BerandaPasar Kreatif
Selasa, 5 Agu 2019 12:25

Payung-Payung Lukis dari Klaten yang Membangkitkan Kembali Kejayaan Masa Lalu

Payung lukis. (Pinterest)

Indah dan menarik dipandang mata, itulah payung lukis. Di Klaten, payung-payung itu bisa kamu temukan, salah satunya, di Dusun Gumatar, Desa Tanjung, Kecamatan Juwuring.

Inibaru.id – Payung-payung lukis biasa menjadi properti dalam festival atau latar bernuansa tradisional tanpa meninggalkan kesan artistik. Bentuknya yang unik kian mempercantik suasana, terlebih karena lukisannya memiliki warna yang beragam.

Payung lukis memang indah dipandang! Namun, pernahkah kamu berpikir, dari mana payung-payung tersebut dibuat?

Kalau pengin tahu, mungkin kamu perlu bertandang, salah satunya, ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Di sana, kamu bisa menjumpai sentra pembuatan payung lukis tradisional, tepatnya di Dusun Gumantar, Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring.

Di sana, ada Paguyuban Payung Lukis Ngudi Rahayu. Dibentuk pada 2013, paguyuban ini didirikan Ngadiyakur, seorang pengrajin yang telah memulai dunia usaha sejak 1998. Dia kemudian fokus pada pembuatan payung lukis pada 2006, lalu membentuk paguyuban.

Upaya Ngadiyakur mendirikan paguyuban bukannya tanpa alasan kuat. Kecamatan Juwiring memang sempat dikenal sebagai penghasil payung tradisional.

Sekitar 1960-an, ada pabrik Payung Pinda Aneka yang menampung payung-payung buatan para pengrajin. Penjualannya bahkan sampai ke luar negeri, lo. Sayang, kepopuleran payung ini terkikis oleh payung plastik modern dari Tiongkok sehingga pabrik itu tutup pada 1984.

Berbekal keinginan untuk menghidupkan kembali produksi payung lukis, Ngadiyakur pun berusaha untuk menginisiasi industri kreatif ini. Hasilnya lumayan. Ngadiyakur sempat memamerkan karyanya ke Dubai, Thailand, dan Berlin dengan dukungan Kementerian Pariwisata.

Tertatik dengan payung tradisional di Klaten ini? Silakan datang saja ke paguyuban tersebut! (IB20/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: