sunny agar masyarakat Jepang puas dengan kualitas yang ditawarkan tas Robita.

Adapun harga jual tas Robita di Jepang rata-rata dibanderol Rp 4-5 juta untuk ukuran besar dan Rp 2-3 juta untuk ukuran kecil. Memiliki dua model tas yang dipasarkan, yaitu tas Robita dan tas Robita warna, rata-rata penjualan tas milik Sunny ini berkisar Rp 25-30 miliar dalam setahun.

Meski pernah mengalami puncak kesuksesan, Tas Robita juga pernah mengalami penurunan. Masalah sumber daya manusia pernah membuat produksi tas Robita mengalami penurunan hingga 3.500 tas setiap bulannya. Dia pun juga harus kehilangan rekan bisnisnya yang tutup usia karena penyakit kanker paru-paru. Akhirnya sepeninggal Nobuyuki Kakizaki, Sunny bekerjasama dengan istri Nobuyuki yang mengambil alih perusahaan di Jepang.

Baca juga:
Keripik Lebay ala Rini Lebay
Menengok Kampung Keramik Balong di Blora

Permasalahan lain pun kembali muncul. Sunny dihadapkan dengan persaingan produk tas dari Tiongkok. Namun meskipun lebih mahal,  penjualan tas Robita lebih unggul dikarenakan konsumen di Jepang lebih menyukai produk handmade daripada produk yang berbasis pabrik.

Untuk mengembangkan usahanya, Sunny juga memperluas pasar dengan bekerja sama dengan berbagai stakeholder agar bisa mendistribusikan ke ritel dan outlet di Jepang. Selain itu, dia juga telah membangun empat pabrik pembuatan tas. Sebanyak tiga pabrik didirikan di Bali dan satu pabrik berdiri di Yogyakarta, salah satu daerah penghasil kulit sapi dan kambing, bahan utama tas-tas Robita. (ALE/SA) 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: