BerandaPasar Kreatif
Jumat, 1 Des 2022 17:00

Renyah! Berjualan Tahu Aci di Jalan, Omzet Ratusan Juta Rupiah Sebulan

Muhammad Imamudin penjual tahu aci yang beromzet ratusan juta per bulan. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Muhammad Imammudin, pemuda asal Tegal, mengantongi omzet ratusan juta rupiah sebulan dengan berjualan tahu aci di jalan utama di Pemalang. Bisnis yang renyah, bukan?

Inibaru.id - Muhammad Imamudin nggak menyangka roda perekonomiannya kini tengah berada di atas. Berkat berjualan tahu aci di pinggir jalan, lelaki 31 tahun asal Tegal, Jawa Tengah itu berhasil memperbaiki kehidupannya. Tiap bulan dia bisa meraup omzet hingga ratusan juta rupiah.

Sejak memutuskan menjadi penjual tahu aci pada 2016, kehidupan Imam, sapaan akrabnya, memang berangsur membaik. Saat ini dia telah memiliki tiga cabang lapak tahu aci goreng berbentuk gerobak dorong yang semuanya tersebar di Pemalang.

Imam mengenang, sebelum sukses mengelola usaha gorengan khas Tegal ini, dia mengaku hanyalah pekerja serabutaan dengan penghasilan pas-pasan di Jakarta.

"Lulus sekolah pada 2009, saya merantau ke Ibu Kota, kerja jadi office boy. Setelah itu berganti-ganti, dari menjadi kuli bangunan sampai ikut orang jualan tahu bulat di kisaran Mangga Besar (Jakarta Barat)," ujar lelaki yang mengaku lulusan sekolah menengah kejuruan itu, Selasa (22/11/2022).

Pulang Kampung dan Berwirausaha

Lapak gerobak tahu aci Imam yang biasa mangkal di Jalan RE Martadinata, Kabupaten Pemalang. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Pada 2015, Imam memilih pulang kampung dan mencoba peruntungan dengan menjadi penjual es di Kota Tegal. Namun, usahanya hanya bertahan enam bulan karena kurang begitu ramai pembeli, terlebih ketika memasuki musim penghujan.

Nggak lama setelahnya, Imam memutuskan untuk ikut temannya bantu-bantu berjualan tahu aci. Selama ikut temannya itulah Imam mulai mendalami cara membuat dan menjual tahu aci, hingga akhirnya memberanikan diri buka usaha tahu aci sendiri di Jalan RE Martadinata, Kabupaten Pemalang.

"Modalnya nekat, tapi saya berani karena tahu aci disukai semua kalangan dan tidak memandang musim hujan atau panas," kata Imam, lalu terbahak.

Awal-awal berjualan, dia mengaku hanya membawa sekitar 100 potong tahu. Jumlah itu secara konsisten terus ditambah seiring dengan semakin ramainya pelanggan yang datang. Nggak cukup satu gerobak, Imam mulai melebarkan sayap dengan membuka dua cabang lainnya.

"Satu cabang di Jalan Ahmad Yani dan satunya lagi di Beji (Kelurahan Beji, Kecamatan Taman)," papar Imam. "Yang Beji masih baru banget. Baru buka Iduladha (Juli 2022) lalu."

Untung Ratusan Juta

Para pembeli sedang mengantre di lapak tahu aci milik Imam. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Imam mengungkapkan, lapak tahu aci pertamanya yang berlokasi di Jalan RE Martadinata saat ini mampu memasok 3.000 potong tahu setiap hari. Sementara, lapak cabang pertamanya yang ada di Jalan Ahmad Yani biasanya dibekali 700-800 potong tahu.

"Kalau yang di Beji, karena masih baru, hanya bawa 300 potong tahu per hari," aku lelaki yang mengaku menjual tahu aci gorengnya seharga Rp1.000 per potong tersebut.

Lalu, berapa besar keuntungannya? Menanggapi pertanyaan ini, Imam memilih tertawa. Setelah beberapa jenak, malu-malu dia mengatakan bahwa usahanya itu bisa menangguk omzet hingga ratusan juta rupiah saban bulan.

"Penghasilan kotor, bisa sampai ratusan juta rupiah per bulan. Kalau bersihnya, dihitung sendiri saja, Mas!" kelakar lelaki murah senyum ini.

Selama enam tahun menekuni usaha ini, menurut Imam, kunci sukses berjualan tahu aci terletak pada konsistensi rasa. Hal lain yang juga penting adalah sikap ramah ke pelanggan. Menurutnya, dua hal itulah yang bakal membawanya meraih mimpi besarnya, yakni buka cabang sebanyak-banyaknya.

"Mimpi saya ke depan adalah membuka cabang sebanyak-banyaknya, yang masih terganjal kurang tersedianya bahan baku tahu; mau ambil di tempat lain takut rasanya beda," keluhnya.

Banyak usaha kecil nggak bisa berkembang signifikan bukan karena keterbatasan modal, tapi ketersediaan bahan baku, seperti yang dialami Imam. Mm, semoga segera ada solusi yang membahagiakan deh! (Fitroh Nurikhsan/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: