BerandaPasar Kreatif
Selasa, 12 Des 2022 15:29

Pasar Bakal Dikelola Desa, Saatnya BUMDes Lebih Profesional

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto (kedua dari kiri) mengatakan, alih daya pengelolaan pasar dari pemkab ke pemdes menjadi tantangan bagi BUMDes sebagai pengelolanya. (Istimewa)

Nggak kurang dari 20 pasar bakal dikelola desa di Kabupaten Semarang mulai tahun depan. Ini menjadi berkah sekaligus tantangan karena berarti BUMDes dituntut untuk lebih profesional.

Inibaru.id – Pemerintah Kabupaten Semarang berencana menghibahkan 20 pasar desa pada 2023. Tujuannya, untuk memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu, rencana ini juga dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli desa, melestarikan pasar tradisional, serta efisiensi dan efektivitas pengelolaan pasar.

Dengan adanya rencana ini, pengelolaan pasar desa yang sebelumnya di bawah pemkab otomatis akan diserahkan kepada pemerintah desa (pemdes). Alih daya pengelolaan ini tentu menjadi tantangan besar bagi pemdes, khususnya BUMDes yang akan menjadi pengelolanya.

Perlu diketahui, pengelolaan pasar desa selama ini lebih banyak merugi ketimbang untung. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto. Karena itu, dia mewanti-wanti BUMDes agar mampu menghitung dengan tepat potensi pendapatan pasar agar nggak kembali merugi.

"Potensi pendapatan pasar bisa dari penyewaan los atau kios, parkir, pedagang kaki lima, pasar pagi, hingga toilet," kata lelaki yang akrab disapa Bambang Kribo ini, Minggu (11/12/2022).

Menurutnya, penghitungan potensi pendapatan ini juga bisa menjadi acuan penetapan gaji atau insentif ke pegawai pasar. Bambang pun menyarankan, agar pengeluaran nggak membengkak, sebaiknya gaji pegawai pasar dihitung berdasarkan kehadiran.

“Tidak semua pasar buka setiap hari, kan? Ada yang hanya buka berdasarkan hari pasaran tertentu,” ungkapnya.

Potensi Pasar Desa Cukup Besar 

Pada kesempatan tersebut, Bambang juga menjelaskan bahwa potensi pendapatan pasar desa sejatinya cukup besar, salah satunya dari biaya parkir pengunjung. Sayangnya, acap terjadi pendapatan parkir yang masuk nggak sesuai dengan potensi yang ada.

"Kadang kalau dilihat pasarnya ramai, parkiran penuh sampai bikin macet, tapi pendapatan dari sektor parkir kecil," keluhnya.

Nggak lupa, Bambang juga menyoroti urusan infrastruktur pasar. Selain persiapan pengelolaan dan kelembagaan BUMDes, menurutnya untuk mengelola pasar desa, pengelola perlu memperhatikan infrastruktur pasar. Tujuannya tentu saja untuk membuat pengunjung merasa aman dan nyaman.

Dia berharap, ke depan pengelola pasar desa bisa menerapkan model pelayanan laiknya toko ritel modern atau minimarket yang ramah terhadap pembeli. Jadi, pasar nggak cuma jadi tempat transaksi jual beli, tapi juga lokawisata belanja.

Menurut Bambang, butuh niat tulus dari BUMDes untuk mampu mengelola pasar desa dengan baik. Mereka juga harus berlaku profesional dalam menjalankan sistem operasional pasar desa, termasuk juga dalam hal meningkatkan pendapatan.

Perlu kamu tahu, pasca-alih daya kepengelolaan pasar desa dari pemkab ke pemdes, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, antara lain pembuatan regulasi pembentukan BUMDes, identifikasi aset pasar, penerbitan peraturan desa, dan pelatihan pengelolaan untuk pengurus BUMDes. (Ads/Siti Khatijah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: