BerandaPasar Kreatif
Rabu, 26 Jul 2022 11:10

Cecak Kering, Bisnis Menggiurkan dengan Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Bisnis cecak kering yang menggiurkan. (Bkp2medan.karantina.pertanian)

Warga Cirebon, Jawa Barat menjalankan bisnis cecak kering dengan omzet ratusan juta rupiah. Cecak kering itu untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri seperti Tiongkok, Taiwan, Hongkong, India, dan Thailand.

Inibaru.id – Cecak sering dianggap sebagai hewan rumahan yang nggak berguna. Tapi, bagi warga Kecamatan Kapatekan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, hewan melata ini bisa menghasilkan uang. Mereka bisa mendapatkan keuntungan ratusan juta rupiah dari bisnis cecak kering.

Sebenarnya untuk apa cecak-cecak kering ini? Sugandi, salah seorang warga desa tersebut mengaku sudah lama mengekspor cecak kering ke Tiongkok. Hewan melata yang dikeringkan ini dijadikan obat dan bahan produk kecantikan di sana.

Asal kamu tahu saja ya, Millens, di negara-negara seperti Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, India, dan Thailand, hewan melata seperti cecak dipercaya bisa menjadi obat untuk sejumlah penyakit seperti asma, wasir, gangguan pencernaan, penyakit kulit seperti gatal-gatal, hingga kanker.

Cecak kering ini bisa disantap dagingnya. Tapi, kini banyak perusahaan obat yang menjadikan cecak kering sebagai bubuk sehingga lebih mudah untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang membutuhkannya.

Permintaan Tinggi

Meski banyak ditemukan di rumah kita, jumlah cecak di Tiongkok sebenarnya terbatas. Oleh karena itu, permintaan cecak sebagai obat di negara-negara tersebut sangat tinggi. Banyak produsen obat yang mencarinya hingga ke negara lain, termasuk Indonesia.

Hal inilah yang ternyata dimanfaatkan Sugandi dan tetangga-tetangganya di Kecamatan Kapatekan. Mereka mampu menjual cecak kering dengan harga cukup mahal. Cecak kering dihargai Rp 280 ribu per kilogram untuk grade B dan Rp 380 per kilogram untuk cecak kering grade A.

“Cecak kering dalam keadaan utuh itu istilahnya grade A,” jelas laki-laki berusia 54 tahun tersebut.

Cecak kering sering dijadikan obat di Tiongkok dan negara lain. (Eastjavatraveler)

Dapatkan dari Pengepul

Sugandi mengaku sudah memiliki koneksi dengan pengepul yang mendapatkan cecak-cecak dari Cirebon, Indramayu, Karawang, dan daerah-daerah sekitarnya. Cecak basah dibelinya dengan harga Rp 52 ribu.

Cecak-cecak ini kemudian dicuci sampai bersih dari kotoran. Setelahnya, hewan berukuran kecil ini dijemur seharian. Meski sudah dijemur, cecak-cecak ini masih dalam kondisi setengah kering.

Hewan ini pun kemudian dimasukkan ke dalam oven untuk dipanaskan dari malam hingga pagi. Esok harinya, cecak sudah benar-benar kering dan dimasukkan ke dalam wadah plastik bening.

Setiap harinya, setidaknya Sugandi memproduksi 40 kg cecak kering. Tapi, cecak-cecak tersebut nggak langsung dia jual ke Tiongkok. Dia mengumpulkannya terlebih dahulu sampai membuat satu kontainer penuh.

Sejak dirintis pada 2009, bisnis cecak kering Sugandi terus berkembang. Kini, bersama dengan bantuan ibu-ibu setempat, dia mampu menghasilkan cecak kering siap ekspor lebih dari 1 ton setiap bulan. Omzet bisnisnya pun fantastis, mencapai ratusan juta rupiah per bulan!

Wah, inilah yang namanya memanfaatkan peluang ya, Millens? Kamu tertarik juga nggak? (Cnn,Gri/IB09/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: