BerandaPasar Kreatif
Jumat, 16 Apr 2020 17:42

Bantu Sesama, Pemilik Bank Sampah di Krobokan Bikin Masker dari Kain Perca

Ika Yudha Kurniasari, pemilik Bank Sampah Resik Becik mengubah kegiatannya menjadi pembuat masker daur ulang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Di tengah pandemi yang bikin orang egois dan cenderung cari aman, ada saja orang yang peduli dengan warga lain, misalnya seorang ibu dari Krobokan, Kota Semarang, yang memanfaatkan kain perca untuk bikin masker yang diperuntukkan bagi sesama.<br>

Inibaru.id - Tangan terampil Ika Yudha Kurniasari asyik menggurat pola di kain perca saat saya menyambangi rumahnya di Krobokan, Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (11/4/2020). Dia tengah membuat masker, menanggalkan sementara pekerjaan utamanya sebagai pengrajin barang daur ulang.

Selama pandemi corona, pengelola usaha kreatif “Bank Sampah Resik Becik” ini memang beralih profesi. Jika sebelumnya perempuan berjilbab itu biasa mendaur ulang sampah plastik menjadi suvenir bernilai jual, kini hari-harinya disibukkan dengan mengubah kain perca menjadi masker.

Di terasnya yang dipenuhi daur ulang sampah, Ika, sapaan akrabnya, mengerjakan masker. Nggak banyak peralatan yang digunakan, di antaranya gunting, papan pola dari kardus bekas, dan bahan masker berupa kain perca.

“Paling sering menggunakan kain perca. Kadang berbahan jersey, tergantung sumbangan dan pesanan,” ujar Ika.

Membuat pola pada kain perca. (Inibaru.id/ Audrian F)

Laiknya sistem bank sampah yang dikelolanya, kain perca yang dipakai untuk membuat masker pun berasal dari donasi orang, yang biasa mereka sebut nasabah.

Produksi Para Ibu

Dalam memproduksi masker, Ika nggak sendiri. Dia dibantu oleh para ibu warga Jalan Cokrokembang, RW 1, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat. Meraka adalah Naryati dan Yanti. Keduanya punya peran berbeda.

Naryati bertugas membuat pola, sedangkan Yanti bagian menjahit. Mereka bertiga juga kadang masih dibantu beberapa ibu dalam pengerjaannya. Dalam seminggu terakhir, mereka telah memproduksi sekurangnya 500 masker.

Menjahit masker. (Inibaru.id/ Audrian F)

Ika mengatakan, masker yang sudah jadi bakal didistribusikan untuk gerakan amal. Masker tersebut, lanjutnya, dibagikan disalurkan melalui lembaga sosial dan nantinya ditujukan untuk masyarakat umum.

“Iya, karena berbahan kain, dibagikan untuk masyarakat saja, bukan tenaga medis,” ungkapnya.

Menerima Pesanan

Selain untuk gerakan amal, Ika juga membuat masker pesanan. Untuk yang satu ini, mereka mematok harga. Banderolnya disesuaikan dengan bahan yang dipakai.

"Nggak mahal, (harga maskernya) Rp 3.000 sampai Rp 5.000, tergantung bahan," kata dia, yang juga mengatakan bahwa masker hanya dikerjakan berdasarkan pesanan, belum sampai nyetok ke toko.

mengaku hanya menerima Kata Ika, dia mematok harga antara Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu. Namun yang dijual tersebut hanya untuk pesanan saja. Dia belum sampai memasok ke toko.

Jeda setelah menjahit. (Inibaru.id/ Audrian F)

Yanti, penjahit masker di Bank Sampah Resik Becik, mengaku senang dengan kegiatan memproduksi masker tersebut. Menurutnya, selain membantu banyak orang, kegiatan ini bisa mengisi waktunya selama harus "di rumah saja”.

Hal ini segera diamini Ika. Dia berharap, produksi masker tersebut bisa memberikan imbas positif bagi masyarakat, baik secara gerakan maupun kesadaran memakai masker.

Keren sekali, Mbak Ika! Semoga niat dan harapanmu mendapat balasan yang setimpal ya! (Audrian F/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: